Your Ad Here



Apr 25, 2012
UNDANGAN AUDISI PENTAS TEATER

Terbuka untuk Umum :
Teater Sastra Welang dalam rangka Parade Teater Arti Se - Bali 2012, membuka kesempatan kepada kawan – kawan yang ingin bermain teater untuk berproses bersama kami. Teater Sastra Welang akan membawakan naskah bertajuk ‘PRESIDEN KITA TERCINTA’ karya Agus Noor, sutradara Hendra Utay dan saat ini masih membuka peluang kepada kawan – kawan yang ingin bergabung dengan proses ini bermain bersama Moch Satrio Welang, Ferry Bhatthara, Novi Dwi Jayanti, Lisna Efendi, Tebo Barong, Astari Gezali, Anisa Maulinasari, Nanda Cakwe , Anjas Antariksa dll . Untuk jadwal Audisi yakni Jum’at, 27 April 2012 Jam 4 Sore di Art Center , untuk informasi lebih lanjut hub Pemimpin Produksi : Anisa Maulinasari ( 0859 353 433 11) dan Ayu Nurfita ( 0878 6260 5305 ) , Salam Budaya, TSW

Posted at 09:26 am by satrio_welang
Make a comment  

Apr 18, 2012
NANDA WAHYU SAPUTRA, PERAIH PIALA AKTOR TERBAIK SAWMA AWARDS 2012

Tak disangka – sangka perebutan piala yang paling diburu yakni piala aktor terbaik dalam The 2nd Sawma Awards ( Sastra Welang Monologue Awards 2012 ) akhirnya jatuh kepada seorang aktor yang lahir di Lamongan, 1 Juni 1995 dari Teater Teras SMAN 1 Kuta, yaitu Nanda Wahyu Saputra. Nanda bermain cemerlang dalam pementasan monolog bertajuk Kucing karya Putu Wijaya dan disutradarai oleh Miftahul Ulum. Dewan juri yang terdiri dari Agung Eksa Wijaya, Mira Astra dan Hendra Utay sepakat bahwa kemampuan permainan Nanda dalam naskah Kucing ini adalah mampu bermain komunikatif, yang sanggup menyampaikan kegelisahan naskah sampai kepada penonton dengan berbagai nuansa adegan.  Walaupun gagal mendapat piala pementasan terbaik ( Pentas Trik ) dan sutradara terbaik ( Indra Parusha )  tahun ini yang diborong oleh teater Kini Berseri, namun Nanda Wahyu Saputra dinilai berhasil menampilkan kemampuan akting yang jernih dan enak dinikmati. Nanda juga berhasil mengalahkan para saingan beratnya di kategori aktor terbaik ini , diantaranya aktor yang sudah kerap tampil dalam panggung teater yakni Heri Windi Anggara, Linda Trisnayanti , Jaka Erlangga dan Benny Dippo Pratama. Ini  penampilan kedua kalinya untuk  Nanda Wahyu Saputra di ajang Sawma Awards, dimana tahun lalu ( Sawma Awards 2011)  ia hanya mendapat nominasi untuk actor terbaik dengan membawakan naskah Surat Kepada Setan karya Putu Wijaya. Nanda sangat bersyukur atas kemenangannya tahun ini, saat aktris Lisna Effendi dan Novi Dwi Jayanti mengumumkan namanya sebagai aktor terbaik Sawma  Awards 2012 di Malam Penganugerahan tempo lalu , “Ini sungguh kegembiraan luar biasa buat saya dan kerja keras kawan – kawan, siang dan malam. Pementasan Kucing mengantarkan saya meraih piala aktor terbaik ini merupakan cambuk agar kami dapat lebih kreatif lagi di masa – masa depan.” Dengan meraih piala Aktor Terbaik ini , maka Nanda dan empat nominator lain di kategori Aktor Terbaik, akan langsung mendapat tiket untuk tampil di ajang Sawma Awards 2013 tahun depan.

Posted at 01:22 am by satrio_welang
Make a comment  

Apr 11, 2012
AWARDING NIGHT - SAWMA AWARDS 2012

Dalam rangkaian pagelaran SAWMA AWARDS , Malam Penganugerahan adalah malam yang paling ditunggu – tunggu, sebuah perayaan seni yang memberikan penghargaan atas pencapaian kreatif para insan teater modern dalam pementasan Monolog. Ke tujuh piala Sawma tersebut dibagikan, yakni Piala Penata Musik Terbaik, Manajemen Produksi Terbaik, Penata Artistik Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor Terbaik hingga Pementasan Terbaik. Tak ketinggalan pula Piala Sawma tertinggi yakni Piala Lifetime Achievement Awards, piala pengabdian seumur hidup di bidang teater.

Setelah menyaksikan 17 pementasan dari seluruh pelosok Bali, Dewan Juri yang terdiri dari para veteran teater modern Bali yakni , Agung Eksa Wijaya, Hendra Utay dan Mira Astra akhirnya menetapkan para pemenang  ditiap kategori yang dibacakan oleh para bintang – bintang teater modern bali, yakni  Indra Parusha, Maulana Putra Dandiasri, Indra Purnama, Lisna Effendi, Novi  Dwi Jayanti, Rahajeng Kisna, Heri Windi Anggara , Astari Gezali, Afif Mahfudz, Linda Trisnayanti, Dadi Reza Pujiadi, Henny Santi dan Mira Astra.

Peraih Penghargaan

Adapun piala Pementasan Terbaik  direbut oleh Teater Kini Berseri  dalam pementasan Trik karya Putu Wijaya dengan Aktor Jaka Erlangga, dimana para juri sepakat bahwa penampilan pentas trik, sangat utuh dan setiap element pementasannya digarap maksimal. Bukan hanya Piala Pementasan Terbaik, Indra Parusha , sang sutradara dari teater Kini Berseri ini juga memboyong Piala Sutradara Terbaik dalam pementasan yang sama. Sementara pertarungan sengit terjadi pada piala Aktor Terbaik, dewan juri sempat mengalami perdebatan panjang mengingat para penampil sama – sama telah memberikan penampilan maksimalnya. Tampil sebagai Aktor Terbaik adalah Nanda Wahyu Saputra dari Teater Teras yang membawakan monolog Kucing karya Putu Wijaya. Nanda berhasil mengalahkan saingan – saingan beratnya seperti Linda Trisnayanti, Heri Windi Anggara, Benny Dipo Pratama dan Jaka Erlangga. Dan piala kategori lain juga diberikan yakni Penata Musik Terbaik oleh Andika Pratama dari Teater Orok ( Nyanyian Angsa) , sedangkan Piala Penata Artistik Terbaik jatuh pada Maulana Putra Dandiasri dari Teater 108 dalam pementasan Nagina. Sementara dari Panitia Sawma memutuskan Piala Manajemen Produksi Terbaik diraih oleh Fitri Gayatri dari Teater Antariksa dalam pementasan Namaku Skizo .

Piala Sawma tertinggi, yakni Lifetime Achievement Awards tahun ini diberikan kepada Ibu Suis yang telah berusia 70 tahun namun masih aktif dalam panggung teater di Bali. Ibu Suis tampil ke panggung dan berbincang – bincang mengenai perjalanan panjangnya di dunia seni pertunjukan sejak berusia 12 tahun. Dimulai dari pentas – pentas seni tradisi , seperti ketoprak, ludruk, wayang wong hingga ke berbagai film dan sinetron tvri, dan beragam pementasan teater modern yang digarap oleh Bapak Abu Bakar.

Bertabur Bintang

Awarding Night di tahun ke dua ini digelar di art space Penggak Men Mersi – Puri Kesiman,  Selasa 10 April 2012. Seperti tradisi Awarding Night – Sawma Awards, para bintang panggung memberikan aksi mereka yang membuat malam penganugerahan menjadi penuh makna. Diantaranya Aktor Bali era 90an, Didon Kajeng yang tampil prima dalam Monolog 'Namanya Au' karya Fanny J Poyk. Malam itu juga dimeriahkan oleh penampilan Musikalisasi oleh Senja Hening, Fusion dance oleh Siput Dance Company, Theatrical Performance oleh Seni Rupa dan Saet Unhi Bali, Pentas Parody oleh Teater Kini Berseri, juga penampilan The Puch Collaboration, sebuah pentas seni kolaborasi tiga Negara , Indonesia, Polandia dan Madagaskar. Moch Satrio Welang selaku penggagas acara menyampaikan bahwa tujuan acara ini adalah selain sebagai ruang apresiasi seni pertunjukan monolog, juga sebagai ajang untuk menggalang kekuatan bersama di dunia panggung teater, bahwa kami menolak mati. Ruang sekecil apapun akan kami manfaatkan untuk berkreasi, dan menunjukkan yang terbaik, dengan harapan teater bisa lebih digemari oleh masyarakat, karena sudah terbukti teater memberikan banyak pengaruh positif dalam karakterisasi kepribadian seorang individu untuk menjadi mandiri, tangguh, penuh empati, dan berlatih bertanggung jawab dalam proses berkomunitas. 

BERIKUT DAFTAR PENERIMA PIALA SAWMA AWARDS 2012

1. PEMENTASAN TERBAIK : TRIK( Jaka Erlangga - Teater Kini Berseri )
 Nominasi :
 - NAMAKU SKIZO ( Linda Trisnayanti – Teater Orok )
- KUCING ( Nanda Wahyu Saputra – Teater Teras )
 - SUARA DARI SEBERANG ( Heri Windi Anggara – Kelompok Sekali Pentas )
- NAGINA ( Benny Dipo Pratama – Teater 108 )


2. AKTOR TERBAIK : NANDA WAHYU SAPUTRA ( Kucing - Teater Teras )
Nominasi :
- Jaka Erlangga ( Trik – Teater Kini Berseri )
 - Linda Trisnayanti ( Namaku Skizo – Teater Orok )
- Benny Dipo Pratama ( Nagina – Teater 108 )
 - Heri Windi Anggara ( Suara dari Seberang - Kelompok Sekali Pentas )


3. SUTRADARA TERBAIK : INDRA PARUSHA ( TRIK - Teater Kini Berseri )
 Nominasi :
- Heri Windi Anggara ( Suara dari Seberang – Kelompok Sekali Pentas )
- Kurniawan Adi Putra ( Nagina – Teater 108 )
- Miftahul Ulum ( Kucing – Teater Teras )
- Febrian Niko Wijonarko ( Namaku Skizo – Teater Orok )


4. PENATA MUSIK TERBAIK : ANDIKA PRATAMA ( Nyanyian Angsa - Teater Orok )
Nominasi :
- Gracie ( Trik – Teater Kini Berseri )
 - Olfi Syahrul Nasution ( Trik – Afif Mahfudz )
- Joshua Raymond ( Kucing – Teater Teras )
- Bayudani Bachtiar ( Nyanyian Angsa – Teater Topeng )

5. PENATA ARTISTIK TERBAIK : MAULANA PUTRA DANDIASRI ( Nagina – Teater 108 )
Nominasi : - Komang Adi Wiguna ( Trik – Teater Kini Berseri )
- Heri Windi Anggara ( Suara dari Seberang – Kelompok Sekali Pentas )
 - Nikki Asvikarani ( Kucing – Teater Teras )
 - Widiana Surya ( Namaku Skizo – Teater Orok )

6. MANAJEMEN PRODUKSI TERBAIK: FITRI GAYATRI ( Namaku Skizo – Teater Antariksa )
 Nominasi :
- Anisa ( Nyanyian Angsa – Namaku Skizo – Teater Orok)
- Ira Kusumawardhani ( Nyai Dasima – Teater Tiga )
 - Novita ( Nyai Dasima – Teater Bhisma )
- Arya Wigita ( Kucing – Teater Teras )

7. Lifetime Achievement Awards : IBU SUIS ( 70 thn)


Dewan Juri :
AGUNG EKSA WIJAYA
MIRA ASTRA
HENDRA UTAY

Posted at 02:39 am by satrio_welang
Make a comment  

Apr 8, 2012
BALI RAYAKAN SAWMA AWARDS 2012

The 2ND Sawma Awards ( Sastra Welang Monologue Awards 2012 ) akhirnya digelar untuk kedua kalinya pada tahun ini ( 2012) . Sawma Awards, sebuah ajang festival monolog tahunan se Bali ini merupakan ajang pemberian penghargaan kepada para pekerja teater di Bali yang setia pada dunia seni pertunjukan khususnya teater. Acara yang digelar oleh Teater Sastra Welang ini melibatkan komunitas umum, teater kampus, dan teater sma yang sekaligus menjadi salah satu media alternatif para pekerja seni pertunjukkan untuk mengekspresikan diri. The 2nd Sawma Awards menampilkan 17 aktor dari 16 group teater yang ada di Bali. Dengan memainkan naskah – naskah monolog yang sudah ditentukan oleh panitia, tentunya denganpertimbangan bobot naskah yang teruji, kandungan naskah yang sarat akan pesan – pesan moral. Kesepuluh naskah pilihan yang disiapkan panitia untuk dipilih oleh peserta penampil tahun ini adalah Trik ( Putu Wijaya ), Gol ( Dadi Reza Pujiadi ), Prita Istri Kita ( Arifin C. Noer ), Nagina ( Nano Riantiarno ), Ibu Kita Raminten  ( Ikun Sri Kuncoro), Nyanyian Angsa ( Anton Chekov), Namaku Skizo ( Herlina Syarifudin ), Kucing ( Putu Wijaya ),  Suara dari Seberang ( Putu Wijaya ), dan Nyai Dasima ( Dadi Reza Pujiadi )

 

Dalam penyelenggaraan Sawma Awards  2012, dewan juri akan melakukan seleksi ketat dalam  menentukan siapa yang akan merebut piala Sawma untuk kategori aktor terbaik, sutradara terbaik, penata musik terbaik , penata artistik terbaik dan pementasan terbaik.Tahun ini yang didaulat menjadi dewan juri Sawma adalah para veteran di dunia teater modern Bali, di antaranya Dramawan Agung Eksa Wijaya, Hendra Utay,dan Mira Astra. Ketiga dewan juri akan menentukan lima orang yang akan masuk nominasi setiap kategori dan menentukan satu orang yang berhak meraih piala Sawma di masing - masing kategori. Tahun lalu pada Sawma Awards 2011 , Piala Sawma Aktor Terbaik direbut oleh Isnah Nur Bintari dalam monolog Masmirah ( Arthur S. Nalan ) sedangkan Piala Sawma Sutradara Terbaik direbut oleh Dadi Reza Pujiadi dan Piala Sawma Pementasan Terbaik oleh Teater Lah Indonesia dalam pementasan Kasir Kita ( Arifin C Noer ) yang dimainkan oleh aktor Heri Windi Anggara.

 

 

Para peserta Sawma Awards 2012 adalah komunitas teater umum, kampus maupun teater sma di Bali yang sebelumnya telah mengajukan aplikasi pendaftaran festival kepada panita. Ke  18 monologer yang tampil tahun ini dari beragam komunitas di Bali. Beberapa diantaranya adalah wajah – wajah lama di panggung sawma yang telah tampil tahun lalu dan kini tampil lagi untuk kedua kalinya yakni Heri Windi Anggara ( Kelompok Sekali Pentas), Beny Dipo Pratama (  Kelompok 108 ), Linda Trisnayanti (Teater Orok ), Nanda Wahyu Saputra  ( Teater Teras),  Didi Saputra (Achillies Teater ) , juga mereka yang kerap tampil dalam beragam panggung teater di Bali namun untuk pertama kali tahun ini tampil di Sawma Awards yakni  Afif Mahfudz ( Umum ), Dear Ramos Damanik ( Koteka Singaraja ),  Desi Nurani (Teater Ilalang Singaraja ), Jaka Erlangga ( Teater Kini Berseri) ,  Johar Maknum ( Umum ) , Prema Dewi ( Teater Antariksa ),  Putu Noviani Pradhana  ( Teater Tiga ), Sri Prami Utari ( Teater Orok) ,  Syahrul Ardyansyah (Teater Topeng) , Vivi Indah Lukita ( Teater Bhisma ) , Sukma Nusantara  ( umum )  dan Wiwik Dwijayanti  ( Teater Solagracia Jembrana ).

 

 

 

Sawma Awards 2012 secara resmi digelar selama tiga hari di dua lokasi yang berbeda yakni pada hari Sabtu – Minggu,  7 – 8 April 2012 di Balai Bahasa Provinsi Bali , yang setiap hari menampilkan sembilan pertunjukan, dimulai dari pukul 10 pagi hingga pukul 5 sore.  Untuk malam puncaknya digelar pada hari Selasa pada tanggal 10 April 2012 pukul 6 sore di Penggak Men Mersi – Puri Kesiman yang menampilkan beragam pementasan seni dari para bintang dunia seni di Bali diantaranya Didon Kajeng, Kelompok Senja Hening, Teater Saet Unhi, Teater Kini Berseri, Siput Dance Company , Pameran sketsa oleh Citra Sasmita bertajuk Rupa Rupa Fatamorghana  dan pagelaran tari teatrikal oleh kelompok The Puch Collaboration yang merupakan kolaborasi seni musik, tari dan tembang , sebuah kolaborasi antar  negara yakni Indonesia, Polandia dan Madagaskar. 

 

Malam Puncak Penganugerahan Sawma Awards 2012 digelar di Penggak Men Mersi – Puri Kesiman menampilkan pementasan utama Monolog ‘Namanya Au’ dimainkan oleh Didon Kajeng. Didon Kajeng akan memainkan sebuah naskah yang diadaptasi dari cerpen karya sastrawati Fanny J Poyk  dalam bentuk sebuah pementasan monolog.  Disini akan kita saksikan kepiawaian Didon Kajeng yang terkenal dalam pentas – pentas monolog di Bali dari era 90an hingga kini.

 

Malam Penganugerahan Seni - Sawma Awards 2012 juga memberikan penghargaan tertinggi yakni Lifetime Achievement Awards kepada Ibu Suisnati atas pengabdian seumur hidup di bidang teater yang hingga kini berusia 70 tahun masih aktif tampil dalam tiap pagelaran teater yang dipimpin oleh Bapak Abu Bakar. Kecintaan dan kesetiaan Ibu Suis dalam dunia seni panggung cukup memberikan inspirasi kepada para generasi muda untuk terus belajar dan usia sungguh tidak menjadi faktor penghalang dalam berkarya. Ibu Suis lahir di Banyuwangi , 8 September 1042 dan mulai berkesenian di saat usia 12 tahun dari panggung ke panggung baik itu pentas wayang orang, kelompok ludruk, maupun ketoprak, hingga hijrah ke Bali pada tahun 1976 dan terlibat berbagai pementasan teater maupun film garapan Bapak Abu Bakar , diantaranya yang masih di ingat yakni film Bali Menangis  ( 2004), Pementasan Teater Kisah Cinta dan lain – lain ( 2005 ) dan pementasan teater Indonesia Luka ( 2011 ) di Bentara Budaya Bali.

 info lebih lanjut hubungi ( Moch Satrio Welang ) di XL 0878 6022 9862

Posted at 11:54 pm by satrio_welang
Make a comment  

Feb 15, 2012
BUKU ‘KARENA AKU TAK LAHIR DARI BATU’ OLEH 100 SASTRAWAN SE-INDONESIA DILUNCURKAN!

Di sela-sela merampungkan buku Antologi Cerpen Sastrawan Bali Lintas Generasi yang rencana akan terbit tahun depan ( 2013 ), Sastra Welang Publisher (SWP) kini meluncurkan sebuah antologi puisi 100 puisi penyair Indonesia dengan tema Ibu. Buku ini adalah  wujud apresiasi pada sosok Ibu se Indonesia yang telah memberikan banyak pengorbanan demi berputarnya roda kehidupan di zaman yang serba sulit di negeri ini sekarang.


Proses pengerjaan buku ini relatif cukup lama, dari proses  pengumpulan naskah se Nusantara, proses pengkurasian, hingga  proses percetakan dan lain – lain memakan waktu kurang lebih  dua tahun terhitung program dimulai pada bulan April 2010. Satrio Welang, penggagas program ini sempat dikagetkan dengan banyaknya jumlah karya yang masuk ke meja redaksi. “Saya tak menduga, begitu banyak yang antusias dan tertarik pada kegiatan ini,” ungkapnya penyair dan dramawan yang banyak berproses di Bali ini. Selama rentang waktu tersebut, redaksi telah menerima 356 puisi dari 356 penyair dari seluruh Indonesia.”


Setelah melalui proses yang panjang dan melelahkan, dewan kurator yang terdiri dari Warih Wisatsana , Oka Rusmini dan Moch Satrio Welang, menetapkan 100 karya puisi terpilih. Keseluruhan karya ini kemudian diterbitkan dengan judul “KARENA AKU TAK LAHIR DARI BATU” oleh Teater  Sastra Welang dengan divisi penerbitannya yakni Sastra Welang Publisher


Sebagai bentuk apresiasi setiap sastrawan yang karyanya terpilih dalam buku ini, penerbit mengirimkan 2 eksemplar buku. “ Buku ini merupakan wujud cinta kita para sastrawan pada pengorbanan para Ibu dalam membuat roda kehidupan di  muka bumi ini  berputar. Bayangkan  betapa  sulitnya para Ibu mengelola agar dapur tetap mengepul dengan  harga barang – barang  yang membumbung tinggi”, ujar Satrio Welang.  Buku ini juga diharapkan dapat diapresiasi oleh masyarakat   luas dengan kecintaan terhadap kesusastraan . “Semoga buku ini bisa diterima masyarakat, dan memberi arti bagi kampanye apresiasi jasa - jasa  Ibu tahun ini, semoga juga masyarakat  Indonesia lebih gemar membaca karya – karya kesusastraan Indonesia, yang sesungguhnya tidak kalah dari negara - negara lain. Indonesia memiliki kebudayaan sastra yang amat memukau selain sarat keindahan, sastra Indonesia banyak mengangkat tema – tema humanisme dan sosial yang sangat penting menjadi penyadaran kepada kaum pemegang kekuasan agar  tidak sewenang - wenang, ” tambah Welang. Buku ini dibandrol hanya dengan harga Rp. 35.000,-. Sementara keuntungan penjualan buku akan dipergunakan untuk mendukung kerja-kerja penerbitan Sastra Welang Publisher ke depannya. Juga guna memberi support pada gerakan seni, sastra, literasi dan budaya di Bali khususnya dan di Indonesia pada umumnya.


Peluncuran Buku ini akan digelar di Bentara Budaya Bali pada hari Minggu, 19 Februari 2012 pukul 7 malam.  Akan digelar  pula diskusi Ibu dalam Film,Sastra  dan Seni Rupa dengan pembicara sastrawati Oka Rusmini dan  moderator oleh sastrawati Purnamasari. Acara akan dimeriahkan dengan pembacaan puisi dalam buku ‘Karena Aku Tak Lahir dari  Batu’ oleh Agung Eksa Wijaya, Wayan  Sunarta, Ayu Winastri, Irwan  Bajang,Joan Valentina, Didon Kajeng, dll. Juga penampilan music blues oleh Yoga Fitrana Cahyadi, Musikalisasi  puisi oleh  Teater Merah, Dadi Reza Pujiadi dan Teater Saet UNHI Bali. Penampilan pentas drama oleh Teater Autentik - SMP Santo Yoseph Denpasar , sajian dramatisasi puisi oleh Teater Orok Universitas Udayana dan penampilan stand up comedy tema Ibu oleh Syahrul Ardyansyah Teater Topeng SMA 2 Denpasar. Sebelumnya, acara akan dibuka dengan pemutaran video klip  Ibu oleh Ayu Laksmi dari album Svara Semesta.    


Sastra Welang Publisher berkedudukan di Bali, berupaya menerbitkan karya sastra baik puisi , cerpen maupun novel. Buku terbitan pertamanya adalah Desa Kala Patra, Kumpulan Naskah Drama Temu Teater Mahasiwa Nusantara 7. Semoga langkah kecil ini, dapat menjadi bara kreatifitas bersama bagi setiap insan kreatif di Indonesia!

 


MENGENAI BUKU


Karena Aku Tak Lahir dari Batu
( Antologi 100 Puisi Tema Ibu Se Indonesia )
Kurator : Oka Rusmini , Warih Wisatsana, Moch Satrio Welang
Desain Sampul : Eko Bayu Saputra
Tata Letak : Yayan Triyansyah
Pemeriksa Aksara : Irwan Bajang
ISBN : 978-602-9149-56-2
Penerbit : SASTRA WELANG PUBLISHER


ENDORSEMENT BUKU KARENA AKU TAK LAHIR DARI BATU



IBU merupakan tema universal yang tak habis-habisnya diungkapkan para penyair. Tema ini akan tetap menarik karena setiap penyair selalu mempunyai sudut pandang yang berbeda. Dalam antologi puisi ini kita akan melihat bagaimana tema ibu diungapkan para penyair Nusantara dengan cara dan sudut pandang yang berbeda-beda itu.

                                                                                                Acep Zamzam Noor, penyair

 

 ----

 

DALAM khazanah kesusastraan Indonesia, Sebutlah yang paling terkenal sajak "Ibu" karya Zawawi Imron, sosok ibu senantiasa hadir sebagai representasi dari muasal yang dirindukan, cinta dan kemurnian kasih sayang, sesuatu yang kian langka di tengah realitas kekinian. Sejumlah karya dalam antologi ini kiranya bergerak dengan gagasan semacam itu. Ibu yang hadir dalam berbagai metafora dengan berbagai gagasan kesadaran dan ekplorasi tematik yang menarik. Saya kira, antologi puisi yang sepenuhnya meletakkan ibu sebagai tema pokok ini, bisa turut mewarnai keragaman tema dalam dunia perpuisian Indonesia. Terlebih dalam konteks hari ini ketika semua orang kian menyangkal ibu sejarah dan tradisinya, seperti Malinkundang.   

                                                                                                       Ahda Imran, penyair dan esais

 

 

 

 

 ----

 

IBU adalah puisi itu sendiri. Ibu lah tempat berangkat segala insan. Dari keteduhan rahim ibu kkita ke luar menemui dunia yang indah dan pedih ini. Buku seratus puisi buat ibu, pada dasarnya adalah seratus ungkapan akan indah dan pedihnya dunia yang dihayati seorang anak manusia sebagai persembahan pada pada asal-usul mereka, Sang Ibu. 

                                                                                                           Agus R. Sarjono, Penyair
                                                                                                           Pemimpin Redaksi Jurnal Kritik

                                                                                                  


 

 

 ----

 

PUISI -puisi dalam kumpulan puisi Ibu ini sangat dapat diduga, yaitu hampir semua bergaya liris melankolik. Kelihatan betul niat penyairnya untuk menjunjung sosok Sang Ibu. Tentu niat baik seperti ini patut kita hargai. Akan tetapi, harus dibedakan antara “ibu” sebagai sosok human dari “ibu” sebagai tanda bahasa.  Pada tahap pertama, menurut saya, kesusastraan tidak berurusan dengan sosok human ibu, melainkan dengan tanda-tanda bahasa yang disepakati sebagai “ibu”. Dengan kata lain sosok ibu dalam puisi-puisi ini adalah tanda bahasa “ibu” yang mencoba membawakan sosok human ibu ke dalam wacana. Namun harus diingat bahwa kesusastraan barulah bisa mencapai tahap kedua, dalam konteks tema buku ini, yaitu meng-ada-kan sosok ibu sebagai human, jika tahap pertama telah dilewati. Apakah telah demikian? Mari kita nikmati dan pikirkan bersama.  

                                                                                                          Pranita Dewi, Penyair Bali 
                                                                                                          Penulis Buku ‘Pelacur Para Dewa’

‘

 

 

 

 ----


MEMBACA puisi-puisi ini, kita diingatkan : betapa masih ampuhnya kata-kata disusun untuk menguliti hati dan pikiran. Itu sebabnya : puisi tetap ditulis.Untuk memberi jendela kecil bagi kehidupan yang makin mekanis ini.

                                                                            

                                                                              Oka Rusmini, Sastrawan Bali 
                                                                             
Kurator buku puisi ‘Karena Aku Tak Lahir Dari Batu’

 

 

 

 ----

BUKU puisi ini menghadirkan dunia perempuan dalam berbagai perspektifnya, baik sebagai sosok simbolis atau figur sehari-hari, bertutur perihal pergulatan kaum Ibu di tengah budaya patriaki yang dirasa tidak adil. Beberapa diantaranya berhasil memadukan kekuatan gagasan dan keelokan bahasa yang terjaga, memberi insprirasi dan mencerahkan. 

   

                                                                            Warih Wisatsana , Sastrawan Bali
                                                                            Kurator Buku ‘Karena Aku Tak Lahir Dari Batu’

 

 

 

 ----

 

DAFTAR 100 SASTRAWAN BUKU KARENA AKU TAK LAHIR DARI  BATU
http://www.facebook.com/notes/moch-satrio-welang/daftar-100-penyair-dalam-antologi-100-puisi-tema-ibu-se-indonesia/10151058674610117


Salam Hormat,


MOCH SATRIO  WELANG


Email : mochsatriowelang@gmail.com
No HP: 0878 6022 9862

Posted at 07:11 pm by satrio_welang
Make a comment  

Dec 22, 2011
ANTOLOGI PUISI SE-INDONESIA 'KARENA AKU TAK LAHIR DARI BATU' -

Sebuah persembahan untuk seluruh Ibu...

 

TELAH TERBIT:

 

Antologi 100 Puisi Tema Ibu Se Indonesia

 

KARENA AKU TAK LAHIR DARI BATU

 

Dapatkan sebuah persembahan untuk Ibu, dimana akan anda dapatkan 100 penyair se Indonesia menulis 100 puisi tentang Ibu. Sebuah buku yang menginspirasi.. Sebuah kado untuk Ibu..

 

Karena Aku Tak Lahir dari Batu

( Antologi 100 Puisi Tema Ibu Se Indonesia )

Kurator : Oka Rusmini , Warih Wisatsana, Moch Satrio Welang

Desain Sampul : Eko Bayu Saputra

Tata Letak : Yayan Triyansyah

Pemeriksa Aksara : Irwan Bajang

ISBN : 978-602-9149-56-2

Penerbit : SASTRA WELANG PUBLISHER

 

Harga : Rp. 35.000

Luar bali : Rp. 50.000 ( plus ongkos kirim)

 

Pemesanan Hubungi : Moch Satrio Welang ( 0878 6022 9862)

 

 

SASTRA WELANG PUBLISHER berterimakasih kepada :

Indie Book Corner , Irwan Bajang, Yayan Triyansyah, Warih Wisatsana, Oka Rusmini, Ayu Laksmi, Cok Sawitri, Phalayasa Sukmakarsa, Ahmad Imran, Rosad, Wulan Hard Rock Hotel, Oka Astawa, Made Sugianto, Lindia Palupi, dan kawan kawan semua yang tak mampu kami sebutkan satu persatu.. Terutama kepada 100 penyair se Indonesia yang telah mendukung penerbitan buku ini… ( Setiap penulis dalam antologi ini akan dikirimkan dua buah buku , ke alamat masing masing )

 

Ke 100 Penyair Antologi : KARENA AKU TAK LAHIR DARI BATU

 

ADHY RICAL - KENDARI

AKHMAD NURHADI MOEKRI – SUMENEP

AKHYAR FUADI – AGAM (SUMATERA BARAT)

ALEE KITONANMA – PADANG

ANDI MAGADHON – YOGYAKARTA

ANISAH ROKHIMATULKHAIR ATMAJANINGTYAS – WONOSOBO

ARDY KRESNA CRENATA – BOGOR

ARI NENDRA – SOLO

ARIF HIDAYAT – PURBALINGGA

ARRY SYAKIR GIFARI – TANGGERANG

ARUM FATIMA – YOGYAKARTA

ASSYAFA JELATA – SERANG

AWAN TENGGARA – BEKASI

AYU DIAH CEMPAKA – DENPASAR

AYU WINASTRI – DENPASAR

BADRUL MUNIR CHAIR – YOGYAKARTA

BAGUS PRANA – PURWOKERTO

BODE RISWANDI – TASIK MALAYA

BUDHI SETYAWAN – BEKASI

BUNDA MATAHATI – DEPOK

DADI REZA PUJIADI – DENPASAR

DEA ANUGRAH – YOGYAKARTA

DG KUMARSANA – LOMBOK

DIAH BUDIANA – BANDUNG

DICKY TEARA – SUMENEP

DS PRIYADI – YOGYAKARTA

DWI RAHARIYOSO – PONOROGO

DYAH SETYAWATI – TEGAL

EFFENDI DANATA – LOMBOK

EKO PUTRA – MUSI BANYUASIN SUMATERA SELATAN

FAKHRIZAL EKA, SP – JAMBI

FATIMUL HUSAIN – YOGYAKARTA

FARADINA IZDHIHARY – MALANG

HASAN BISRI – JAKARTA

HENDRA UTAY – DENPASAR

HOLY ADIB – PADANG

HUSEN ARIFIN – MALANG

I PUTU AGUS SUTRARAMA – TABANAN

INDAH IP – SURABAYA

INDY EDELWEISS – SEMARANG

IRIANTO IBRAHIM – KENDARI

IRWAN BAJANG – YOGYAKARTA

IRWAN KUSUMAWARDANA – YOGYAKARTA

ISBEDY STIAWAN ZS – LAMPUNG

ISYKA SYUKRIYA – BANTUL

JOAN VALENTINA RACHMA ASSYAKIRA – DENPASAR

JUNIAR HENDRIK WILLIAM LUMANKUN – NUSA DUA

KHAIRUL HUDA – DENPASAR

KHOER JURZANI – CIANJUR

LAKSMI HERDIANA PUTRI – SUMENEP

LAILATUL KIPTIYAH – BLITAR

MUTIAH AYU RASTA - MUSI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN

MUDA WIJAYA – DENPASAR

AMING AMINOEDHIN – SURABAYA

MEGITA OKTAVIA

M. MAHFUDZ FAUZI S. – LAMPUNG

M SUSANTO EDISON – DENPASAR

NOVAL JUBBEK -  MALANG

NOVIANA KUSUMAWARDHANI – UBUD

NAHDHO NUR – SUMEDANG

NADYA NADINE – SURABAYA

NUROCHMAN SUDIBYO YS. – TEGAL

OVIANTY – JAKARTA

O'ONKS EL – KEMARUNG – SUMENEP 

OLAN SANSEVIERA – CIREBON

PRINGADI ABDI SURYA – JAKARTA

PUTRI F.R.PRATAMA – SURABAYA

QUR’ANUL HIDAYAT IDRIS – SEMARANG

RAHMAT HELDY HS – SERANG BANTEN

RESTU ASHARI PUTRA – DEPOK

RIO FITRA SY – PADANG

RIZA MULTAZAM LUTHFY – MALANG

RIVO SHAFTRIA SY – PESISIR SELATAN 

RISWAN HIDAYAT – YOGYAKARTA

RUDY RAMDANI – PURWAKARTA

RYAN RACHMAN – PURWOKERTO

SYAIFUL BAHRI – SUMENEP

SYARIF HIDAYATULLAH – DEPOK

SETIYO BARDONO – DEPOK

SELI DESMIARTI – PURWAKARTA

SHITA RAHUTOMO – BANDUNG

SURAJIYA – YOGYAKARTA       

SOSIAWAN LEAK – SOLO

SUGUH KURNIAWAN – BANDUNG

SHINTA MIRANDA – JAKARTA

SHAFIRA SULAIMAN – BANDA ACEH

SITI FATIMAH – SURABAYA

TATANG RUDIANA ALGHIFARI – TASIKMALAYA

TITIKECIL YASMINA – BANDUNG

WAYAN SUNARTA – DENPASAR

WISNU ADITYA PRATOMO – SUMEDANG

WINARTI – SURABAYA

YOYONG AMILIN – JAKARTA

YULI ARISTA – CEPU

YOGIRA YOGASWARA – BANDUNG

YOGI PRASTIYO – JAKARTA

 

 

Endorsements oleh ACEP ZAMZAM NOOR

AHDA IMRAN

AGUS R. SARJONO

PRANITA DEWI

OKA RUSMINI

WARIH WISATSANA

 

 

Agenda Kedepan:

BOOK LAUNCHING ‘Karena Aku Tak Lahir dari Batu’ di bulan Januari 2012

ROAD SHOW DAN LOMBA BACA PUISI' Karena Aku Tak Lahir dari Batu' di bulan Februari 2012

 

Semoga langkah kecil ini, dapat menjadi bara kreatifitas bersama!

Selamat Hari Ibu, Mari sayangi Ibu!

 

 

Salam Hormat,

Moch Satrio Welang
mochsatriowelang@gmail.com
0878 6022 9862

Kunjungi
http://www.facebook.com/media/set/?set=a.2636715089550.126229.1605682460&type=3#!/photo.php?fbid=2636720089675&set=a.2636715089550.126229.1605682460&type=3&theater

Posted at 09:13 am by satrio_welang
Make a comment  

Sep 8, 2011
JADWAL PEMENTASAN PARADE TEATER SE BALI 2011

Berikut adalah Jadwal Pementasan Parade Teater Se-Bali di Art Center Gedung Ksirarnawa 9-19 september 2011

Jumat, 9 September 2011, 20.00 WITA
Tempat: Ksirarnawa
TEATER KINI BERSERI (Denpasar)
Naskah: Kisah Cinta dan Lain-lain (Arifn C Noer)

Sabtu, 10 September 2011, 20.00 WITA
Tempat: Kalangan Angsoka
BALI EKSPERIMENTAL TEATER (Jembrana)
Naskah: Rezim (Nano Da Kansas)

Minggu, 11 September 2011, 20.00 WITA
Tempat: Ksirarnawa
TEATER SASTRA WELANG (Denpasar)
Naskah: Orang Kasar (Anton Chekov)

Selasa, 13 September 2011, 20.00 WITA
Tempat: Ksirarnawa
TEATER SERIBU JENDELA (Buleleng)
Naskah: Kereta Kencana (Eugene Ionesco)

Kamis, 15 September 2011, 20.00 WITA
Tempat: Ksirarnawa
TEATER JINENG (Tabanan)
Naskah: Nyai Ontosoroh (R Giryadi)

Sabtu, 17 September 2011, 20.00 WITA
Tempat: Ksirarnawa
TEATER LAH 24 (Denpasar)
Naskah: Antigone (Sophokles)

Minggu, 18 September 2011, 20.00 WITA
Tempat: Kalangan Angsoka
SANGGAR KAMPUNG SENI BANYUNING (Buleleng)
Naskah: Tantri (Putu Satria)

Senin, 19 September 2011, 20.00
Tempat: Ksirarnawa
TEATER BENDRAT (Denpasar)
Naskah: Pesta Para Pencuri (Jean-Annoulih)

Posted at 01:38 am by satrio_welang
Make a comment  

PARADE TEATER ARTI SE BALI 2011 - ARTI FOUNDATION

Taman Budaya Provinsi Bali bekerjasama dengan Arti Foundation menyelenggarakan Parade Teater Se-Bali tahun 2011 mulai 9 hingga 19 September mendatang. Parade Teater ini diikuti oleh 8 grup teater dari 4 kabupaten kota di Bali.

8 Grup teater ini berasal dari Denpasar, Tabanan, Buleleng, dan Jembrana. Kedelapan grup itu akan pentas di Taman Budaya atau Art Centre mulai tangal 9 hingga 19 September 2011 pukul 20.00 Wita dengan harga tiket masuk sebesar Rp 5.000 untuk satu kali pertunjukan.

Ketua Panitia Parade Teater Se-Bali 2011, Dewa Palguna, menyatakan parade teater ini merupakan kelanjutan dari ide Arti Foundation yang pernah digagas sebelumnya. Dewa berharap dalam parade teater kali ini, ada tafsir baru terhadap naskah, baik naskah lama maupun naskah baru.

“Latar belakang dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah adanya rasa rindu masa-masa tahun 1980 an dimana teater di Bali tumbuh di mana-mana, kita rindu suasana itu,” kata Dewa palguna, di Denpasar (24/8/2011).

Lewat acara ini, lanjut Palguna, apresiasi masyarakat khususnya di Bali terhadap seni teater akan semakin baik. “Lewat parade teater ini kita mulai hembuskan lagi dunia seni teater agar hidup kembali seperti seni  lainnya di Bali,” ujarnya.

Ketua Yayasan Arti Denpasar, I Kadek Suardana menambahkan, dunia seni teater di Bali mencapai kejayaan di era tahun 1980 an dimana waktu itu grup teater marak muncul di Bali.

“Tahun 1990 an,  dunia seni teater di Bali hancur. Penyebab utama karena faktor pembiayaan, ini karena dalam dunia teater semuanya usaha sendiri, jadi sering tekor dalam pembiayaan. Anak-anak teater juga banyak yang keluar Bali untuk bekerja,  jadi mereka tidak bisa profesional dalam hal waktu. Syukur masih ada kelompok teater di sekolah, jadi masih ada yang eksis,” kata Kadek.

Sementara Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Bali Ketut Mantara Gandi menyatakan dunia teater di Bali belum berkembang dengan baik. Oleh karena itu pihaknya selalu pengelola taman budaya atau art centre memberi ruang bagi dunia seni  teater lewat penyelenggaraan parade teater se Bali ini. (dev)

Sumber: www.beritabali.com

Posted at 01:37 am by satrio_welang
Make a comment  

Jul 22, 2011
PELUNCURAN ' LELAKI YANG MEMBELAH BULAN'

Peluncuran Buku Kumpulan Cerpen ' Lelaki yang Membelah Bulan' karya Noviana Kusumawardhani..

Seorang cerpenis yang juga berprofesi pembaca kartu tarot ini akan berbagi pengalaman kreatif dalam hal penulisan karya sastra cerpen yang menjadi media untuk berekspresi dalam menyampaikan gagasan - gagasan kreatif yang penuh pemikiran mendalam dan sungguh filosofis

Noviana Kusumawardhani berusaha mendobrak tataran klasik pemaparan kisah dalam cerpen. Lompatan - lompatan yang lincah. Imaginasi liar yang anggun berayun - ayun, membuat Buku ini menjadi referensi wajib beli oleh pecinta sastra Indonesia. Goenawan Mohammad sendiri memberikan tulisan pembuka dalam buku tersebut.

Bagaimana kisah dibelakang layar dalam pembuatan kisah - kisah yang sungguh menginspirasi itu ? Ingin mengenal lebih dekat sosok Noviana Kusumawardhani ? Mari kita sharing bersama dalam gelar

PELUNCURAN - BUKU CERPEN ' Lelaki yang Membelah Bulan'

menghadirkan
NOVIANA KUSUMAWARDHANI

Moderator : MOCH SATRIO WELANG

Dramatic Reading : ISNAH NUR BINTARI
                               Cerpen Penari Hujan karya Noviana Kusumawardhani

Musikalisasi Puisi : HERI WINDI ANGGARA
                             Puisi 'Percakapan Pagi' karya Oka Rusmini
                             Puisi 'Biar Aku' karya Moch Satrio Welang

Jazz Akustik        : YOGA FITRANA CAHYADI
                             Puisi 'Mencari Rumah' karya Noviana Kusumawardhani
                             Girl from Tokyo karya Yoga Fitrana Cahyadi

NOVIANA KUSUMAWARDHANI Adalah seorang dosen, penulis, kreator, pembicara, penerima banyak penghargaan di bidang komunikasi. Lulusan Universitas Gajah Mada untuk jurusan Komunikasi massa pada tahun 1992. Mendapatkan beasiswa dari program AFS di Universitas Ellesmere, Christchurch, New Zealand pada tahun 1987. Mengawali karir sebagai penulis di saluran Televisi Nasional Indosiar sebelum terjun ke dunia periklanan di tahun 1994 sebagai produser. Mendapat penghargaan Piala Citra Pariwara, Asia Pasific Media Award. Juga sempat mengajar di Universitas Mercubuana Jakarta. Saat ini menetap di Ubud Bali.


Kunjungi juga karya Noviana Kusumawardhani dalam Antologi Puisi 21 Penulis Bali - KERANDA EMAS

http://kerandaemas.blogspot.com/2009/04/noviana-kusumawardhani.html

Posted at 11:39 am by satrio_welang
Make a comment  

Jun 1, 2011
PERAIH ANUGERAH SAWMA 2011: TeaterLah 24 dan Isnah Nur Bintari

Daftar penerima Piala SAWMA – Sastra Welang Monologue Awards 2011  telah diumumkan kemarin di Bentara Budaya Bali, 31 Mei 2011. Para aktor yang telah berlaga hadir bersama tamu – tamu undangan lainnya dalam besutan busana etnik yang menambah nuansa seni kian terasa. Keenam piala SAWMA yang diperebutkan adalah Piala Aktor Terbaik, Piala Penata Musik Terbaik, Piala Penata Artistik Terbaik, Piala Sutradara Terbaik, Piala Manajemen Produksi Terbaik dan Piala Pementasan Terbaik. Penghargaan paling bergengsi yakni piala pementasan terbaik jatuh pada pementasan Kasir Kita ( teaterLah 24 , aktor Heri Windi Anggara), piala sutradara terbaik jatuh pada Dadi Reza Pujiadi ( teater Lah 24), sementara Piala Aktor Terbaik jatuh pada Isnah Nur Bintari , yang bermain mewakili perseorangan, dan berhasil memikat hati juri dengan tampil penuh kematangan peran dan natural. Dewan juri yakni Cok Sawitri, Putu Satria Kusuma dan Moch Satrio Welang.


Malam itu dengan dibacakan oleh para aktor Bali lintas generasi, pemberian penghargaanberjalan meriah.   Tampil malam itu, Pranita dewi , Cok Sawitri , Isnah Nur Bintari, Warih Wisatsana, Frischa Aswarini dan masih banyak lagi. Malam itu piala tertinggi yakni Lifetime Achievement Awards jatuh pada Bapak AbuBakar yang telah berusia 64 tahun dan mulai berkesenian teater di Bali sejak tahun 1964 silam.

Sebuah pagelaran seni, SAWMA – Sastra Welang Monologue Awards 2011 digelar oleh Teater Sastra Welang sebagai penanda babak baru dunia seni pertunjukan teater modern di Bali. Acara yang dipandu oleh Moch Satrio Welang ini menampilkan  pementasan utama yakni pentas monologue Bahaya Racun Tembakau karya Cok Sawitri dengan mengadaptasi pertunjukan seni tradisi yakni Pentas Arja Siki. Cok Tampil begitu prima, dengan menggunakan set ala tradisi lengkap dengan langse ( tirai tradisi) dan mike mike gantung yang biasa dipakai dalam pertunjukan arja.

Nyoman Sura juga tampil menakjubkan dengan membawakan garapan teranyarnya yang bertajuk Circle of Life. Sura menari bersama beberapa penari , membawakan simbol – simbol kehidupan dalam tariannya. Muda Wijaya melalui Teater Mimbanya juga tampil unik, yakni pementasan dramatisasi puisi yang bertajuk Kalimah Nangroe. Tampil juga beberapa sastrawan muda Bali, seperti Pranita Dewi, Putu Rastiti dan Ketut Sudiani yang tampil membacakan puisi.

SAWMA merupakan sebuah program pemanggungan monolog yang memiliki konsep unik yakni berupa rangkaian kegiatan yang diawali dari workshop teater , pemanggungan, dan malam puncak penganugrahan seni.

Berikut ini daftar para pemenang :

  1. KATEGORI PEMENTASAN TERBAIK :
    - Surat Kepada Setan ( Teater Kini Berseri )
    - Balada Sumarah ( Teater Orok )
    - Kucing Hitam ( Teater Lajose )
    - Aut ( Lensa Merah )
    - Kasir Kita  ( Teater Lah24) PEMENANG
  2. KATEGORI SUTRADARA TERBAIK
    Ferry Bhatthara ( Lensa Merah )
    Yurika Ari Mahayuni ( Teater Tiga )
    Sri Prami Utari ( Teater Orok )
    Dadi Reza Pujiadi ( Teater LAH 24 ) PEMENANG
    Isnah Nur Bintari ( Isnah Nur Bintari )
  3. KATEGORI AKTOR TERBAIK
    Heri Windi Anggara ( Teater Lah24 )
    Isnah Nur Bintari ( Isnah Nur Bintari ) PEMENANG
    Ferry Bhatthara (Lensa Merah )
    Nanda Wahyu Saputra ( Teater Teras )
    Linda Trisnayanti ( Teater Orok )
  4. KATEGORI PENATA MUSIK TERBAIK :
    Widi ( Balada Sumarah - Teater Orok)
    Heri Windi Anggara ( Kasir Kita – Teater LAH 24 )
    Dede Nabela Dara ( Marsinah Menggugat - Teater Tiga ) – PEMENANG
    Legu Adi Wiguna ( Kasir Kita – Teater Kini Berseri )
    Ferry Bhatthara ( Aut – Lensa Merah )

      5. KATEGORI PENATA ARTISTIK TERBAIK :
          Adi Purwanto ( Marsinah Menggugat – Teater Tiga)
          Ferry Bhatthara ( Aut – Lensa Merah )
          Heri Windi Anggara ( Kasir Kita – Teater LAH 24 )
          Jessica Putri (Masmirah – Teater Topeng) 
          Amalia Hazman ( Kucing Hitam – Teater La Jose ) - PEMENANG


         6. KATEGORI MANAJEMEN PRODUKSI TERBAIK
          Teater Kini Berseri ( Surat Kepada Setan dan Kasir Kita) - PEMENANG

          Teater Antariksa ( Tolong )
          Teater Tiga ( Marsinah Menggugat )
          Teater Orok ( Balada Sumarah dan Marsinah Menggugat ) 
          Teater Teras ( Surat Kepada Setan )


       7. PIALA LIFETIME ACHIEVEMENT AWARDS : ABU BAKAR ( 67 )

Daftar Pembaca Nominasi  :

       1. Piala Penata Musik : Indra Parusha dan Frischa Aswarini
       2. Piala Penata Artistik : Didi Saputra dan Yolanda Zara
       3. Piala Manajemen Produksi : Indra Purnama , Dewa Aditia dan Putu Ardi
       4. Piala Sutradara        : Pranita Dewi dan Isnah Nur Bintari
       5. Piala Aktor                : Joan Valentina, Novi Dwijayanti dan Muda Wijaya
       6. Piala Pementasan : Cok Sawitri

 

Posted at 08:56 pm by satrio_welang
Make a comment  

Next Page

BALI ART ETALASE merupakan jaringan seni yang memuat kabar terkini dunia seni di Bali, termasuk dunia seni teater, tari, kesusastraan, lukis, musik dan film. Dukung dengan mengirimkan berita seputar seni ke email : baliartetalase@yahoo.com BALI ART ETALASE is creatively created as the Art Network for any current news and information of theater show, dance, painting, literature, music and movie event in Bali.Support this network by dropping any news on those circuit, to baliartetalase@yahoo.com
   

<< May 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31

Internet Sehat

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed