Terbuka untuk Umum :
Teater Sastra Welang dalam rangka Parade Teater Arti Se - Bali 2012,
membuka kesempatan kepada kawan kawan yang ingin bermain teater untuk
berproses bersama kami. Teater Sastra Welang akan membawakan naskah
bertajuk PRESIDEN KITA TERCINTA karya Agus Noor, sutradara Hendra Utay
dan saat ini masih membuka peluang kepada kawan kawan yang ingin
bergabung dengan proses ini bermain bersama Moch Satrio Welang, Ferry
Bhatthara, Novi Dwi Jayanti, Lisna Efendi, Tebo Barong, Astari Gezali,
Anisa Maulinasari, Nanda Cakwe , Anjas Antariksa dll . Untuk jadwal
Audisi yakni Jumat, 27 April 2012 Jam 4 Sore di Art Center , untuk
informasi lebih lanjut hub Pemimpin Produksi : Anisa Maulinasari ( 0859
353 433 11) dan Ayu Nurfita ( 0878 6260 5305 ) , Salam Budaya, TSW
NANDA WAHYU SAPUTRA, PERAIH PIALA AKTOR TERBAIK SAWMA AWARDS 2012
Tak disangka sangka perebutan
piala yang paling diburu yakni piala aktor terbaik dalam The 2nd
Sawma Awards ( Sastra Welang Monologue Awards 2012 ) akhirnya jatuh kepada
seorang aktor yang lahir di Lamongan, 1 Juni 1995 dari Teater Teras SMAN 1
Kuta, yaitu Nanda Wahyu Saputra. Nanda bermain cemerlang dalam pementasan
monolog bertajuk Kucing karya Putu Wijaya dan disutradarai oleh Miftahul Ulum. Dewan
juri yang terdiri dari Agung Eksa Wijaya, Mira Astra dan Hendra Utay sepakat
bahwa kemampuan permainan Nanda dalam naskah Kucing ini adalah mampu bermain
komunikatif, yang sanggup menyampaikan kegelisahan naskah sampai kepada
penonton dengan berbagai nuansa adegan. Walaupun gagal mendapat piala pementasan
terbaik ( Pentas Trik ) dan sutradara terbaik ( Indra Parusha ) tahun ini yang diborong oleh teater Kini
Berseri, namun Nanda Wahyu Saputra dinilai berhasil menampilkan kemampuan akting
yang jernih dan enak dinikmati. Nanda juga berhasil mengalahkan para saingan
beratnya di kategori aktor terbaik ini , diantaranya aktor yang sudah kerap
tampil dalam panggung teater yakni Heri Windi Anggara, Linda Trisnayanti , Jaka
Erlangga dan Benny Dippo Pratama. Ini penampilan kedua kalinya untuk Nanda Wahyu Saputra di ajang Sawma Awards,
dimana tahun lalu ( Sawma Awards 2011) ia hanya mendapat
nominasi untuk actor terbaik
dengan membawakan naskah Surat Kepada Setan karya Putu Wijaya. Nanda
sangat
bersyukur atas kemenangannya tahun ini, saat aktris Lisna Effendi dan
Novi Dwi Jayanti mengumumkan namanya sebagai aktor terbaik Sawma Awards
2012 di Malam Penganugerahan tempo lalu , Ini sungguh kegembiraan luar
biasa
buat saya dan kerja keras kawan kawan, siang dan malam. Pementasan
Kucing
mengantarkan saya meraih piala aktor terbaik ini merupakan cambuk agar
kami
dapat lebih kreatif lagi di masa masa depan. Dengan meraih piala
Aktor
Terbaik ini , maka Nanda dan empat nominator lain di kategori Aktor
Terbaik,
akan langsung mendapat tiket untuk tampil di ajang Sawma Awards 2013
tahun
depan.
Dalam rangkaian pagelaran SAWMA AWARDS , Malam Penganugerahan adalah malam yang paling ditunggu tunggu, sebuah perayaan seni yang memberikan penghargaan atas pencapaian kreatif para insan teater modern dalam pementasan Monolog. Ke tujuh piala Sawma tersebut dibagikan, yakni Piala Penata Musik Terbaik, Manajemen Produksi Terbaik, Penata Artistik Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor Terbaik hingga Pementasan Terbaik. Tak ketinggalan pula Piala Sawma tertinggi yakni Piala Lifetime Achievement Awards, piala pengabdian seumur hidup di bidang teater.
Setelah menyaksikan 17 pementasan dari seluruh pelosok Bali, Dewan Juri yang terdiri dari para veteran teater modern Bali yakni , Agung Eksa Wijaya, Hendra Utay dan Mira Astra akhirnya menetapkan para pemenangditiap kategori yang dibacakan oleh para bintang bintang teater modern bali, yakni Indra Parusha, Maulana Putra Dandiasri, Indra Purnama, Lisna Effendi, NoviDwi Jayanti, Rahajeng Kisna, Heri Windi Anggara , Astari Gezali, Afif Mahfudz, Linda Trisnayanti, Dadi Reza Pujiadi, Henny Santi dan Mira Astra.
Peraih Penghargaan
Adapun piala Pementasan Terbaikdirebut oleh Teater Kini Berseri dalam pementasan Trik karya Putu Wijaya dengan Aktor Jaka Erlangga, dimana para juri sepakat bahwa penampilan pentas trik, sangat utuh dan setiap element pementasannya digarap maksimal. Bukan hanya Piala Pementasan Terbaik, Indra Parusha , sang sutradara dari teater Kini Berseri ini juga memboyong Piala Sutradara Terbaik dalam pementasan yang sama. Sementara pertarungan sengit terjadi pada piala Aktor Terbaik, dewan juri sempat mengalami perdebatan panjang mengingat para penampil sama sama telah memberikan penampilan maksimalnya. Tampil sebagai Aktor Terbaik adalah Nanda Wahyu Saputra dari Teater Teras yang membawakan monolog Kucing karya Putu Wijaya. Nanda berhasil mengalahkan saingan saingan beratnya seperti Linda Trisnayanti, Heri Windi Anggara, Benny Dipo Pratama dan Jaka Erlangga. Dan piala kategori lain juga diberikan yakni Penata Musik Terbaik oleh Andika Pratama dari Teater Orok ( Nyanyian Angsa) , sedangkan Piala Penata Artistik Terbaik jatuh pada Maulana Putra Dandiasri dari Teater 108 dalam pementasan Nagina. Sementara dari Panitia Sawma memutuskan Piala Manajemen Produksi Terbaik diraih oleh Fitri Gayatri dari Teater Antariksa dalam pementasan Namaku Skizo .
Piala Sawma tertinggi, yakni Lifetime Achievement Awards tahun ini diberikan kepada Ibu Suis yang telah berusia 70 tahun namun masih aktif dalam panggung teater di Bali. Ibu Suis tampil ke panggung dan berbincang bincang mengenai perjalanan panjangnya di dunia seni pertunjukan sejak berusia 12 tahun. Dimulai dari pentas pentas seni tradisi , seperti ketoprak, ludruk, wayang wong hingga ke berbagai film dan sinetron tvri, dan beragam pementasan teater modern yang digarap oleh Bapak Abu Bakar.
Bertabur Bintang
Awarding Night di tahun ke dua ini digelar di art space Penggak Men Mersi Puri Kesiman,Selasa 10 April 2012. Seperti tradisi Awarding Night Sawma Awards, para bintang panggung memberikan aksi mereka yang membuat malam penganugerahan menjadi penuh makna. Diantaranya Aktor Bali era 90an, Didon Kajeng yang tampil prima dalam Monolog 'Namanya Au' karya Fanny J Poyk. Malam itu juga dimeriahkan oleh penampilan Musikalisasi oleh Senja Hening, Fusion dance oleh Siput Dance Company, Theatrical Performance oleh Seni Rupa dan Saet Unhi Bali, Pentas Parody oleh Teater Kini Berseri, juga penampilan The Puch Collaboration, sebuah pentas seni kolaborasi tiga Negara , Indonesia, Polandia dan Madagaskar. Moch Satrio Welang selaku penggagas acara menyampaikan bahwa tujuan acara ini adalah selain sebagai ruang apresiasi seni pertunjukan monolog, juga sebagai ajang untuk menggalang kekuatan bersama di dunia panggung teater, bahwa kami menolak mati. Ruang sekecil apapun akan kami manfaatkan untuk berkreasi, dan menunjukkan yang terbaik, dengan harapan teater bisa lebih digemari oleh masyarakat, karena sudah terbukti teater memberikan banyak pengaruh positif dalam karakterisasi kepribadian seorang individu untuk menjadi mandiri, tangguh, penuh empati, dan berlatih bertanggung jawab dalam proses berkomunitas.
BERIKUT DAFTAR PENERIMA PIALA
SAWMA AWARDS 2012
1. PEMENTASAN TERBAIK : TRIK( Jaka Erlangga - Teater Kini
Berseri ) Nominasi : - NAMAKU SKIZO ( Linda Trisnayanti
Teater Orok )
- KUCING ( Nanda Wahyu Saputra Teater Teras ) - SUARA DARI SEBERANG ( Heri Windi
Anggara Kelompok Sekali Pentas )
- NAGINA ( Benny Dipo Pratama Teater 108 )
2. AKTOR TERBAIK : NANDA WAHYU SAPUTRA ( Kucing - Teater
Teras )
Nominasi :
- Jaka Erlangga ( Trik Teater Kini Berseri ) - Linda Trisnayanti ( Namaku Skizo
Teater Orok )
- Benny Dipo Pratama ( Nagina Teater 108 ) - Heri Windi Anggara ( Suara dari
Seberang - Kelompok Sekali Pentas )
3. SUTRADARA TERBAIK : INDRA PARUSHA
( TRIK - Teater Kini Berseri ) Nominasi :
- Heri Windi Anggara ( Suara dari Seberang Kelompok Sekali Pentas )
- Kurniawan Adi Putra ( Nagina Teater 108 )
- Miftahul Ulum ( Kucing Teater Teras )
- Febrian Niko Wijonarko ( Namaku Skizo Teater Orok )
4. PENATA MUSIK TERBAIK : ANDIKA PRATAMA ( Nyanyian Angsa -
Teater Orok )
Nominasi :
- Gracie ( Trik Teater Kini Berseri ) - Olfi Syahrul Nasution ( Trik Afif
Mahfudz )
- Joshua Raymond ( Kucing Teater Teras )
- Bayudani Bachtiar ( Nyanyian Angsa Teater Topeng )
5. PENATA ARTISTIK TERBAIK : MAULANA
PUTRA DANDIASRI ( Nagina Teater 108 )
Nominasi : - Komang Adi Wiguna ( Trik Teater Kini Berseri )
- Heri Windi Anggara ( Suara dari Seberang Kelompok Sekali Pentas ) - Nikki Asvikarani ( Kucing Teater
Teras ) - Widiana Surya ( Namaku Skizo Teater
Orok )
6. MANAJEMEN PRODUKSI TERBAIK: FITRI
GAYATRI ( Namaku Skizo Teater Antariksa ) Nominasi :
- Anisa ( Nyanyian Angsa Namaku Skizo Teater Orok)
- Ira Kusumawardhani ( Nyai Dasima Teater Tiga ) - Novita ( Nyai Dasima Teater Bhisma )
- Arya Wigita ( Kucing Teater Teras )
7. Lifetime Achievement
Awards : IBU SUIS ( 70 thn)
Dewan Juri :
AGUNG EKSA WIJAYA
MIRA ASTRA
HENDRA UTAY
The 2ND Sawma Awards ( Sastra Welang Monologue Awards 2012 ) akhirnya
digelar untuk kedua kalinya pada tahun ini ( 2012) . Sawma Awards,
sebuah ajang festival monolog tahunan se Bali ini merupakan ajang
pemberian penghargaan kepada para pekerja teater di Bali yang setia pada
dunia seni pertunjukan khususnya teater. Acara yang digelar oleh Teater
Sastra Welang ini melibatkan komunitas umum, teater kampus, dan teater
sma yang sekaligus menjadi salah satu media alternatif para pekerja seni
pertunjukkan untuk mengekspresikan diri. The 2nd Sawma Awards
menampilkan 17 aktor dari 16 group teater yang ada di Bali. Dengan
memainkan naskah naskah monolog yang sudah ditentukan oleh panitia,
tentunya denganpertimbangan bobot naskah yang teruji, kandungan naskah
yang sarat akan pesan pesan moral. Kesepuluh naskah pilihan yang
disiapkan panitia untuk dipilih oleh peserta penampil tahun ini adalah
Trik ( Putu Wijaya ), Gol ( Dadi Reza Pujiadi ), Prita Istri Kita (
Arifin C. Noer ), Nagina ( Nano Riantiarno ), Ibu Kita Raminten ( Ikun
Sri Kuncoro), Nyanyian Angsa ( Anton Chekov), Namaku Skizo ( Herlina
Syarifudin ), Kucing ( Putu Wijaya ), Suara dari Seberang ( Putu Wijaya
), dan Nyai Dasima ( Dadi Reza Pujiadi )
Dalam
penyelenggaraan Sawma Awards 2012, dewan juri akan melakukan seleksi
ketat dalam menentukan siapa yang akan merebut piala Sawma untuk
kategori aktor terbaik, sutradara terbaik, penata musik terbaik , penata
artistik terbaik dan pementasan terbaik.Tahun ini yang didaulat menjadi
dewan juri Sawma adalah para veteran di dunia teater modern Bali, di
antaranya Dramawan Agung Eksa Wijaya, Hendra Utay,dan Mira Astra.
Ketiga dewan juri akan menentukan lima orang yang akan masuk nominasi
setiap kategori dan menentukan satu orang yang berhak meraih piala Sawma
di masing - masing kategori. Tahun lalu pada Sawma Awards 2011 , Piala
Sawma Aktor Terbaik direbut oleh Isnah Nur Bintari dalam monolog
Masmirah ( Arthur S. Nalan ) sedangkan Piala Sawma Sutradara Terbaik
direbut oleh Dadi Reza Pujiadi dan Piala Sawma Pementasan Terbaik oleh
Teater Lah Indonesia dalam pementasan Kasir Kita ( Arifin C Noer ) yang
dimainkan oleh aktor Heri Windi Anggara.
Para
peserta Sawma Awards 2012 adalah komunitas teater umum, kampus maupun
teater sma di Bali yang sebelumnya telah mengajukan aplikasi pendaftaran
festival kepada panita. Ke 18 monologer yang tampil tahun ini dari
beragam komunitas di Bali. Beberapa diantaranya adalah wajah wajah
lama di panggung sawma yang telah tampil tahun lalu dan kini tampil lagi
untuk kedua kalinya yakni Heri Windi Anggara ( Kelompok Sekali
Pentas), Beny Dipo Pratama ( Kelompok 108 ), Linda Trisnayanti (Teater
Orok ), Nanda Wahyu Saputra ( Teater Teras), Didi Saputra (Achillies
Teater ) , juga mereka yang kerap tampil dalam beragam panggung teater
di Bali namun untuk pertama kali tahun ini tampil di Sawma Awards yakni
Afif Mahfudz ( Umum ), Dear Ramos Damanik ( Koteka Singaraja ), Desi
Nurani (Teater Ilalang Singaraja ), Jaka Erlangga ( Teater Kini Berseri)
, Johar Maknum ( Umum ) , Prema Dewi ( Teater Antariksa ), Putu
Noviani Pradhana ( Teater Tiga ), Sri Prami Utari ( Teater Orok) ,
Syahrul Ardyansyah (Teater Topeng) , Vivi Indah Lukita ( Teater Bhisma )
, Sukma Nusantara ( umum ) dan Wiwik Dwijayanti ( Teater Solagracia
Jembrana ).
Sawma Awards 2012 secara resmi
digelar selama tiga hari di dua lokasi yang berbeda yakni pada hari
Sabtu Minggu, 7 8 April 2012 di Balai Bahasa Provinsi Bali , yang
setiap hari menampilkan sembilan pertunjukan, dimulai dari pukul 10 pagi
hingga pukul 5 sore. Untuk malam puncaknya digelar pada hari Selasa
pada tanggal 10 April 2012 pukul 6 sore di Penggak Men Mersi Puri
Kesiman yang menampilkan beragam pementasan seni dari para bintang dunia
seni di Bali diantaranya Didon Kajeng, Kelompok Senja Hening, Teater
Saet Unhi, Teater Kini Berseri, Siput Dance Company , Pameran sketsa
oleh Citra Sasmita bertajuk Rupa Rupa Fatamorghana dan pagelaran tari
teatrikal oleh kelompok The Puch Collaboration yang merupakan kolaborasi
seni musik, tari dan tembang , sebuah kolaborasi antar negara yakni
Indonesia, Polandia dan Madagaskar.
Malam Puncak
Penganugerahan Sawma Awards 2012 digelar di Penggak Men Mersi Puri
Kesiman menampilkan pementasan utama Monolog Namanya Au dimainkan oleh
Didon Kajeng. Didon Kajeng akan memainkan sebuah naskah yang diadaptasi
dari cerpen karya sastrawati Fanny J Poyk dalam bentuk sebuah
pementasan monolog. Disini akan kita saksikan kepiawaian Didon Kajeng
yang terkenal dalam pentas pentas monolog di Bali dari era 90an hingga
kini.
Malam Penganugerahan Seni - Sawma Awards 2012 juga
memberikan penghargaan tertinggi yakni Lifetime Achievement Awards
kepada Ibu Suisnati atas pengabdian seumur hidup di bidang teater yang
hingga kini berusia 70 tahun masih aktif tampil dalam tiap pagelaran
teater yang dipimpin oleh Bapak Abu Bakar. Kecintaan dan kesetiaan Ibu
Suis dalam dunia seni panggung cukup memberikan inspirasi kepada para
generasi muda untuk terus belajar dan usia sungguh tidak menjadi faktor
penghalang dalam berkarya. Ibu Suis lahir di Banyuwangi , 8 September
1042 dan mulai berkesenian di saat usia 12 tahun dari panggung ke
panggung baik itu pentas wayang orang, kelompok ludruk, maupun ketoprak,
hingga hijrah ke Bali pada tahun 1976 dan terlibat berbagai pementasan
teater maupun film garapan Bapak Abu Bakar , diantaranya yang masih di
ingat yakni film Bali Menangis ( 2004), Pementasan Teater Kisah Cinta
dan lain lain ( 2005 ) dan pementasan teater Indonesia Luka ( 2011 )
di Bentara Budaya Bali.
info lebih lanjut hubungi ( Moch Satrio Welang ) di XL 0878 6022 9862
BUKU KARENA AKU TAK LAHIR DARI BATU OLEH 100 SASTRAWAN SE-INDONESIA DILUNCURKAN!
Di sela-sela merampungkan buku Antologi Cerpen
Sastrawan Bali Lintas Generasi yang rencana akan terbit tahun depan ( 2013 ),
Sastra Welang Publisher (SWP) kini meluncurkan sebuah antologi puisi 100 puisi
penyair Indonesia dengan tema Ibu. Buku ini adalahwujud apresiasi pada sosok Ibu se Indonesia
yang telah memberikan banyak pengorbanan demi berputarnya roda kehidupan di
zaman yang serba sulit di negeri ini sekarang.
Proses pengerjaan buku ini relatif cukup lama,
dari prosespengumpulan naskah se
Nusantara, proses pengkurasian, hinggaproses percetakan dan lain lain memakan waktu kurang lebih dua tahun terhitung program dimulai pada bulan
April 2010. Satrio Welang, penggagas program ini sempat dikagetkan dengan banyaknya
jumlah karya yang masuk ke meja redaksi. Saya tak menduga, begitu banyak yang
antusias dan tertarik pada kegiatan ini, ungkapnya penyair dan dramawan yang
banyak berproses di Bali ini. Selama rentang waktu tersebut, redaksi telah
menerima 356 puisi dari 356 penyair dari seluruh Indonesia.
Setelah melalui proses yang panjang dan
melelahkan, dewan kurator yang terdiri dari Warih Wisatsana , Oka Rusmini dan
Moch Satrio Welang, menetapkan 100 karya puisi terpilih. Keseluruhan karya ini
kemudian diterbitkan dengan judul KARENA AKU TAK LAHIR DARI BATU oleh TeaterSastra Welang dengan divisi penerbitannya yakni
Sastra Welang Publisher
Sebagai bentuk apresiasi setiap sastrawan yang
karyanya terpilih dalam buku ini, penerbit mengirimkan 2 eksemplar buku. Buku
ini merupakan wujud cinta kita para sastrawan pada pengorbanan para Ibu dalam
membuat roda kehidupan dimuka bumi
iniberputar. Bayangkanbetapasulitnya para Ibu mengelola agar dapur tetapmengepul denganharga barang barang yang membumbung tinggi, ujar Satrio Welang. Buku ini juga diharapkan dapat diapresiasi
oleh masyarakatluas dengan kecintaan
terhadap kesusastraan . Semoga buku ini bisa diterima masyarakat, dan memberi
arti bagi kampanye apresiasi jasa - jasaIbu tahun ini, semoga juga masyarakatIndonesia lebih gemar membaca karya karya kesusastraan Indonesia, yang
sesungguhnya tidak kalah dari negara - negara lain. Indonesia memiliki
kebudayaan sastra yang amat memukau selain sarat keindahan, sastra Indonesia
banyak mengangkat tema tema humanisme dan sosial yang sangat penting menjadi
penyadaran kepada kaum pemegang kekuasan agartidak sewenang - wenang, tambah Welang. Buku ini dibandrol hanya
dengan harga Rp. 35.000,-. Sementara keuntungan penjualan buku akan dipergunakan
untuk mendukung kerja-kerja penerbitan Sastra Welang Publisher ke depannya. Juga
guna memberi support pada gerakan seni, sastra, literasi dan budaya di
Bali khususnya dan di Indonesia pada umumnya.
Peluncuran Buku ini akan digelar di Bentara
Budaya Bali pada hari Minggu, 19 Februari 2012 pukul 7 malam.Akan digelarpula diskusi Ibu dalam Film,Sastradan Seni Rupa dengan pembicara sastrawati Oka Rusmini danmoderator oleh sastrawati Purnamasari. Acara
akan dimeriahkan dengan pembacaan puisi dalam buku Karena Aku Tak Lahir
dariBatu oleh Agung Eksa Wijaya, WayanSunarta, Ayu Winastri, Irwan Bajang,Joan Valentina, Didon
Kajeng, dll. Juga penampilan music blues oleh Yoga Fitrana Cahyadi,
Musikalisasipuisi olehTeater Merah, Dadi Reza Pujiadi dan Teater
Saet UNHI Bali. Penampilan pentas drama oleh Teater Autentik - SMP Santo Yoseph
Denpasar , sajian dramatisasi puisi oleh Teater Orok Universitas Udayana dan
penampilan stand up comedy tema Ibu oleh Syahrul Ardyansyah Teater Topeng SMA 2
Denpasar. Sebelumnya, acara akan dibuka dengan pemutaran video klipIbu oleh Ayu Laksmi dari album Svara Semesta.
Sastra Welang Publisher berkedudukan di Bali,
berupaya menerbitkan karya sastra baik puisi , cerpen maupun novel. Buku
terbitan pertamanya adalah Desa Kala Patra, Kumpulan Naskah Drama Temu Teater
Mahasiwa Nusantara 7. Semoga langkah kecil ini, dapat menjadi bara kreatifitas
bersama bagi setiap insan kreatif di Indonesia!
MENGENAI
BUKU
Karena
Aku Tak Lahir dari Batu ( Antologi 100 Puisi Tema Ibu Se Indonesia ) Kurator : Oka Rusmini , Warih Wisatsana, Moch
Satrio Welang Desain Sampul : Eko Bayu Saputra Tata Letak : Yayan Triyansyah Pemeriksa Aksara : Irwan Bajang ISBN : 978-602-9149-56-2 Penerbit : SASTRA WELANG PUBLISHER
ENDORSEMENT BUKU KARENA AKU TAK LAHIR DARI BATU
IBU
merupakan tema universal yang tak habis-habisnya diungkapkan para penyair. Tema
ini akan tetap menarik karena setiap penyair selalu mempunyai sudut pandang
yang berbeda. Dalam antologi puisi ini kita akan melihat bagaimana tema ibu
diungapkan para penyair Nusantara dengan cara dan sudut pandang yang
berbeda-beda itu.
Acep
Zamzam Noor, penyair
----
DALAM
khazanah kesusastraan Indonesia, Sebutlah yang paling terkenal sajak
"Ibu" karya Zawawi Imron, sosok ibu senantiasa hadir sebagai
representasi dari muasal yang dirindukan, cinta dan kemurnian kasih sayang,
sesuatu yang kian langka di tengah realitas kekinian. Sejumlah karya dalam
antologi ini kiranya bergerak dengan gagasan semacam itu. Ibu yang hadir dalam
berbagai metafora dengan berbagai gagasan kesadaran dan ekplorasi tematik yang
menarik. Saya kira, antologi puisi yang sepenuhnya meletakkan ibu sebagai tema
pokok ini, bisa turut mewarnai keragaman tema dalam dunia perpuisian Indonesia.
Terlebih dalam konteks hari ini ketika semua orang kian menyangkal ibu sejarah
dan tradisinya, seperti Malinkundang.
Ahda Imran,
penyair dan esais
----
IBU
adalah puisi itu sendiri. Ibu lah tempat berangkat segala insan. Dari keteduhan
rahim ibu kkita ke luar menemui dunia yang indah dan pedih ini. Buku seratus
puisi buat ibu, pada dasarnya adalah seratus ungkapan akan indah dan pedihnya
dunia yang dihayati seorang anak manusia sebagai persembahan pada pada
asal-usul mereka, Sang Ibu.
Agus
R. Sarjono, Penyair
Pemimpin Redaksi Jurnal Kritik
----
PUISI -puisi dalam kumpulan puisi Ibu ini
sangat dapat diduga, yaitu hampir semua bergaya liris melankolik. Kelihatan
betul niat penyairnya untuk menjunjung sosok Sang Ibu. Tentu niat baik seperti
ini patut kita hargai. Akan tetapi, harus dibedakan antara ibu sebagai sosok
human dari ibu sebagai tanda bahasa. Pada tahap pertama, menurut
saya, kesusastraan tidak berurusan dengan sosok human ibu, melainkan dengan
tanda-tanda bahasa yang disepakati sebagai ibu. Dengan kata lain sosok ibu
dalam puisi-puisi ini adalah tanda bahasa ibu yang mencoba membawakan sosok
human ibu ke dalam wacana. Namun harus diingat bahwa kesusastraan barulah bisa
mencapai tahap kedua, dalam konteks tema buku ini, yaitu meng-ada-kan sosok ibu
sebagai human, jika tahap pertama telah dilewati. Apakah telah demikian? Mari
kita nikmati dan pikirkan bersama.
Pranita Dewi, Penyair Bali Penulis
Buku Pelacur Para Dewa
----
MEMBACA
puisi-puisi ini, kita diingatkan : betapa masih ampuhnya kata-kata disusun
untuk menguliti hati dan pikiran. Itu sebabnya : puisi tetap ditulis.Untuk
memberi jendela kecil bagi kehidupan yang makin mekanis ini.
Oka
Rusmini, Sastrawan Bali Kurator
buku puisi Karena Aku Tak Lahir Dari Batu
----
BUKU puisi ini menghadirkan dunia perempuan dalam berbagai perspektifnya,
baik sebagai sosok simbolis atau figur sehari-hari, bertutur perihal pergulatan
kaum Ibu di tengah budaya patriaki yang dirasa tidak adil. Beberapa diantaranya
berhasil memadukan kekuatan gagasan dan keelokan bahasa yang terjaga, memberi
insprirasi dan mencerahkan.
Warih Wisatsana , Sastrawan Bali Kurator Buku Karena Aku Tak Lahir Dari
Batu
ANTOLOGI PUISI SE-INDONESIA 'KARENA AKU TAK LAHIR DARI BATU' -
Sebuah persembahan untuk seluruh Ibu...
TELAH TERBIT:
Antologi 100 Puisi Tema Ibu Se Indonesia
KARENA AKU TAK LAHIR DARI BATU
Dapatkan
sebuah persembahan untuk Ibu, dimana akan anda dapatkan 100 penyair se
Indonesia menulis 100 puisi tentang Ibu. Sebuah buku yang
menginspirasi.. Sebuah kado untuk Ibu..
Karena Aku Tak Lahir dari Batu
( Antologi 100 Puisi Tema Ibu Se Indonesia )
Kurator : Oka Rusmini , Warih Wisatsana, Moch Satrio Welang
Indie
Book Corner , Irwan Bajang, Yayan Triyansyah, Warih Wisatsana, Oka
Rusmini, Ayu Laksmi, Cok Sawitri, Phalayasa Sukmakarsa, Ahmad Imran,
Rosad, Wulan Hard Rock Hotel, Oka Astawa, Made Sugianto, Lindia Palupi,
dan kawan kawan semua yang tak mampu kami sebutkan satu persatu..
Terutama kepada 100 penyair se Indonesia yang telah mendukung penerbitan
buku ini ( Setiap penulis dalam antologi ini akan dikirimkan dua buah
buku , ke alamat masing masing )
Ke 100 Penyair Antologi : KARENA AKU TAK LAHIR DARI BATU
ADHY RICAL - KENDARI
AKHMAD NURHADI MOEKRI SUMENEP
AKHYAR FUADI AGAM (SUMATERA BARAT)
ALEE KITONANMA PADANG
ANDI MAGADHON YOGYAKARTA
ANISAH ROKHIMATULKHAIR ATMAJANINGTYAS WONOSOBO
ARDY KRESNA CRENATA BOGOR
ARI NENDRA SOLO
ARIF HIDAYAT PURBALINGGA
ARRY SYAKIR GIFARI TANGGERANG
ARUM FATIMA YOGYAKARTA
ASSYAFA JELATA SERANG
AWAN TENGGARA BEKASI
AYU DIAH CEMPAKA DENPASAR
AYU WINASTRI DENPASAR
BADRUL MUNIR CHAIR YOGYAKARTA
BAGUS PRANA PURWOKERTO
BODE RISWANDI TASIK MALAYA
BUDHI SETYAWAN BEKASI
BUNDA MATAHATI DEPOK
DADI REZA PUJIADI DENPASAR
DEA ANUGRAH YOGYAKARTA
DG KUMARSANA LOMBOK
DIAH BUDIANA BANDUNG
DICKY TEARA SUMENEP
DS PRIYADI YOGYAKARTA
DWI RAHARIYOSO PONOROGO
DYAH SETYAWATI TEGAL
EFFENDI DANATA LOMBOK
EKO PUTRA MUSI BANYUASIN SUMATERA SELATAN
FAKHRIZAL EKA, SP JAMBI
FATIMUL HUSAIN YOGYAKARTA
FARADINA IZDHIHARY MALANG
HASAN BISRI JAKARTA
HENDRA UTAY DENPASAR
HOLY ADIB PADANG
HUSEN ARIFIN MALANG
I PUTU AGUS SUTRARAMA TABANAN
INDAH IP SURABAYA
INDY EDELWEISS SEMARANG
IRIANTO IBRAHIM KENDARI
IRWAN BAJANG YOGYAKARTA
IRWAN KUSUMAWARDANA YOGYAKARTA
ISBEDY STIAWAN ZS LAMPUNG
ISYKA SYUKRIYA BANTUL
JOAN VALENTINA RACHMA ASSYAKIRA DENPASAR
JUNIAR HENDRIK WILLIAM LUMANKUN NUSA DUA
KHAIRUL HUDA DENPASAR
KHOER JURZANI CIANJUR
LAKSMI HERDIANA PUTRI SUMENEP
LAILATUL KIPTIYAH BLITAR
MUTIAH AYU RASTA - MUSI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN
MUDA WIJAYA DENPASAR
AMING AMINOEDHIN SURABAYA
MEGITA OKTAVIA
M. MAHFUDZ FAUZI S. LAMPUNG
M SUSANTO EDISON DENPASAR
NOVAL JUBBEK - MALANG
NOVIANA KUSUMAWARDHANI UBUD
NAHDHO NUR SUMEDANG
NADYA NADINE SURABAYA
NUROCHMAN SUDIBYO YS. TEGAL
OVIANTY JAKARTA
O'ONKS EL KEMARUNG SUMENEP
OLAN SANSEVIERA CIREBON
PRINGADI ABDI SURYA JAKARTA
PUTRI F.R.PRATAMA SURABAYA
QURANUL HIDAYAT IDRIS SEMARANG
RAHMAT HELDY HS SERANG BANTEN
RESTU ASHARI PUTRA DEPOK
RIO FITRA SY PADANG
RIZA MULTAZAM LUTHFY MALANG
RIVO SHAFTRIA SY PESISIR SELATAN
RISWAN HIDAYAT YOGYAKARTA
RUDY RAMDANI PURWAKARTA
RYAN RACHMAN PURWOKERTO
SYAIFUL BAHRI SUMENEP
SYARIF HIDAYATULLAH DEPOK
SETIYO BARDONO DEPOK
SELI DESMIARTI PURWAKARTA
SHITA RAHUTOMO BANDUNG
SURAJIYA YOGYAKARTA
SOSIAWAN LEAK SOLO
SUGUH KURNIAWAN BANDUNG
SHINTA MIRANDA JAKARTA
SHAFIRA SULAIMAN BANDA ACEH
SITI FATIMAH SURABAYA
TATANG RUDIANA ALGHIFARI TASIKMALAYA
TITIKECIL YASMINA BANDUNG
WAYAN SUNARTA DENPASAR
WISNU ADITYA PRATOMO SUMEDANG
WINARTI SURABAYA
YOYONG AMILIN JAKARTA
YULI ARISTA CEPU
YOGIRA YOGASWARA BANDUNG
YOGI PRASTIYO JAKARTA
Endorsements oleh ACEP ZAMZAM NOOR
AHDA IMRAN
AGUS R. SARJONO
PRANITA DEWI
OKA RUSMINI
WARIH WISATSANA
Agenda Kedepan:
BOOK LAUNCHING Karena Aku Tak Lahir dari Batu di bulan Januari 2012
ROAD SHOW DAN LOMBA BACA PUISI' Karena Aku Tak Lahir dari Batu' di bulan Februari 2012
Semoga langkah kecil ini, dapat menjadi bara kreatifitas bersama!
Taman Budaya Provinsi Bali bekerjasama dengan Arti Foundation menyelenggarakan Parade Teater
Se-Bali tahun 2011 mulai 9 hingga 19 September mendatang. Parade Teater
ini diikuti oleh 8 grup teater dari 4 kabupaten kota di Bali.
8 Grup teater ini berasal dari Denpasar, Tabanan, Buleleng, dan
Jembrana. Kedelapan grup itu akan pentas di Taman Budaya atau Art
Centre mulai tangal 9 hingga 19 September 2011 pukul 20.00 Wita dengan
harga tiket masuk sebesar Rp 5.000 untuk satu kali pertunjukan.
Ketua Panitia Parade Teater Se-Bali 2011, Dewa Palguna, menyatakan
parade teater ini merupakan kelanjutan dari ide Arti Foundation yang
pernah digagas sebelumnya. Dewa berharap dalam parade teater kali ini,
ada tafsir baru terhadap naskah, baik naskah lama maupun naskah baru.
Latar belakang dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah adanya rasa
rindu masa-masa tahun 1980 an dimana teater di Bali tumbuh di
mana-mana, kita rindu suasana itu, kata Dewa palguna, di Denpasar
(24/8/2011).
Lewat acara ini, lanjut Palguna, apresiasi masyarakat khususnya di
Bali terhadap seni teater akan semakin baik. Lewat parade teater ini
kita mulai hembuskan lagi dunia seni teater agar hidup kembali seperti
seni lainnya di Bali, ujarnya.
Ketua Yayasan Arti Denpasar, I Kadek Suardana menambahkan, dunia
seni teater di Bali mencapai kejayaan di era tahun 1980 an dimana waktu
itu grup teater marak muncul di Bali.
Tahun 1990 an, dunia seni teater di Bali hancur. Penyebab utama
karena faktor pembiayaan, ini karena dalam dunia teater semuanya usaha
sendiri, jadi sering tekor dalam pembiayaan. Anak-anak teater juga
banyak yang keluar Bali untuk bekerja, jadi mereka tidak bisa
profesional dalam hal waktu. Syukur masih ada kelompok teater di
sekolah, jadi masih ada yang eksis, kata Kadek.
Sementara Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Bali Ketut Mantara Gandi
menyatakan dunia teater di Bali belum berkembang dengan baik. Oleh
karena itu pihaknya selalu pengelola taman budaya atau art centre
memberi ruang bagi dunia seni teater lewat penyelenggaraan parade
teater se Bali ini. (dev)
Peluncuran Buku Kumpulan Cerpen ' Lelaki yang Membelah Bulan' karya Noviana Kusumawardhani..
Seorang cerpenis yang juga berprofesi pembaca kartu tarot ini akan berbagi pengalaman kreatif dalam hal penulisan karya sastra cerpen yang menjadi media untuk berekspresi dalam menyampaikan gagasan - gagasan kreatif yang penuh pemikiran mendalam dan sungguh filosofis
Noviana Kusumawardhani berusaha mendobrak tataran klasik pemaparan kisah dalam cerpen. Lompatan - lompatan yang lincah. Imaginasi liar yang anggun berayun - ayun, membuat Buku ini menjadi referensi wajib beli oleh pecinta sastra Indonesia. Goenawan Mohammad sendiri memberikan tulisan pembuka dalam buku tersebut.
Bagaimana kisah dibelakang layar dalam pembuatan kisah - kisah yang sungguh menginspirasi itu ? Ingin mengenal lebih dekat sosok Noviana Kusumawardhani ? Mari kita sharing bersama dalam gelar
PELUNCURAN - BUKU CERPEN ' Lelaki yang Membelah Bulan'
menghadirkan NOVIANA KUSUMAWARDHANI
Moderator : MOCH SATRIO WELANG
Dramatic Reading : ISNAH NUR BINTARI Cerpen Penari Hujan karya Noviana Kusumawardhani
Musikalisasi Puisi : HERI WINDI ANGGARA Puisi 'Percakapan Pagi' karya Oka Rusmini Puisi 'Biar Aku' karya Moch Satrio Welang
Jazz Akustik : YOGA FITRANA CAHYADI Puisi 'Mencari Rumah' karya Noviana Kusumawardhani Girl from Tokyo karya Yoga Fitrana Cahyadi
NOVIANA KUSUMAWARDHANI Adalah seorang dosen, penulis, kreator, pembicara, penerima banyak penghargaan di bidang komunikasi. Lulusan Universitas Gajah Mada untuk jurusan Komunikasi massa pada tahun 1992. Mendapatkan beasiswa dari program AFS di Universitas Ellesmere, Christchurch, New Zealand pada tahun 1987. Mengawali karir sebagai penulis di saluran Televisi Nasional Indosiar sebelum terjun ke dunia periklanan di tahun 1994 sebagai produser. Mendapat penghargaan Piala Citra Pariwara, Asia Pasific Media Award. Juga sempat mengajar di Universitas Mercubuana Jakarta. Saat ini menetap di Ubud Bali.
Kunjungi juga karya Noviana Kusumawardhani dalam Antologi Puisi 21 Penulis Bali - KERANDA EMAS
PERAIH ANUGERAH SAWMA 2011: TeaterLah 24 dan Isnah Nur Bintari
Daftar penerima Piala SAWMA Sastra Welang Monologue Awards 2011
telah diumumkan kemarin di Bentara Budaya Bali, 31 Mei 2011. Para aktor
yang telah berlaga hadir bersama tamu tamu undangan lainnya dalam besutan
busana etnik yang menambah nuansa seni kian terasa. Keenam piala SAWMA yang
diperebutkan adalah Piala Aktor Terbaik, Piala Penata Musik Terbaik, Piala
Penata Artistik Terbaik, Piala Sutradara Terbaik, Piala Manajemen Produksi
Terbaik dan Piala Pementasan Terbaik. Penghargaan paling bergengsi yakni piala
pementasan terbaik jatuh pada pementasan Kasir Kita ( teaterLah 24 , aktor Heri
Windi Anggara), piala sutradara terbaik jatuh pada Dadi Reza Pujiadi ( teater
Lah 24), sementara Piala Aktor Terbaik jatuh pada Isnah Nur Bintari , yang
bermain mewakili perseorangan, dan berhasil memikat hati juri dengan tampil
penuh kematangan peran dan natural. Dewan juri yakni Cok Sawitri, Putu Satria
Kusuma dan Moch Satrio Welang.
Malam itu dengan dibacakan oleh para
aktor Bali lintas generasi, pemberian penghargaanberjalan meriah.
Tampil malam itu, Pranita dewi , Cok Sawitri , Isnah Nur Bintari,
Warih Wisatsana, Frischa Aswarini dan masih banyak lagi. Malam itu piala tertinggi
yakni Lifetime Achievement Awards jatuh pada Bapak AbuBakar yang telah berusia
64 tahun dan mulai berkesenian teater di Bali sejak tahun 1964 silam.
Sebuah pagelaran seni, SAWMA Sastra
Welang Monologue Awards 2011 digelar oleh Teater Sastra Welang sebagai penanda
babak baru dunia seni pertunjukan teater modern di Bali. Acara yang dipandu
oleh Moch Satrio Welang ini menampilkan pementasan utama yakni pentas
monologue Bahaya Racun Tembakau karya Cok Sawitri dengan mengadaptasi
pertunjukan seni tradisi yakni Pentas Arja Siki. Cok Tampil begitu prima,
dengan menggunakan set ala tradisi lengkap dengan langse ( tirai tradisi) dan
mike mike gantung yang biasa dipakai dalam pertunjukan arja.
Nyoman Sura juga tampil menakjubkan dengan membawakan garapan teranyarnya yang
bertajuk Circle of Life. Sura menari bersama beberapa penari , membawakan
simbol simbol kehidupan dalam tariannya. Muda Wijaya melalui Teater Mimbanya
juga tampil unik, yakni pementasan dramatisasi puisi yang bertajuk Kalimah
Nangroe. Tampil juga beberapa sastrawan muda Bali, seperti Pranita Dewi, Putu
Rastiti dan Ketut Sudiani yang tampil membacakan puisi.
SAWMA merupakan sebuah program
pemanggungan monolog yang memiliki konsep unik yakni berupa rangkaian kegiatan
yang diawali dari workshop teater , pemanggungan, dan malam puncak
penganugrahan seni.
Berikut ini daftar para pemenang :
KATEGORI PEMENTASAN TERBAIK :
- Surat Kepada Setan ( Teater Kini Berseri )
- Balada Sumarah ( Teater Orok )
- Kucing Hitam ( Teater Lajose )
- Aut ( Lensa Merah ) - Kasir Kita ( Teater Lah24) PEMENANG
KATEGORI SUTRADARA TERBAIK
Ferry Bhatthara ( Lensa Merah )
Yurika Ari Mahayuni ( Teater Tiga )
Sri Prami Utari ( Teater Orok ) Dadi Reza Pujiadi ( Teater LAH 24 ) PEMENANG Isnah Nur Bintari ( Isnah Nur Bintari )
KATEGORI AKTOR TERBAIK
Heri Windi Anggara ( Teater Lah24 ) Isnah Nur Bintari ( Isnah Nur Bintari ) PEMENANG Ferry Bhatthara (Lensa Merah )
Nanda Wahyu Saputra ( Teater Teras )
Linda Trisnayanti ( Teater Orok )
KATEGORI PENATA MUSIK TERBAIK :
Widi ( Balada Sumarah - Teater Orok)
Heri Windi Anggara ( Kasir Kita Teater LAH 24 ) Dede Nabela Dara ( Marsinah Menggugat - Teater Tiga ) PEMENANG Legu Adi Wiguna ( Kasir Kita Teater Kini Berseri )
Ferry Bhatthara ( Aut Lensa Merah )
5. KATEGORI PENATA ARTISTIK TERBAIK :
Adi Purwanto ( Marsinah
Menggugat Teater Tiga)
Ferry Bhatthara ( Aut
Lensa Merah )
Heri Windi Anggara (
Kasir Kita Teater LAH 24 )
Jessica Putri (Masmirah
Teater Topeng)
Amalia Hazman ( Kucing
Hitam Teater La Jose ) - PEMENANG
6. KATEGORI MANAJEMEN PRODUKSI
TERBAIK
Teater Kini Berseri (
Surat Kepada Setan dan Kasir Kita) - PEMENANG
Teater Antariksa (
Tolong )
Teater Tiga ( Marsinah
Menggugat )
Teater Orok ( Balada
Sumarah dan Marsinah Menggugat )
Teater Teras ( Surat
Kepada Setan )
7. PIALA LIFETIME ACHIEVEMENT AWARDS : ABU
BAKAR ( 67 )
Daftar Pembaca Nominasi :
1. Piala Penata Musik : Indra Parusha dan
Frischa Aswarini
2. Piala Penata Artistik : Didi Saputra
dan Yolanda Zara
3. Piala Manajemen Produksi : Indra
Purnama , Dewa Aditia dan Putu Ardi
4. Piala Sutradara
: Pranita Dewi dan Isnah Nur Bintari
5. Piala Aktor : Joan Valentina,
Novi Dwijayanti dan Muda Wijaya
6. Piala Pementasan : Cok Sawitri
BALI ART ETALASE merupakan jaringan seni yang memuat kabar terkini dunia seni di Bali, termasuk dunia seni teater, tari, kesusastraan, lukis, musik dan film. Dukung dengan mengirimkan berita seputar seni ke email : baliartetalase@yahoo.com
BALI ART ETALASE is creatively created as the Art Network for any current news and information of theater show, dance, painting, literature, music and movie event in Bali.Support this network by dropping any news on those circuit, to baliartetalase@yahoo.com