Your Ad Here



Dec 22, 2011
ANTOLOGI PUISI SE-INDONESIA 'KARENA AKU TAK LAHIR DARI BATU' -

Sebuah persembahan untuk seluruh Ibu...

 

TELAH TERBIT:

 

Antologi 100 Puisi Tema Ibu Se Indonesia

 

KARENA AKU TAK LAHIR DARI BATU

 

Dapatkan sebuah persembahan untuk Ibu, dimana akan anda dapatkan 100 penyair se Indonesia menulis 100 puisi tentang Ibu. Sebuah buku yang menginspirasi.. Sebuah kado untuk Ibu..

 

Karena Aku Tak Lahir dari Batu

( Antologi 100 Puisi Tema Ibu Se Indonesia )

Kurator : Oka Rusmini , Warih Wisatsana, Moch Satrio Welang

Desain Sampul : Eko Bayu Saputra

Tata Letak : Yayan Triyansyah

Pemeriksa Aksara : Irwan Bajang

ISBN : 978-602-9149-56-2

Penerbit : SASTRA WELANG PUBLISHER

 

Harga : Rp. 35.000

Luar bali : Rp. 50.000 ( plus ongkos kirim)

 

Pemesanan Hubungi : Moch Satrio Welang ( 0878 6022 9862)

 

 

SASTRA WELANG PUBLISHER berterimakasih kepada :

Indie Book Corner , Irwan Bajang, Yayan Triyansyah, Warih Wisatsana, Oka Rusmini, Ayu Laksmi, Cok Sawitri, Phalayasa Sukmakarsa, Ahmad Imran, Rosad, Wulan Hard Rock Hotel, Oka Astawa, Made Sugianto, Lindia Palupi, dan kawan kawan semua yang tak mampu kami sebutkan satu persatu.. Terutama kepada 100 penyair se Indonesia yang telah mendukung penerbitan buku ini… ( Setiap penulis dalam antologi ini akan dikirimkan dua buah buku , ke alamat masing masing )

 

Ke 100 Penyair Antologi : KARENA AKU TAK LAHIR DARI BATU

 

ADHY RICAL - KENDARI

AKHMAD NURHADI MOEKRI – SUMENEP

AKHYAR FUADI – AGAM (SUMATERA BARAT)

ALEE KITONANMA – PADANG

ANDI MAGADHON – YOGYAKARTA

ANISAH ROKHIMATULKHAIR ATMAJANINGTYAS – WONOSOBO

ARDY KRESNA CRENATA – BOGOR

ARI NENDRA – SOLO

ARIF HIDAYAT – PURBALINGGA

ARRY SYAKIR GIFARI – TANGGERANG

ARUM FATIMA – YOGYAKARTA

ASSYAFA JELATA – SERANG

AWAN TENGGARA – BEKASI

AYU DIAH CEMPAKA – DENPASAR

AYU WINASTRI – DENPASAR

BADRUL MUNIR CHAIR – YOGYAKARTA

BAGUS PRANA – PURWOKERTO

BODE RISWANDI – TASIK MALAYA

BUDHI SETYAWAN – BEKASI

BUNDA MATAHATI – DEPOK

DADI REZA PUJIADI – DENPASAR

DEA ANUGRAH – YOGYAKARTA

DG KUMARSANA – LOMBOK

DIAH BUDIANA – BANDUNG

DICKY TEARA – SUMENEP

DS PRIYADI – YOGYAKARTA

DWI RAHARIYOSO – PONOROGO

DYAH SETYAWATI – TEGAL

EFFENDI DANATA – LOMBOK

EKO PUTRA – MUSI BANYUASIN SUMATERA SELATAN

FAKHRIZAL EKA, SP – JAMBI

FATIMUL HUSAIN – YOGYAKARTA

FARADINA IZDHIHARY – MALANG

HASAN BISRI – JAKARTA

HENDRA UTAY – DENPASAR

HOLY ADIB – PADANG

HUSEN ARIFIN – MALANG

I PUTU AGUS SUTRARAMA – TABANAN

INDAH IP – SURABAYA

INDY EDELWEISS – SEMARANG

IRIANTO IBRAHIM – KENDARI

IRWAN BAJANG – YOGYAKARTA

IRWAN KUSUMAWARDANA – YOGYAKARTA

ISBEDY STIAWAN ZS – LAMPUNG

ISYKA SYUKRIYA – BANTUL

JOAN VALENTINA RACHMA ASSYAKIRA – DENPASAR

JUNIAR HENDRIK WILLIAM LUMANKUN – NUSA DUA

KHAIRUL HUDA – DENPASAR

KHOER JURZANI – CIANJUR

LAKSMI HERDIANA PUTRI – SUMENEP

LAILATUL KIPTIYAH – BLITAR

MUTIAH AYU RASTA - MUSI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN

MUDA WIJAYA – DENPASAR

AMING AMINOEDHIN – SURABAYA

MEGITA OKTAVIA

M. MAHFUDZ FAUZI S. – LAMPUNG

M SUSANTO EDISON – DENPASAR

NOVAL JUBBEK -  MALANG

NOVIANA KUSUMAWARDHANI – UBUD

NAHDHO NUR – SUMEDANG

NADYA NADINE – SURABAYA

NUROCHMAN SUDIBYO YS. – TEGAL

OVIANTY – JAKARTA

O'ONKS EL – KEMARUNG – SUMENEP 

OLAN SANSEVIERA – CIREBON

PRINGADI ABDI SURYA – JAKARTA

PUTRI F.R.PRATAMA – SURABAYA

QUR’ANUL HIDAYAT IDRIS – SEMARANG

RAHMAT HELDY HS – SERANG BANTEN

RESTU ASHARI PUTRA – DEPOK

RIO FITRA SY – PADANG

RIZA MULTAZAM LUTHFY – MALANG

RIVO SHAFTRIA SY – PESISIR SELATAN 

RISWAN HIDAYAT – YOGYAKARTA

RUDY RAMDANI – PURWAKARTA

RYAN RACHMAN – PURWOKERTO

SYAIFUL BAHRI – SUMENEP

SYARIF HIDAYATULLAH – DEPOK

SETIYO BARDONO – DEPOK

SELI DESMIARTI – PURWAKARTA

SHITA RAHUTOMO – BANDUNG

SURAJIYA – YOGYAKARTA       

SOSIAWAN LEAK – SOLO

SUGUH KURNIAWAN – BANDUNG

SHINTA MIRANDA – JAKARTA

SHAFIRA SULAIMAN – BANDA ACEH

SITI FATIMAH – SURABAYA

TATANG RUDIANA ALGHIFARI – TASIKMALAYA

TITIKECIL YASMINA – BANDUNG

WAYAN SUNARTA – DENPASAR

WISNU ADITYA PRATOMO – SUMEDANG

WINARTI – SURABAYA

YOYONG AMILIN – JAKARTA

YULI ARISTA – CEPU

YOGIRA YOGASWARA – BANDUNG

YOGI PRASTIYO – JAKARTA

 

 

Endorsements oleh ACEP ZAMZAM NOOR

AHDA IMRAN

AGUS R. SARJONO

PRANITA DEWI

OKA RUSMINI

WARIH WISATSANA

 

 

Agenda Kedepan:

BOOK LAUNCHING ‘Karena Aku Tak Lahir dari Batu’ di bulan Januari 2012

ROAD SHOW DAN LOMBA BACA PUISI' Karena Aku Tak Lahir dari Batu' di bulan Februari 2012

 

Semoga langkah kecil ini, dapat menjadi bara kreatifitas bersama!

Selamat Hari Ibu, Mari sayangi Ibu!

 

 

Salam Hormat,

Moch Satrio Welang
mochsatriowelang@gmail.com
0878 6022 9862

Kunjungi
http://www.facebook.com/media/set/?set=a.2636715089550.126229.1605682460&type=3#!/photo.php?fbid=2636720089675&set=a.2636715089550.126229.1605682460&type=3&theater

Posted at 09:13 am by satrio_welang
Make a comment  

Sep 8, 2011
JADWAL PEMENTASAN PARADE TEATER SE BALI 2011

Berikut adalah Jadwal Pementasan Parade Teater Se-Bali di Art Center Gedung Ksirarnawa 9-19 september 2011

Jumat, 9 September 2011, 20.00 WITA
Tempat: Ksirarnawa
TEATER KINI BERSERI (Denpasar)
Naskah: Kisah Cinta dan Lain-lain (Arifn C Noer)

Sabtu, 10 September 2011, 20.00 WITA
Tempat: Kalangan Angsoka
BALI EKSPERIMENTAL TEATER (Jembrana)
Naskah: Rezim (Nano Da Kansas)

Minggu, 11 September 2011, 20.00 WITA
Tempat: Ksirarnawa
TEATER SASTRA WELANG (Denpasar)
Naskah: Orang Kasar (Anton Chekov)

Selasa, 13 September 2011, 20.00 WITA
Tempat: Ksirarnawa
TEATER SERIBU JENDELA (Buleleng)
Naskah: Kereta Kencana (Eugene Ionesco)

Kamis, 15 September 2011, 20.00 WITA
Tempat: Ksirarnawa
TEATER JINENG (Tabanan)
Naskah: Nyai Ontosoroh (R Giryadi)

Sabtu, 17 September 2011, 20.00 WITA
Tempat: Ksirarnawa
TEATER LAH 24 (Denpasar)
Naskah: Antigone (Sophokles)

Minggu, 18 September 2011, 20.00 WITA
Tempat: Kalangan Angsoka
SANGGAR KAMPUNG SENI BANYUNING (Buleleng)
Naskah: Tantri (Putu Satria)

Senin, 19 September 2011, 20.00
Tempat: Ksirarnawa
TEATER BENDRAT (Denpasar)
Naskah: Pesta Para Pencuri (Jean-Annoulih)

Posted at 01:38 am by satrio_welang
Make a comment  

PARADE TEATER ARTI SE BALI 2011 - ARTI FOUNDATION

Taman Budaya Provinsi Bali bekerjasama dengan Arti Foundation menyelenggarakan Parade Teater Se-Bali tahun 2011 mulai 9 hingga 19 September mendatang. Parade Teater ini diikuti oleh 8 grup teater dari 4 kabupaten kota di Bali.

8 Grup teater ini berasal dari Denpasar, Tabanan, Buleleng, dan Jembrana. Kedelapan grup itu akan pentas di Taman Budaya atau Art Centre mulai tangal 9 hingga 19 September 2011 pukul 20.00 Wita dengan harga tiket masuk sebesar Rp 5.000 untuk satu kali pertunjukan.

Ketua Panitia Parade Teater Se-Bali 2011, Dewa Palguna, menyatakan parade teater ini merupakan kelanjutan dari ide Arti Foundation yang pernah digagas sebelumnya. Dewa berharap dalam parade teater kali ini, ada tafsir baru terhadap naskah, baik naskah lama maupun naskah baru.

“Latar belakang dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah adanya rasa rindu masa-masa tahun 1980 an dimana teater di Bali tumbuh di mana-mana, kita rindu suasana itu,” kata Dewa palguna, di Denpasar (24/8/2011).

Lewat acara ini, lanjut Palguna, apresiasi masyarakat khususnya di Bali terhadap seni teater akan semakin baik. “Lewat parade teater ini kita mulai hembuskan lagi dunia seni teater agar hidup kembali seperti seni  lainnya di Bali,” ujarnya.

Ketua Yayasan Arti Denpasar, I Kadek Suardana menambahkan, dunia seni teater di Bali mencapai kejayaan di era tahun 1980 an dimana waktu itu grup teater marak muncul di Bali.

“Tahun 1990 an,  dunia seni teater di Bali hancur. Penyebab utama karena faktor pembiayaan, ini karena dalam dunia teater semuanya usaha sendiri, jadi sering tekor dalam pembiayaan. Anak-anak teater juga banyak yang keluar Bali untuk bekerja,  jadi mereka tidak bisa profesional dalam hal waktu. Syukur masih ada kelompok teater di sekolah, jadi masih ada yang eksis,” kata Kadek.

Sementara Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Bali Ketut Mantara Gandi menyatakan dunia teater di Bali belum berkembang dengan baik. Oleh karena itu pihaknya selalu pengelola taman budaya atau art centre memberi ruang bagi dunia seni  teater lewat penyelenggaraan parade teater se Bali ini. (dev)

Sumber: www.beritabali.com

Posted at 01:37 am by satrio_welang
Make a comment  

Jul 22, 2011
PELUNCURAN ' LELAKI YANG MEMBELAH BULAN'

Peluncuran Buku Kumpulan Cerpen ' Lelaki yang Membelah Bulan' karya Noviana Kusumawardhani..

Seorang cerpenis yang juga berprofesi pembaca kartu tarot ini akan berbagi pengalaman kreatif dalam hal penulisan karya sastra cerpen yang menjadi media untuk berekspresi dalam menyampaikan gagasan - gagasan kreatif yang penuh pemikiran mendalam dan sungguh filosofis

Noviana Kusumawardhani berusaha mendobrak tataran klasik pemaparan kisah dalam cerpen. Lompatan - lompatan yang lincah. Imaginasi liar yang anggun berayun - ayun, membuat Buku ini menjadi referensi wajib beli oleh pecinta sastra Indonesia. Goenawan Mohammad sendiri memberikan tulisan pembuka dalam buku tersebut.

Bagaimana kisah dibelakang layar dalam pembuatan kisah - kisah yang sungguh menginspirasi itu ? Ingin mengenal lebih dekat sosok Noviana Kusumawardhani ? Mari kita sharing bersama dalam gelar

PELUNCURAN - BUKU CERPEN ' Lelaki yang Membelah Bulan'

menghadirkan
NOVIANA KUSUMAWARDHANI

Moderator : MOCH SATRIO WELANG

Dramatic Reading : ISNAH NUR BINTARI
                               Cerpen Penari Hujan karya Noviana Kusumawardhani

Musikalisasi Puisi : HERI WINDI ANGGARA
                             Puisi 'Percakapan Pagi' karya Oka Rusmini
                             Puisi 'Biar Aku' karya Moch Satrio Welang

Jazz Akustik        : YOGA FITRANA CAHYADI
                             Puisi 'Mencari Rumah' karya Noviana Kusumawardhani
                             Girl from Tokyo karya Yoga Fitrana Cahyadi

NOVIANA KUSUMAWARDHANI Adalah seorang dosen, penulis, kreator, pembicara, penerima banyak penghargaan di bidang komunikasi. Lulusan Universitas Gajah Mada untuk jurusan Komunikasi massa pada tahun 1992. Mendapatkan beasiswa dari program AFS di Universitas Ellesmere, Christchurch, New Zealand pada tahun 1987. Mengawali karir sebagai penulis di saluran Televisi Nasional Indosiar sebelum terjun ke dunia periklanan di tahun 1994 sebagai produser. Mendapat penghargaan Piala Citra Pariwara, Asia Pasific Media Award. Juga sempat mengajar di Universitas Mercubuana Jakarta. Saat ini menetap di Ubud Bali.


Kunjungi juga karya Noviana Kusumawardhani dalam Antologi Puisi 21 Penulis Bali - KERANDA EMAS

http://kerandaemas.blogspot.com/2009/04/noviana-kusumawardhani.html

Posted at 11:39 am by satrio_welang
Make a comment  

Jun 1, 2011
PERAIH ANUGERAH SAWMA 2011: TeaterLah 24 dan Isnah Nur Bintari

Daftar penerima Piala SAWMA – Sastra Welang Monologue Awards 2011  telah diumumkan kemarin di Bentara Budaya Bali, 31 Mei 2011. Para aktor yang telah berlaga hadir bersama tamu – tamu undangan lainnya dalam besutan busana etnik yang menambah nuansa seni kian terasa. Keenam piala SAWMA yang diperebutkan adalah Piala Aktor Terbaik, Piala Penata Musik Terbaik, Piala Penata Artistik Terbaik, Piala Sutradara Terbaik, Piala Manajemen Produksi Terbaik dan Piala Pementasan Terbaik. Penghargaan paling bergengsi yakni piala pementasan terbaik jatuh pada pementasan Kasir Kita ( teaterLah 24 , aktor Heri Windi Anggara), piala sutradara terbaik jatuh pada Dadi Reza Pujiadi ( teater Lah 24), sementara Piala Aktor Terbaik jatuh pada Isnah Nur Bintari , yang bermain mewakili perseorangan, dan berhasil memikat hati juri dengan tampil penuh kematangan peran dan natural. Dewan juri yakni Cok Sawitri, Putu Satria Kusuma dan Moch Satrio Welang.


Malam itu dengan dibacakan oleh para aktor Bali lintas generasi, pemberian penghargaanberjalan meriah.   Tampil malam itu, Pranita dewi , Cok Sawitri , Isnah Nur Bintari, Warih Wisatsana, Frischa Aswarini dan masih banyak lagi. Malam itu piala tertinggi yakni Lifetime Achievement Awards jatuh pada Bapak AbuBakar yang telah berusia 64 tahun dan mulai berkesenian teater di Bali sejak tahun 1964 silam.

Sebuah pagelaran seni, SAWMA – Sastra Welang Monologue Awards 2011 digelar oleh Teater Sastra Welang sebagai penanda babak baru dunia seni pertunjukan teater modern di Bali. Acara yang dipandu oleh Moch Satrio Welang ini menampilkan  pementasan utama yakni pentas monologue Bahaya Racun Tembakau karya Cok Sawitri dengan mengadaptasi pertunjukan seni tradisi yakni Pentas Arja Siki. Cok Tampil begitu prima, dengan menggunakan set ala tradisi lengkap dengan langse ( tirai tradisi) dan mike mike gantung yang biasa dipakai dalam pertunjukan arja.

Nyoman Sura juga tampil menakjubkan dengan membawakan garapan teranyarnya yang bertajuk Circle of Life. Sura menari bersama beberapa penari , membawakan simbol – simbol kehidupan dalam tariannya. Muda Wijaya melalui Teater Mimbanya juga tampil unik, yakni pementasan dramatisasi puisi yang bertajuk Kalimah Nangroe. Tampil juga beberapa sastrawan muda Bali, seperti Pranita Dewi, Putu Rastiti dan Ketut Sudiani yang tampil membacakan puisi.

SAWMA merupakan sebuah program pemanggungan monolog yang memiliki konsep unik yakni berupa rangkaian kegiatan yang diawali dari workshop teater , pemanggungan, dan malam puncak penganugrahan seni.

Berikut ini daftar para pemenang :

  1. KATEGORI PEMENTASAN TERBAIK :
    - Surat Kepada Setan ( Teater Kini Berseri )
    - Balada Sumarah ( Teater Orok )
    - Kucing Hitam ( Teater Lajose )
    - Aut ( Lensa Merah )
    - Kasir Kita  ( Teater Lah24) PEMENANG
  2. KATEGORI SUTRADARA TERBAIK
    Ferry Bhatthara ( Lensa Merah )
    Yurika Ari Mahayuni ( Teater Tiga )
    Sri Prami Utari ( Teater Orok )
    Dadi Reza Pujiadi ( Teater LAH 24 ) PEMENANG
    Isnah Nur Bintari ( Isnah Nur Bintari )
  3. KATEGORI AKTOR TERBAIK
    Heri Windi Anggara ( Teater Lah24 )
    Isnah Nur Bintari ( Isnah Nur Bintari ) PEMENANG
    Ferry Bhatthara (Lensa Merah )
    Nanda Wahyu Saputra ( Teater Teras )
    Linda Trisnayanti ( Teater Orok )
  4. KATEGORI PENATA MUSIK TERBAIK :
    Widi ( Balada Sumarah - Teater Orok)
    Heri Windi Anggara ( Kasir Kita – Teater LAH 24 )
    Dede Nabela Dara ( Marsinah Menggugat - Teater Tiga ) – PEMENANG
    Legu Adi Wiguna ( Kasir Kita – Teater Kini Berseri )
    Ferry Bhatthara ( Aut – Lensa Merah )

      5. KATEGORI PENATA ARTISTIK TERBAIK :
          Adi Purwanto ( Marsinah Menggugat – Teater Tiga)
          Ferry Bhatthara ( Aut – Lensa Merah )
          Heri Windi Anggara ( Kasir Kita – Teater LAH 24 )
          Jessica Putri (Masmirah – Teater Topeng) 
          Amalia Hazman ( Kucing Hitam – Teater La Jose ) - PEMENANG


         6. KATEGORI MANAJEMEN PRODUKSI TERBAIK
          Teater Kini Berseri ( Surat Kepada Setan dan Kasir Kita) - PEMENANG

          Teater Antariksa ( Tolong )
          Teater Tiga ( Marsinah Menggugat )
          Teater Orok ( Balada Sumarah dan Marsinah Menggugat ) 
          Teater Teras ( Surat Kepada Setan )


       7. PIALA LIFETIME ACHIEVEMENT AWARDS : ABU BAKAR ( 67 )

Daftar Pembaca Nominasi  :

       1. Piala Penata Musik : Indra Parusha dan Frischa Aswarini
       2. Piala Penata Artistik : Didi Saputra dan Yolanda Zara
       3. Piala Manajemen Produksi : Indra Purnama , Dewa Aditia dan Putu Ardi
       4. Piala Sutradara        : Pranita Dewi dan Isnah Nur Bintari
       5. Piala Aktor                : Joan Valentina, Novi Dwijayanti dan Muda Wijaya
       6. Piala Pementasan : Cok Sawitri

 

Posted at 08:56 pm by satrio_welang
Make a comment  

May 25, 2011
SAWMA – SASTRA WELANG MONOLOGUE AWARDS 2011 DIGELAR!

SAWMA ( Sastra Welang Monologue Awards ) digelar untuk pertamakalinya oleh Teater Sastra Welang yang didukung oleh Balai Bahasa Provinsi Bali dan Bentara Budaya Bali. SAWMA, sebuah perayaan festival monolog yang direncanakan digelar setiap tahun ini melibatkan komunitas teater umum, teater kampus, maupun teater SMA yang ada di Bali. SAWMA diharap mampu menjadi salah satu media alternatif para pekerja seni pertunjukan untuk dapat berkreasi dalam seni pemanggungan monolog. SAWMA 2011 menampilkan 18 kelompok dari 16 group teater yang ada di Bali. Dengan memainkan naskah – naskah monolog yang sudah ditentukan oleh panitia, tentunya dengan pertimbangan bobot naskah yang teruji, kandungan naskah yang sarat akan pesan – pesan moral dan humanis. Kesepuluh naskah pilihan yang disiapkan panitia untuk dipilih oleh peserta penampil tahun ini adalah Surat Kepada Setan ( Putu Wijaya ), Balada Sumarah ( Tentrem Lestari ), Kucing Hitam ( Edgar Alan Poe ), Kasir Kita ( Arifin C Noer ),  Aut ( Putu Wijaya ) , Masmirah ( Arthur S Nalan ), Tolong ( Nano Riantiarno ), Monolog Topeng ( Rachman Sabur ), Bahaya Racun Tembakau ( Anton Chekov , adaptasi Cok Sawitri) dan Marsinah Menggugat ( Ratna Sarumpaet )


Dalam penyelenggaraan SAWMA 2011, dewan juri akan bekerja keras menentukan siapa yang berhak menerima penghargaan piala SAWMA untuk kategori aktor terbaik, aktris terbaik, sutradara terbaik, penata musik terbaik , penata artistik terbaik dan pementasan terbaik. Selain mendapatkan hadiah uang tunai, peserta yang masuk nominasi akan mendapatkan paket buku - buku sastra karya sastrawan Indonesia, diantaranya Oka Rusmini, Frans Nadjira, Cok Sawitri, Agus R Sarjono, Hanna Fransisca, Wayan Sunarta,  Putu Bawa Samar Gantang, Nana Sastrawan, Wa Ode Wulan Ratna, Made Sugianto dll, juga album solo penyanyi Ayu Laksmi bertajuk Svara Semesta akan dibagikan kepada tiap pemenang. Tahun ini yang didaulat menjadi dewan juri SAWMA adalah Cok Sawitri, Putu Satria Kusuma dan Moch Satrio Welang. Mereka akan menentukan lima nominator dalam masing – masing kategori.  

Para peserta SAWMA 2011 adalah komunitas teater umum, teater kampus maupun teater SMA di Bali yang sebelumnya telah mengajukan aplikasi pendaftaran festival kepada panitia. Ke 18 monologer yang tampil tahun ini adalah Velinda Arista Putri ( Teater Orok Udayana ),  Lisna Effendi ( Kelompok 108 - umum), Linda Trisnayanti  ( Teater Orok Udayana ) , Maulana Putra Dandiasri ( Teater Kini Berseri  - Umum) , Benny Dippo Pratama ( Teater Kini Berseri - Umum), Putu Raditya Pandet ( Komunitas Mata - Umum ), Ferry Bhatthara ( Komunitas Lensa Merah – ISI Denpasar) , Megawati Rosalio Putri ( Teater Tiga – SMAN 3 Dps ) ,Sofia ( Theatre of Human – SMK Harapan) , Rosdiana Effendi (  Teater Topeng – SMAN 2 Dps ),  Zayd Rifqy Zulqarnayn ( Teater Angin – SMAN 1 Dps) , Didi Saputra ( Teater Merah – Umum) , Dwi Larashati ( Teater Ombak – SMAN 1Kuta Utara) , Nanda Wahyu Saputra (  Teater Teras – SMAN 1 Kuta), Heri Windi Anggara ( Teater LAH 24 – umum), Lydia Damara Raj Suweda  ( Teater Antariksa – SMAN 7 Dps ), Andre Tanjaya  (  Teater La Jose - SMAK Santo Yoseph ) dan Isnah Nur Bintari ( umum)

SAWMA 2011 secara resmi digelar selama tiga hari di dua lokasi yang berbeda yakni pada hari Sabtu – Minggu,  28 – 29 Mei 2011 di Balai Bahasa Provinsi Bali , yang setiap hari menampilkan sembilan pertunjukan, dimulai dari pukul 10 pagi hingga pukul 5 sore.  Malam puncaknya akan digelar di Bentara Budaya Bali pada hari Selasa, 31 Mei 2011 pukul 6 sore yang menampilkan para seniman – seniman papan atas di Bali diantaranya Abu Bakar, Cok Sawitri, Nyoman Sura, Pranita Dewi,Teater Mimba, Komunitas Sahaja , Dewi Rejeki dll.

Malam Puncak Penganugerahan SAWMA 2011 menampilkan pementasan utama yakni pementasan Monolog Cok Sawitri yang membawakan naskah Bahaya Racun Tembakau. Cok Sawitri mengadaptasi naskah karya Anton Chekov tersebut dalam sebuah pemanggungan improvisasi pementasan Arja Satu. Disini akan kita saksikan kepiawaian Cok Sawitri dalam panggung Monolog yang sebelumnya tampil dalam pentas – pentas monolog nasional maupun international di antaranya Monolog Aku Bukan Perempuan Lagi ( 2004 ) dalam Pesta Monolog Dewan Kesenian Jakarta di Taman Ismail Marzuki. Cok Sawitri sempat berkolaborasi dengan Dean Moss dari New York dalam acara Dance Theater. Selain aktivis teater, Cok juga menulis artikel, puisi, cerita pendek dan novel. Karya-karya pertunjukannya antara lain Meditasi Rahim, Pembelaan Dirah, Permainan Gelap Terang,  Puitika Melamar Tuhan, Aku Bukan Perempuan Lagi, dan lain-lain. Pada tahun 2010, Cok Sawitri mementaskan Percakapan Sunya Nirvana di Ubud Writers And Readers Festival. Novelnya Janda Dari Jirah (2007) dan Sutasoma (2009). Ia menerima Anugerah Dharmawangsa tahun 2010.

Malam Penganugrahan Seni SAWMA 2011 juga memberikan penghargaan tertinggi yakni Lifetime Achievement Awards kepada Bapak Abu Bakar atas pengabdian seumur hidup di bidang teater.  Bahkan salah seorang pesohor sastra , Umbu Landu Paranggi sempat mengatakan bahwa Abu Bakar adalah Mbahnya Monolog di Bali. Dalam malam puncak tersebut, akan diputar slide perjalanan panjang Bapak Abu Bakar di dunia teater modern di Bali yang dimulai sejak tahun 1964. Abu Bakar lahir di Denpasar, 1 Januari 1944. Pendiri Teater Poliklinik ini sudah puluhan tahun mendedikasikan hidupnya untuk seni pertunjukan, sastra dan film. Karya-karyanya antara lain Wanita Batu (Monolog, 2006), Bali Menangis (sinetron, 2004), Komedi Hitam, dll.  Bersama kelompok teater dari Perancis pentas keliling Indonesia membawakan  naskah Mayora (1980). Tahun 1990, berkolaborasi dengan Ikranegara mengadakan pertunjukan Berani-Beraninya Menunggu Godot.di Amerika. Menulis puisi, cerpen, novel dan skenario film, di antaranya Tuhanku Kupu-kupu (Cerpen), Lukamu Dukaku (sinetron, 1993), Surat Cinta (cerpen), Menunggu (novel), dan lain sebagainya.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali, Bapak C. Ruddyanto menyampaikan kegembiraannya atas penyelenggaraan SAWMA 2011, disela – sela kesibukannya beliau mengatakan, " SAWMA merupakan bukti kelesuan sastra tidak perlu berlarut. Dia diharapkan akan menjadi salah satu tungku gairah yang terus membara, tidak sekadar menjadi tempat calon pesastra berdiang,tetapi juga ajang mengolah karsa menjadi karya. Walaupun bidang kiprahnya Monolog, SAWMA sendiri adalah dialog yang pantas bersambut untuk memetakan kehidupan sastra yang merayakan kemanusiaan kita. "

Hal senada juga disampaikan oleh penyair Bali, Warih Wisatsana, "Setiap upaya mengembangkan kehidupan kreatif, harus diapresiasi dan dihargai. Kita perlu ruang kreasi yang sehat, dimana anak muda meneguhkan pilihan masa depannya serta belajar membangun kebersamaan."

Untuk Info Lebih Lanjut
Moch Satrio Welang (081 916 384 162)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

JADWAL PEMENTASAN SAWMA 2011

 

HARI PERTAMA
Hari/ Tgl : Sabtu, 28 MEI 2011
Waktu : 10.00 pagi – selesai
Tempat : BALAI BAHASA PROVINSI BALI
Jl. Trengguli 1/20 Tembau Denpasar


1. KOMUNITAS LENSA MERAH – ISI DENPASAR
Aktor : Ferry Bhattara / Sutradara : Ferry Bhattara
Naskah : Aut / Karya : Putu Wijaya

2. TEATER TIGA – SMAN 3 DENPASAR
Aktor : Megawati Rosalio Putri / Sutradara : Yurika Ari Mahayuni
Naskah : Marsinah Menggugat / Karya : Ratna Sarumpaet

3. KELOMPOK 108 – UMUM
Aktor : Lisna Effendi / Sutradara : Dedi Dwiyanto
Naskah : Masmirah / Karya : Arthur S Nalan

4. TEATER OROK – UNIVERSITAS UDAYANA
Aktor : Linda Arista Putri / Sutradara : Andika Pratama
Naskah : Marsinah Menggugat / Karya : Ratna Sarumpaet

5. TEATER OMBAK – SMAN 1 KUTA UTARA
Aktor : Dwi Larashati / Sutradara : Agus Purwanto
Naskah : Tolong /Karya : Nano Riantiarno

6. THEATER OF HUMAN – SMK HARAPAN DENPASAR
Aktor : Sofia / Sutradara : Mudita Pangestu
Naskah : Balada Sumarah / Karya : Tentrem Lestari

7. TEATER TOPENG – SMAN 2 DENPASAR
Aktor : Rosdiana Effendi / Sutradara : Maureen Tyas Lestari
Naskah : Masmirah / Karya : Arthur S Nalan

8. TEATER TERAS – SMAN 1 KUTA
Aktor : Nanda Wahyu Saputra / Sutradara : Afif Mahfudz
Naskah : Surat Kepada Setan / Karya : Putu Wijaya

9. KOMUNITAS MATA – UMUM
Aktor : Raditya Pandet / Sutradara : Raditya Pandet
Naskah : Aut / Karya : Putu Wijaya


HARI KEDUA
Hari / Tgl : Minggu, 29 MEI 2011
Waktu : 10.00 pagi – selesai
Tempat : BALAI BAHASA PROVINSI BALI
Jl. Trengguli Tembau Denpasar

1. TEATER LA JOSE – SMK SANTO YOSEPH DENPASAR
Aktor : Andre Tanjaya / Sutradara : I Komang Agus Putra Paramartha
Naskah : Kucing Hitam / Karya : Edgar Alan Poe

2. TEATERLAH 24 – UMUM
Aktor : Heri Windi Anggara / Sutradara : Dadi Reza Pujiadi
Naskah : Kasir Kita / Karya : Arifin C Noer

3. ISNAH NUR BINTARI – UMUM
Aktor : Isnah Nur Bintari / Sutradara : Isnah Nur Bintari
Naskah : Masmirah / Karya : Arthur S Nalan

4. TEATER KINI BERSERI – UMUM
Aktor : Benny Dippo Pratama / Sutradara : Indra Parusha
Naskah : Surat Kepada Setan / Karya : Putu Wijaya

5. TEATER OROK – UNIVERSITAS UDAYANA
Aktor : Linda Trisnayanti / Sutradara : Sri Prami Utami
Naskah : Balada Sumarah / Karya : Tentrem Lestari

6. TEATER KINI BERSERI – UMUM
Aktor : Maulana Putra Dandiasri / Sutradara : Indra Purnama
Naskah : Kasir Kita / Karya : Arifin C Noer

7. TEATER ANTARIKSA – SMAN 7 DENPASAR
Aktor : Lydia Damara Raj Suweda / Sutradara : Aulia Erzha Putri
Naskah : Tolong / Karya : Nano Riantiarno

8. TEATER ANGIN – SMAN 1 DENPASAR
Aktor : Zayd Rifqi Dzulqarnayn / Sutradara : Wulan Dewi Saraswati
Naskah : Bahaya Racun Tembakau
Karya : Anton Chekov , Adaptasi Cok Sawitri

9. TEATER MERAH – UMUM
Aktor : Didi Saputra / Sutradara : Novi Dwijayanti
Naskah : Surat Kepada Setan / Karya : Putu Wijaya

MALAM PENGANUGERAHAN ( AWARDING NIGHT )
SELASA - 31 MEI 2011
BENTARA BUDAYA BALI
JL.Profesor Ida Bagus Mantra Ketewel

ABU BAKAR - Lifetime Achievement Awards
COK SAWITRI– Monologue Bahaya Racun Tembakau
NYOMAN SURA – Contemporary Dance 'Circle Of Life'
PRANITA DEWI – Poetry Reading ' Pelacur Para Dewa'
TEATER MIMBA ( Muda Wijaya ) – Performing Art 'Kalimah Nangroe'
PUTU RASTITI – KETUT SUDIANI  - Poetry Reading
MADE PURNAMASARI – Poetry Reading
DEWI REJEKI feat Mata – Mata Orchestra
LV C&C Models on SHOPisticated – Art Ethnic Fashion Show
GARESPHA HipHop
NOSSTRESS Blues / Jazz Acoustic

Awards Presenters:
Indra Parusha – Frischa Aswarini
Muda Wijaya – Yuanita Ramadani
Joan Valentina – Bayu Mahardika
Dadi Reza Pujiadi – Novi Dwijayanti
Pranita Dewi – Isnah Nur Bintari
Cok Sawitri – Putu Satria Kusuma


Awards Host: Moch Satrio Welang

 

Posted at 10:02 pm by satrio_welang
Make a comment  

May 9, 2011
PARADE TEATER BALI 2011

Dengan hormat,

 

Guna menyemarakkan kehidupan kesenian teater di Bali, Arti Foundation mengadakan Parade Teater 2011 pada bulan September 2011.

 

Melihat dari proses kreatif dan kontinyuitas berbagai kelompok teater yang ada di Bali, maka Tim Arti Foundation mengadakan seleksi serta menentukan kelompok-kelompok dibawah ini sebagai peserta Parade Teater 2011 :

 

1. Bali Experimental Teater, Jembrana.

2. Sanggar Seni Banyuning, Singaraja.

3. Teater 1000 Jendela, Singaraja.

4. Teater Jineng, Tabanan.

5. Teater Kini Berseri, Denpasar.

6. Teater Sastra Welang, Denpasar.

7. Teater LAH, Denpasar.

8. Bendrat An Art Assistance, Denpasar.

 

Berkaitan dengan hal tersebut, kami mohon konfirmasi atas kesediaannya untuk berpatisipasi dan juga melampirkan Profil Kelompok Teater masing-masing.

 

Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

 

 

 

Denpasar, 7 Mei 2011

Panitia Parade Teater 2011

Sekretaris,                                       Ketua,

 

 

 

Ketut Syahruwardi Abas                   I Dewa Gde Palguna, SH. M.Hum

 

 

===

 

Pilihan naskah untuk Parade Teater 2011

1.             Antigone - Sophokles

2.             Arwah - Arwah - W.B. Yeats

3.             Badai Sepanjang Malam – Max Arifin

4.             Bunga Rumah Makan – Utuy Tatang Sontani

5.             Caligula – Albert Camus

6.            Elegi Musimpanas - Chandra_Kudapawana

7.            Julius Caesar - William Shakespears

8.            Kereta Kencana - Eugene Ionesco

9.            Kisah Cinta Dan Lain Lain - Arifin C Noer

10.            Lautan Bernyanyi - Putu Wijaya

11.            Malam Jahanam – Motinggo Boesje

12.            Nyanyian Angsa – Anton Chekhov

13.            Nyai Ontosoroh – Pramoedya Ananta Toer

14.            Orang Kasar – Anton Chekov

15.            Orkesmadun I – Arifin C Noer

16.            Orkesmadun II Umang - Umang_- Arifin C Noer

17.            Orkesmadun III  Sandek – Arifin C Noer

18.            Orkes Madun IV Ozone – Arifin C Noer

19.            Para Penjudi – Nicolas Gogol

20.            Pesta Para Pencuri – Jean Annoulih

21.            Syekh Siti Jenar – Saini KM

 

Untuk informasi :

Dedi Dwiyanto

Hp : 08164747737

Email : dedi@payjah.com

Posted at 09:45 am by satrio_welang
Make a comment  

Apr 14, 2011
Sentimental Trip #1: Bali

Sentimental Trip #1: Bali

Sebuah Perjalanan Eksplorasi Artistik

Produksi Ke-13 Seni Teku

 

Sentimental Trip #1: Bali merupakan suatu perjalanan untuk eksplorasi dan pertunjukan pada beberapa situs di Bali, yang diproyeksikan untuk melatih kepekaan rasa terhadap ruang natural, ruang arsitektural, ruang sosial, ruang budaya serta ruang narasi dari suatu situs. Eksplorasi di bawah arahan Ibed Surgana Yuga ini diharapkan dapat menautkan kedirian para pelaku artistik (performer, penata panggung, penata cahaya dan sutradara) yang terlibat dengan aspek multidimensional ruang dari situs-situs yang didatangi. Setiap eksplorasi akan diakhiri dengan sebuah presentasi pertunjukan di masing-masing situs.

 

Selain di Bali, Sentimental Trip akan berlanjut ke tempat-tempat lain, untuk menjelajahi situs-situs yang berbeda. Sentimental Trip merupakan salah satu kegiatan bagian dari program penciptaan teater oleh Seni Teku dalam jangka 18 bulan (2011-2012), di bawah konsep utama yang dinamai “mengakrabi ruang”.

 

 

Jadwal di Bali

Studio Pelukis Made Budhiana, Ubung, Denpasar

-   Eksplorasi: Jumat, 15 April 2011, 11.00-18.00 WITA

-   Pertunjukan: Jumat, 15 April 2011, 20.00 WITA

 

Puri Pejeng, Gianyar

-   Eksplorasi: Sabtu, 16 April 2011, 11.00-18.00 WITA

-   Pertunjukan: Sabtu, 16 April 2011, 20.00 WITA

 

Pura Rambutsiwi, Jembrana

-   Eksplorasi: Senin, 18 April 2011, 08.00-15.00 WITA

-   Pertunjukan: Senin, 18 April 2011, 16.00 WITA

 

Twin Tower, Jembrana

-   Eksplorasi: Jumat, 22 April 2011, 08.00-18.00 WITA

-   Pertunjukan: Jumat, 22 April 2011, 20.00 WITA

 

 

Personil

Marya Yulita Sari (performer), Andika Ananda (performer), Riski P. Sari (performer), A. Satrio Pringgodani (performer), Miftakul Efendi (penata panggung), Mochalmad Jibna (penata cahaya), Dina Triastuti (pimpinan produksi), Ibed Surgana Yuga (sutradara)

 

 

Info

081 5576 8373, www.seniteku.org

Posted at 10:25 am by satrio_welang
Make a comment  

Apr 11, 2011
BERBAGI LEWAT FORUM KOMUNITAS

Indonesia tengah terengah-engah, demikian dapat disimpukkan dengan banyaknya
kejadian yang sedang dihadapi di negeri Bhinneka Tunggal Ika ini. Sebagian besar
kejadiannya justru marak oleh masalah kesenjangan: Persamaan dikaburkan, perbedaan
dijurangkan. Semua orang berteriak saling ejek dan menyalahkan. Lebih gila lagi
menjajah sesama dengan kebrutalan berujung kematian. Hanya segelintir yang tunjukan
dengan sedikit cakap dan banyak kerja. Jika ada, kita patut terketuk olehnya.

Karena pentingnya makna berbagi kali ini sampai Mebase Genep-nya Adgi dan Obral-nya
Bali Creative Community harus di tandem. Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (Adgi)
Bali Chapter dan Bali Creative Community berkolaborasi dalam menyambut tamu
istimewa dari Bandung: Jeffrey Polnaja alias Kang JJ, seorang biker yang keliling
dunia sendiri dengan misinya: Ride for Peace.

Kehadirannya untuk sharing di Bali jauh dari unjuk gigi. Selain kisahkan perjalanan
keliling dunia, ia ingin berbagi tentang makna dan rasa kebesaran sebuah bangsa
lewat prestasi yang dapat dicetak anak-anak bangsa, semangat, simpati serta rasa
setia kawan.

Selain berkisah, Kang JJ akan memutar cuplikan film dan foto perjalanan. Kita dapat
langsung ngobrol dengan santai bersama sang pemberani ini. Berikut cuplikan
kisahnya:

ONE MAN, ONE BIKE, ONE PLANET !!!

"Kamu tidak akan sanggup. Saya yakin baru beberapa negara saja kamu sudah menyerah
dan pulang ke Indonesia."

Begitulah seorang biker dunia memberiku peringatan ketika tahu niatku bermotor
keliling dunia. Dan benar saja ... motorku ditabrak mobil hingga rusak parah di
Balukistan, Pakistan; aku dipukuli sorang pemabuk di Rusia; akupun berhadapan 1
lawan1 dengan seekor beruang di Bhutan, dirampok habis-habisan di Jalalabad,
Afghanistan, dan ditembaki penduduk yang mengiraku anggota pasukan keamanan PBB
saat hendak melintasi perbatasan Pakistan.

Namun tidak hanya lolos dari semua itu, aku pun berhasil mengunjungi 72 negara di 3
benua selama 2 tahun 7 bulan dan kembali ke Indonesia dengan selamat. Hanya satu
tujuanku... membuang semua egoisme, mengesampingkan perbedaan, dan mengedepankan
perdamaian.

Dengan kisahku ini, ingin kubagikan semangat perjuangan, simpati, kekaguman, dan
solidaritas pada sesama... inilah upayaku sebagai rider berkontribusi pada
perdamaian dunia.

Ride For Peace the Wind Rider
Jeffrey Polnaja aka JJ

Posted at 12:14 am by satrio_welang
Make a comment  

Mar 31, 2011
MERCHANDISE SAWMA 2011 ( Sastra Welang Monologue Awards )

Dalam rangka penggalian dana untuk Program SAWMA 2011 di bulan Mei nanti, Teater Sastra Welang meluncurkan kaos resmi untuk event tersebut. Bagi rekan – rekan yang ingin mendukung program kami dengan cara mengoleksi kaos tersebut, silahkan melakukan pemesanan dengan cara sms ke no 081 916 384 162 ( Satrio Welang)

Harga kaos Rp. 50.000,
Warna kaos : Hitam
Warna desain : Emas
Bahan Katun Combat
Pemesanan paling lambat tanggal 10 April 2011.

Untuk pemesanan di luar pulau bali , ditambah biaya pengiriman sebesar Rp. 15.000,

Untuk mengintip desain kaos bisa kunjungi link berikut ini :
http://www.facebook.com/home.php#!/photo.php?fbid=1783758006156&set=a.1723758746212.89608.1605682460&theater

Untuk informasi mengenai SAWMA 2011 , silahkan klik di sini : http://www.facebook.com/home.php#!/photo.php?fbid=1788447803398&set=a.1723758746212.89608.1605682460&theater


Salam Hormat ,
Moch Satrio Welang
SAWMA 2011 – The New Chapter of Bali Theater Begins

Posted at 08:37 pm by satrio_welang
Make a comment  

Next Page

BALI ART ETALASE merupakan jaringan seni yang memuat kabar terkini dunia seni di Bali, termasuk dunia seni teater, tari, kesusastraan, lukis, musik dan film. Dukung dengan mengirimkan berita seputar seni ke email : baliartetalase@yahoo.com BALI ART ETALASE is creatively created as the Art Network for any current news and information of theater show, dance, painting, literature, music and movie event in Bali.Support this network by dropping any news on those circuit, to baliartetalase@yahoo.com
   

<< January 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31

Internet Sehat

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed