ANTOLOGI PUISI SE-INDONESIA 'KARENA AKU TAK LAHIR DARI BATU' -
Sebuah persembahan untuk seluruh Ibu...
TELAH TERBIT:
Antologi 100 Puisi Tema Ibu Se Indonesia
KARENA AKU TAK LAHIR DARI BATU
Dapatkan
sebuah persembahan untuk Ibu, dimana akan anda dapatkan 100 penyair se
Indonesia menulis 100 puisi tentang Ibu. Sebuah buku yang
menginspirasi.. Sebuah kado untuk Ibu..
Karena Aku Tak Lahir dari Batu
( Antologi 100 Puisi Tema Ibu Se Indonesia )
Kurator : Oka Rusmini , Warih Wisatsana, Moch Satrio Welang
Indie
Book Corner , Irwan Bajang, Yayan Triyansyah, Warih Wisatsana, Oka
Rusmini, Ayu Laksmi, Cok Sawitri, Phalayasa Sukmakarsa, Ahmad Imran,
Rosad, Wulan Hard Rock Hotel, Oka Astawa, Made Sugianto, Lindia Palupi,
dan kawan kawan semua yang tak mampu kami sebutkan satu persatu..
Terutama kepada 100 penyair se Indonesia yang telah mendukung penerbitan
buku ini ( Setiap penulis dalam antologi ini akan dikirimkan dua buah
buku , ke alamat masing masing )
Ke 100 Penyair Antologi : KARENA AKU TAK LAHIR DARI BATU
ADHY RICAL - KENDARI
AKHMAD NURHADI MOEKRI SUMENEP
AKHYAR FUADI AGAM (SUMATERA BARAT)
ALEE KITONANMA PADANG
ANDI MAGADHON YOGYAKARTA
ANISAH ROKHIMATULKHAIR ATMAJANINGTYAS WONOSOBO
ARDY KRESNA CRENATA BOGOR
ARI NENDRA SOLO
ARIF HIDAYAT PURBALINGGA
ARRY SYAKIR GIFARI TANGGERANG
ARUM FATIMA YOGYAKARTA
ASSYAFA JELATA SERANG
AWAN TENGGARA BEKASI
AYU DIAH CEMPAKA DENPASAR
AYU WINASTRI DENPASAR
BADRUL MUNIR CHAIR YOGYAKARTA
BAGUS PRANA PURWOKERTO
BODE RISWANDI TASIK MALAYA
BUDHI SETYAWAN BEKASI
BUNDA MATAHATI DEPOK
DADI REZA PUJIADI DENPASAR
DEA ANUGRAH YOGYAKARTA
DG KUMARSANA LOMBOK
DIAH BUDIANA BANDUNG
DICKY TEARA SUMENEP
DS PRIYADI YOGYAKARTA
DWI RAHARIYOSO PONOROGO
DYAH SETYAWATI TEGAL
EFFENDI DANATA LOMBOK
EKO PUTRA MUSI BANYUASIN SUMATERA SELATAN
FAKHRIZAL EKA, SP JAMBI
FATIMUL HUSAIN YOGYAKARTA
FARADINA IZDHIHARY MALANG
HASAN BISRI JAKARTA
HENDRA UTAY DENPASAR
HOLY ADIB PADANG
HUSEN ARIFIN MALANG
I PUTU AGUS SUTRARAMA TABANAN
INDAH IP SURABAYA
INDY EDELWEISS SEMARANG
IRIANTO IBRAHIM KENDARI
IRWAN BAJANG YOGYAKARTA
IRWAN KUSUMAWARDANA YOGYAKARTA
ISBEDY STIAWAN ZS LAMPUNG
ISYKA SYUKRIYA BANTUL
JOAN VALENTINA RACHMA ASSYAKIRA DENPASAR
JUNIAR HENDRIK WILLIAM LUMANKUN NUSA DUA
KHAIRUL HUDA DENPASAR
KHOER JURZANI CIANJUR
LAKSMI HERDIANA PUTRI SUMENEP
LAILATUL KIPTIYAH BLITAR
MUTIAH AYU RASTA - MUSI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN
MUDA WIJAYA DENPASAR
AMING AMINOEDHIN SURABAYA
MEGITA OKTAVIA
M. MAHFUDZ FAUZI S. LAMPUNG
M SUSANTO EDISON DENPASAR
NOVAL JUBBEK - MALANG
NOVIANA KUSUMAWARDHANI UBUD
NAHDHO NUR SUMEDANG
NADYA NADINE SURABAYA
NUROCHMAN SUDIBYO YS. TEGAL
OVIANTY JAKARTA
O'ONKS EL KEMARUNG SUMENEP
OLAN SANSEVIERA CIREBON
PRINGADI ABDI SURYA JAKARTA
PUTRI F.R.PRATAMA SURABAYA
QURANUL HIDAYAT IDRIS SEMARANG
RAHMAT HELDY HS SERANG BANTEN
RESTU ASHARI PUTRA DEPOK
RIO FITRA SY PADANG
RIZA MULTAZAM LUTHFY MALANG
RIVO SHAFTRIA SY PESISIR SELATAN
RISWAN HIDAYAT YOGYAKARTA
RUDY RAMDANI PURWAKARTA
RYAN RACHMAN PURWOKERTO
SYAIFUL BAHRI SUMENEP
SYARIF HIDAYATULLAH DEPOK
SETIYO BARDONO DEPOK
SELI DESMIARTI PURWAKARTA
SHITA RAHUTOMO BANDUNG
SURAJIYA YOGYAKARTA
SOSIAWAN LEAK SOLO
SUGUH KURNIAWAN BANDUNG
SHINTA MIRANDA JAKARTA
SHAFIRA SULAIMAN BANDA ACEH
SITI FATIMAH SURABAYA
TATANG RUDIANA ALGHIFARI TASIKMALAYA
TITIKECIL YASMINA BANDUNG
WAYAN SUNARTA DENPASAR
WISNU ADITYA PRATOMO SUMEDANG
WINARTI SURABAYA
YOYONG AMILIN JAKARTA
YULI ARISTA CEPU
YOGIRA YOGASWARA BANDUNG
YOGI PRASTIYO JAKARTA
Endorsements oleh ACEP ZAMZAM NOOR
AHDA IMRAN
AGUS R. SARJONO
PRANITA DEWI
OKA RUSMINI
WARIH WISATSANA
Agenda Kedepan:
BOOK LAUNCHING Karena Aku Tak Lahir dari Batu di bulan Januari 2012
ROAD SHOW DAN LOMBA BACA PUISI' Karena Aku Tak Lahir dari Batu' di bulan Februari 2012
Semoga langkah kecil ini, dapat menjadi bara kreatifitas bersama!
Taman Budaya Provinsi Bali bekerjasama dengan Arti Foundation menyelenggarakan Parade Teater
Se-Bali tahun 2011 mulai 9 hingga 19 September mendatang. Parade Teater
ini diikuti oleh 8 grup teater dari 4 kabupaten kota di Bali.
8 Grup teater ini berasal dari Denpasar, Tabanan, Buleleng, dan
Jembrana. Kedelapan grup itu akan pentas di Taman Budaya atau Art
Centre mulai tangal 9 hingga 19 September 2011 pukul 20.00 Wita dengan
harga tiket masuk sebesar Rp 5.000 untuk satu kali pertunjukan.
Ketua Panitia Parade Teater Se-Bali 2011, Dewa Palguna, menyatakan
parade teater ini merupakan kelanjutan dari ide Arti Foundation yang
pernah digagas sebelumnya. Dewa berharap dalam parade teater kali ini,
ada tafsir baru terhadap naskah, baik naskah lama maupun naskah baru.
Latar belakang dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah adanya rasa
rindu masa-masa tahun 1980 an dimana teater di Bali tumbuh di
mana-mana, kita rindu suasana itu, kata Dewa palguna, di Denpasar
(24/8/2011).
Lewat acara ini, lanjut Palguna, apresiasi masyarakat khususnya di
Bali terhadap seni teater akan semakin baik. Lewat parade teater ini
kita mulai hembuskan lagi dunia seni teater agar hidup kembali seperti
seni lainnya di Bali, ujarnya.
Ketua Yayasan Arti Denpasar, I Kadek Suardana menambahkan, dunia
seni teater di Bali mencapai kejayaan di era tahun 1980 an dimana waktu
itu grup teater marak muncul di Bali.
Tahun 1990 an, dunia seni teater di Bali hancur. Penyebab utama
karena faktor pembiayaan, ini karena dalam dunia teater semuanya usaha
sendiri, jadi sering tekor dalam pembiayaan. Anak-anak teater juga
banyak yang keluar Bali untuk bekerja, jadi mereka tidak bisa
profesional dalam hal waktu. Syukur masih ada kelompok teater di
sekolah, jadi masih ada yang eksis, kata Kadek.
Sementara Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Bali Ketut Mantara Gandi
menyatakan dunia teater di Bali belum berkembang dengan baik. Oleh
karena itu pihaknya selalu pengelola taman budaya atau art centre
memberi ruang bagi dunia seni teater lewat penyelenggaraan parade
teater se Bali ini. (dev)
Peluncuran Buku Kumpulan Cerpen ' Lelaki yang Membelah Bulan' karya Noviana Kusumawardhani..
Seorang cerpenis yang juga berprofesi pembaca kartu tarot ini akan berbagi pengalaman kreatif dalam hal penulisan karya sastra cerpen yang menjadi media untuk berekspresi dalam menyampaikan gagasan - gagasan kreatif yang penuh pemikiran mendalam dan sungguh filosofis
Noviana Kusumawardhani berusaha mendobrak tataran klasik pemaparan kisah dalam cerpen. Lompatan - lompatan yang lincah. Imaginasi liar yang anggun berayun - ayun, membuat Buku ini menjadi referensi wajib beli oleh pecinta sastra Indonesia. Goenawan Mohammad sendiri memberikan tulisan pembuka dalam buku tersebut.
Bagaimana kisah dibelakang layar dalam pembuatan kisah - kisah yang sungguh menginspirasi itu ? Ingin mengenal lebih dekat sosok Noviana Kusumawardhani ? Mari kita sharing bersama dalam gelar
PELUNCURAN - BUKU CERPEN ' Lelaki yang Membelah Bulan'
menghadirkan NOVIANA KUSUMAWARDHANI
Moderator : MOCH SATRIO WELANG
Dramatic Reading : ISNAH NUR BINTARI Cerpen Penari Hujan karya Noviana Kusumawardhani
Musikalisasi Puisi : HERI WINDI ANGGARA Puisi 'Percakapan Pagi' karya Oka Rusmini Puisi 'Biar Aku' karya Moch Satrio Welang
Jazz Akustik : YOGA FITRANA CAHYADI Puisi 'Mencari Rumah' karya Noviana Kusumawardhani Girl from Tokyo karya Yoga Fitrana Cahyadi
NOVIANA KUSUMAWARDHANI Adalah seorang dosen, penulis, kreator, pembicara, penerima banyak penghargaan di bidang komunikasi. Lulusan Universitas Gajah Mada untuk jurusan Komunikasi massa pada tahun 1992. Mendapatkan beasiswa dari program AFS di Universitas Ellesmere, Christchurch, New Zealand pada tahun 1987. Mengawali karir sebagai penulis di saluran Televisi Nasional Indosiar sebelum terjun ke dunia periklanan di tahun 1994 sebagai produser. Mendapat penghargaan Piala Citra Pariwara, Asia Pasific Media Award. Juga sempat mengajar di Universitas Mercubuana Jakarta. Saat ini menetap di Ubud Bali.
Kunjungi juga karya Noviana Kusumawardhani dalam Antologi Puisi 21 Penulis Bali - KERANDA EMAS
PERAIH ANUGERAH SAWMA 2011: TeaterLah 24 dan Isnah Nur Bintari
Daftar penerima Piala SAWMA Sastra Welang Monologue Awards 2011
telah diumumkan kemarin di Bentara Budaya Bali, 31 Mei 2011. Para aktor
yang telah berlaga hadir bersama tamu tamu undangan lainnya dalam besutan
busana etnik yang menambah nuansa seni kian terasa. Keenam piala SAWMA yang
diperebutkan adalah Piala Aktor Terbaik, Piala Penata Musik Terbaik, Piala
Penata Artistik Terbaik, Piala Sutradara Terbaik, Piala Manajemen Produksi
Terbaik dan Piala Pementasan Terbaik. Penghargaan paling bergengsi yakni piala
pementasan terbaik jatuh pada pementasan Kasir Kita ( teaterLah 24 , aktor Heri
Windi Anggara), piala sutradara terbaik jatuh pada Dadi Reza Pujiadi ( teater
Lah 24), sementara Piala Aktor Terbaik jatuh pada Isnah Nur Bintari , yang
bermain mewakili perseorangan, dan berhasil memikat hati juri dengan tampil
penuh kematangan peran dan natural. Dewan juri yakni Cok Sawitri, Putu Satria
Kusuma dan Moch Satrio Welang.
Malam itu dengan dibacakan oleh para
aktor Bali lintas generasi, pemberian penghargaanberjalan meriah.
Tampil malam itu, Pranita dewi , Cok Sawitri , Isnah Nur Bintari,
Warih Wisatsana, Frischa Aswarini dan masih banyak lagi. Malam itu piala tertinggi
yakni Lifetime Achievement Awards jatuh pada Bapak AbuBakar yang telah berusia
64 tahun dan mulai berkesenian teater di Bali sejak tahun 1964 silam.
Sebuah pagelaran seni, SAWMA Sastra
Welang Monologue Awards 2011 digelar oleh Teater Sastra Welang sebagai penanda
babak baru dunia seni pertunjukan teater modern di Bali. Acara yang dipandu
oleh Moch Satrio Welang ini menampilkan pementasan utama yakni pentas
monologue Bahaya Racun Tembakau karya Cok Sawitri dengan mengadaptasi
pertunjukan seni tradisi yakni Pentas Arja Siki. Cok Tampil begitu prima,
dengan menggunakan set ala tradisi lengkap dengan langse ( tirai tradisi) dan
mike mike gantung yang biasa dipakai dalam pertunjukan arja.
Nyoman Sura juga tampil menakjubkan dengan membawakan garapan teranyarnya yang
bertajuk Circle of Life. Sura menari bersama beberapa penari , membawakan
simbol simbol kehidupan dalam tariannya. Muda Wijaya melalui Teater Mimbanya
juga tampil unik, yakni pementasan dramatisasi puisi yang bertajuk Kalimah
Nangroe. Tampil juga beberapa sastrawan muda Bali, seperti Pranita Dewi, Putu
Rastiti dan Ketut Sudiani yang tampil membacakan puisi.
SAWMA merupakan sebuah program
pemanggungan monolog yang memiliki konsep unik yakni berupa rangkaian kegiatan
yang diawali dari workshop teater , pemanggungan, dan malam puncak
penganugrahan seni.
Berikut ini daftar para pemenang :
KATEGORI PEMENTASAN TERBAIK :
- Surat Kepada Setan ( Teater Kini Berseri )
- Balada Sumarah ( Teater Orok )
- Kucing Hitam ( Teater Lajose )
- Aut ( Lensa Merah ) - Kasir Kita ( Teater Lah24) PEMENANG
KATEGORI SUTRADARA TERBAIK
Ferry Bhatthara ( Lensa Merah )
Yurika Ari Mahayuni ( Teater Tiga )
Sri Prami Utari ( Teater Orok ) Dadi Reza Pujiadi ( Teater LAH 24 ) PEMENANG Isnah Nur Bintari ( Isnah Nur Bintari )
KATEGORI AKTOR TERBAIK
Heri Windi Anggara ( Teater Lah24 ) Isnah Nur Bintari ( Isnah Nur Bintari ) PEMENANG Ferry Bhatthara (Lensa Merah )
Nanda Wahyu Saputra ( Teater Teras )
Linda Trisnayanti ( Teater Orok )
KATEGORI PENATA MUSIK TERBAIK :
Widi ( Balada Sumarah - Teater Orok)
Heri Windi Anggara ( Kasir Kita Teater LAH 24 ) Dede Nabela Dara ( Marsinah Menggugat - Teater Tiga ) PEMENANG Legu Adi Wiguna ( Kasir Kita Teater Kini Berseri )
Ferry Bhatthara ( Aut Lensa Merah )
5. KATEGORI PENATA ARTISTIK TERBAIK :
Adi Purwanto ( Marsinah
Menggugat Teater Tiga)
Ferry Bhatthara ( Aut
Lensa Merah )
Heri Windi Anggara (
Kasir Kita Teater LAH 24 )
Jessica Putri (Masmirah
Teater Topeng)
Amalia Hazman ( Kucing
Hitam Teater La Jose ) - PEMENANG
6. KATEGORI MANAJEMEN PRODUKSI
TERBAIK
Teater Kini Berseri (
Surat Kepada Setan dan Kasir Kita) - PEMENANG
Teater Antariksa (
Tolong )
Teater Tiga ( Marsinah
Menggugat )
Teater Orok ( Balada
Sumarah dan Marsinah Menggugat )
Teater Teras ( Surat
Kepada Setan )
7. PIALA LIFETIME ACHIEVEMENT AWARDS : ABU
BAKAR ( 67 )
Daftar Pembaca Nominasi :
1. Piala Penata Musik : Indra Parusha dan
Frischa Aswarini
2. Piala Penata Artistik : Didi Saputra
dan Yolanda Zara
3. Piala Manajemen Produksi : Indra
Purnama , Dewa Aditia dan Putu Ardi
4. Piala Sutradara
: Pranita Dewi dan Isnah Nur Bintari
5. Piala Aktor : Joan Valentina,
Novi Dwijayanti dan Muda Wijaya
6. Piala Pementasan : Cok Sawitri
SAWMA SASTRA WELANG MONOLOGUE AWARDS 2011 DIGELAR!
SAWMA ( Sastra Welang Monologue Awards ) digelar untuk pertamakalinya oleh Teater Sastra Welang yang didukung oleh Balai Bahasa Provinsi Bali dan Bentara Budaya Bali. SAWMA, sebuah perayaan festival monolog yang direncanakan digelar setiap tahun ini melibatkan komunitas teater umum, teater kampus, maupun teater SMA yang ada di Bali. SAWMA diharap mampu menjadi salah satu media alternatif para pekerja seni pertunjukan untuk dapat berkreasi dalam seni pemanggungan monolog. SAWMA 2011 menampilkan 18 kelompok dari 16 group teater yang ada di Bali. Dengan memainkan naskah naskah monolog yang sudah ditentukan oleh panitia, tentunya dengan pertimbangan bobot naskah yang teruji, kandungan naskah yang sarat akan pesan pesan moral dan humanis. Kesepuluh naskah pilihan yang disiapkan panitia untuk dipilih oleh peserta penampil tahun ini adalah Surat Kepada Setan ( Putu Wijaya ), Balada Sumarah ( Tentrem Lestari ), Kucing Hitam ( Edgar Alan Poe ), Kasir Kita ( Arifin C Noer ), Aut ( Putu Wijaya ) , Masmirah ( Arthur S Nalan ), Tolong ( Nano Riantiarno ), Monolog Topeng ( Rachman Sabur ), Bahaya Racun Tembakau ( Anton Chekov , adaptasi Cok Sawitri) dan Marsinah Menggugat ( Ratna Sarumpaet )
Dalam penyelenggaraan SAWMA 2011, dewan juri akan bekerja keras menentukan siapa yang berhak menerima penghargaan piala SAWMA untuk kategori aktor terbaik, aktris terbaik, sutradara terbaik, penata musik terbaik , penata artistik terbaik dan pementasan terbaik. Selain mendapatkan hadiah uang tunai, peserta yang masuk nominasi akan mendapatkan paket buku - buku sastra karya sastrawan Indonesia, diantaranya Oka Rusmini, Frans Nadjira, Cok Sawitri, Agus R Sarjono, Hanna Fransisca, Wayan Sunarta, Putu Bawa Samar Gantang, Nana Sastrawan, Wa Ode Wulan Ratna, Made Sugianto dll, juga album solo penyanyi Ayu Laksmi bertajuk Svara Semesta akan dibagikan kepada tiap pemenang. Tahun ini yang didaulat menjadi dewan juri SAWMA adalah Cok Sawitri, Putu Satria Kusuma dan Moch Satrio Welang. Mereka akan menentukan lima nominator dalam masing masing kategori.
Para peserta SAWMA 2011 adalah komunitas teater umum, teater kampus maupun teater SMA di Bali yang sebelumnya telah mengajukan aplikasi pendaftaran festival kepada panitia. Ke 18 monologer yang tampil tahun ini adalah Velinda Arista Putri ( Teater Orok Udayana ), Lisna Effendi ( Kelompok 108 - umum), Linda Trisnayanti ( Teater Orok Udayana ) , Maulana Putra Dandiasri ( Teater Kini Berseri - Umum) , Benny Dippo Pratama ( Teater Kini Berseri - Umum), Putu Raditya Pandet ( Komunitas Mata - Umum ), Ferry Bhatthara ( Komunitas Lensa Merah ISI Denpasar) , Megawati Rosalio Putri ( Teater Tiga SMAN 3 Dps ) ,Sofia ( Theatre of Human SMK Harapan) , Rosdiana Effendi ( Teater Topeng SMAN 2 Dps ), Zayd Rifqy Zulqarnayn ( Teater Angin SMAN 1 Dps) , Didi Saputra ( Teater Merah Umum) , Dwi Larashati ( Teater Ombak SMAN 1Kuta Utara) , Nanda Wahyu Saputra ( Teater Teras SMAN 1 Kuta), Heri Windi Anggara ( Teater LAH 24 umum), Lydia Damara Raj Suweda ( Teater Antariksa SMAN 7 Dps ), Andre Tanjaya ( Teater La Jose - SMAK Santo Yoseph ) dan Isnah Nur Bintari ( umum)
SAWMA 2011 secara resmi digelar selama tiga hari di dua lokasi yang berbeda yakni pada hari Sabtu Minggu, 28 29 Mei 2011 di Balai Bahasa Provinsi Bali , yang setiap hari menampilkan sembilan pertunjukan, dimulai dari pukul 10 pagi hingga pukul 5 sore. Malam puncaknya akan digelar di Bentara Budaya Bali pada hari Selasa, 31 Mei 2011 pukul 6 sore yang menampilkan para seniman seniman papan atas di Bali diantaranya Abu Bakar, Cok Sawitri, Nyoman Sura, Pranita Dewi,Teater Mimba, Komunitas Sahaja , Dewi Rejeki dll.
Malam Puncak Penganugerahan SAWMA 2011 menampilkan pementasan utama yakni pementasan Monolog Cok Sawitri yang membawakan naskah Bahaya Racun Tembakau. Cok Sawitri mengadaptasi naskah karya Anton Chekov tersebut dalam sebuah pemanggungan improvisasi pementasan Arja Satu. Disini akan kita saksikan kepiawaian Cok Sawitri dalam panggung Monolog yang sebelumnya tampil dalam pentas pentas monolog nasional maupun international di antaranya Monolog Aku Bukan Perempuan Lagi ( 2004 ) dalam Pesta Monolog Dewan Kesenian Jakarta di Taman Ismail Marzuki. Cok Sawitri sempat berkolaborasi dengan Dean Moss dari New York dalam acara Dance Theater. Selain aktivis teater, Cok juga menulis artikel, puisi, cerita pendek dan novel. Karya-karya pertunjukannya antara lain Meditasi Rahim, Pembelaan Dirah, Permainan Gelap Terang, Puitika Melamar Tuhan, Aku Bukan Perempuan Lagi, dan lain-lain. Pada tahun 2010, Cok Sawitri mementaskan Percakapan Sunya Nirvana di Ubud Writers And Readers Festival. Novelnya Janda Dari Jirah (2007)dan Sutasoma (2009). Ia menerima Anugerah Dharmawangsa tahun 2010.
Malam Penganugrahan Seni SAWMA 2011 juga memberikan penghargaan tertinggi yakni Lifetime Achievement Awards kepada Bapak Abu Bakar atas pengabdian seumur hidup di bidang teater. Bahkan salah seorang pesohor sastra , Umbu Landu Paranggi sempat mengatakan bahwa Abu Bakar adalah Mbahnya Monolog di Bali. Dalam malam puncak tersebut, akan diputar slide perjalanan panjang Bapak Abu Bakar di dunia teater modern di Bali yang dimulai sejak tahun 1964. Abu Bakar lahir di Denpasar, 1 Januari 1944. Pendiri Teater Poliklinik ini sudah puluhan tahun mendedikasikan hidupnya untuk seni pertunjukan, sastra dan film. Karya-karyanya antara lain Wanita Batu (Monolog, 2006), Bali Menangis (sinetron, 2004), Komedi Hitam, dll. Bersama kelompok teater dari Perancis pentas keliling Indonesia membawakan naskah Mayora (1980). Tahun 1990, berkolaborasi dengan Ikranegara mengadakan pertunjukan Berani-Beraninya Menunggu Godot.di Amerika. Menulis puisi, cerpen, novel dan skenario film, di antaranya Tuhanku Kupu-kupu (Cerpen), Lukamu Dukaku (sinetron, 1993), Surat Cinta (cerpen), Menunggu (novel), dan lain sebagainya.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali, Bapak C. Ruddyanto menyampaikan kegembiraannya atas penyelenggaraan SAWMA 2011, disela sela kesibukannya beliau mengatakan, " SAWMA merupakan bukti kelesuan sastra tidak perlu berlarut. Dia diharapkan akan menjadi salah satu tungku gairah yang terus membara, tidak sekadar menjadi tempat calon pesastra berdiang,tetapi juga ajang mengolah karsa menjadi karya. Walaupun bidang kiprahnya Monolog, SAWMA sendiri adalah dialog yang pantas bersambut untuk memetakan kehidupan sastra yang merayakan kemanusiaan kita. "
Hal senada juga disampaikan oleh penyair Bali, Warih Wisatsana, "Setiap upaya mengembangkan kehidupan kreatif, harus diapresiasi dan dihargai. Kita perlu ruang kreasi yang sehat, dimana anak muda meneguhkan pilihan masa depannya serta belajar membangun kebersamaan."
Untuk Info Lebih Lanjut Moch Satrio Welang (081 916 384 162)
HARI PERTAMA Hari/ Tgl : Sabtu, 28 MEI 2011 Waktu : 10.00 pagi selesai Tempat : BALAI BAHASA PROVINSI BALI Jl. Trengguli 1/20 Tembau Denpasar
1. KOMUNITAS LENSA MERAH ISI DENPASAR Aktor : Ferry Bhattara / Sutradara : Ferry Bhattara Naskah : Aut / Karya : Putu Wijaya
2. TEATER TIGA SMAN 3 DENPASAR Aktor : Megawati Rosalio Putri / Sutradara : Yurika Ari Mahayuni Naskah : Marsinah Menggugat / Karya : Ratna Sarumpaet
3. KELOMPOK 108 UMUM Aktor : Lisna Effendi / Sutradara : Dedi Dwiyanto Naskah : Masmirah / Karya : Arthur S Nalan
4. TEATER OROK UNIVERSITAS UDAYANA Aktor : Linda Arista Putri / Sutradara : Andika Pratama Naskah : Marsinah Menggugat / Karya : Ratna Sarumpaet
5. TEATER OMBAK SMAN 1 KUTA UTARA Aktor : Dwi Larashati / Sutradara : Agus Purwanto Naskah : Tolong /Karya : Nano Riantiarno
6. THEATER OF HUMAN SMK HARAPAN DENPASAR Aktor : Sofia / Sutradara : Mudita Pangestu Naskah : Balada Sumarah / Karya : Tentrem Lestari
7. TEATER TOPENG SMAN 2 DENPASAR Aktor : Rosdiana Effendi / Sutradara : Maureen Tyas Lestari Naskah : Masmirah / Karya : Arthur S Nalan
8. TEATER TERAS SMAN 1 KUTA Aktor : Nanda Wahyu Saputra / Sutradara : Afif Mahfudz Naskah : Surat Kepada Setan / Karya : Putu Wijaya
9. KOMUNITAS MATA UMUM Aktor : Raditya Pandet / Sutradara : Raditya Pandet Naskah : Aut / Karya : Putu Wijaya
HARI KEDUA Hari / Tgl : Minggu, 29 MEI 2011 Waktu : 10.00 pagi selesai Tempat : BALAI BAHASA PROVINSI BALI Jl. Trengguli Tembau Denpasar
1. TEATER LA JOSE SMK SANTO YOSEPH DENPASAR Aktor : Andre Tanjaya / Sutradara : I Komang Agus Putra Paramartha Naskah : Kucing Hitam / Karya : Edgar Alan Poe
2. TEATERLAH 24 UMUM Aktor : Heri Windi Anggara / Sutradara : Dadi Reza Pujiadi Naskah : Kasir Kita / Karya : Arifin C Noer
3. ISNAH NUR BINTARI UMUM Aktor : Isnah Nur Bintari / Sutradara : Isnah Nur Bintari Naskah : Masmirah / Karya : Arthur S Nalan
4. TEATER KINI BERSERI UMUM Aktor : Benny Dippo Pratama / Sutradara : Indra Parusha Naskah : Surat Kepada Setan / Karya : Putu Wijaya
5. TEATER OROK UNIVERSITAS UDAYANA Aktor : Linda Trisnayanti / Sutradara : Sri Prami Utami Naskah : Balada Sumarah / Karya : Tentrem Lestari
6. TEATER KINI BERSERI UMUM Aktor : Maulana Putra Dandiasri / Sutradara : Indra Purnama Naskah : Kasir Kita / Karya : Arifin C Noer
7. TEATER ANTARIKSA SMAN 7 DENPASAR Aktor : Lydia Damara Raj Suweda / Sutradara : Aulia Erzha Putri Naskah : Tolong / Karya : Nano Riantiarno
8. TEATER ANGIN SMAN 1 DENPASAR Aktor : Zayd Rifqi Dzulqarnayn / Sutradara : Wulan Dewi Saraswati Naskah : Bahaya Racun Tembakau Karya : Anton Chekov , Adaptasi Cok Sawitri
9. TEATER MERAH UMUM Aktor : Didi Saputra / Sutradara : Novi Dwijayanti Naskah : Surat Kepada Setan / Karya : Putu Wijaya
MALAM PENGANUGERAHAN ( AWARDING NIGHT ) SELASA - 31 MEI 2011 BENTARA BUDAYA BALI JL.Profesor Ida Bagus Mantra Ketewel
ABU BAKAR - Lifetime Achievement Awards COK SAWITRI Monologue Bahaya Racun Tembakau NYOMAN SURA Contemporary Dance 'Circle Of Life' PRANITA DEWI Poetry Reading ' Pelacur Para Dewa' TEATER MIMBA ( Muda Wijaya ) Performing Art 'Kalimah Nangroe' PUTU RASTITI KETUT SUDIANI - Poetry Reading MADE PURNAMASARI Poetry Reading DEWI REJEKI feat Mata Mata Orchestra LV C&C Models on SHOPisticated Art Ethnic Fashion Show GARESPHA HipHop NOSSTRESS Blues / Jazz Acoustic
Awards Presenters: Indra Parusha Frischa Aswarini Muda Wijaya Yuanita Ramadani Joan Valentina Bayu Mahardika Dadi Reza Pujiadi Novi Dwijayanti Pranita Dewi Isnah Nur Bintari Cok Sawitri Putu Satria Kusuma
Guna menyemarakkan kehidupan kesenian teater di Bali, Arti Foundation mengadakan Parade Teater 2011 pada bulan September 2011.
Melihat
dari proses kreatif dan kontinyuitas berbagai kelompok teater yang ada
di Bali, maka Tim Arti Foundation mengadakan seleksi serta menentukan
kelompok-kelompok dibawah ini sebagai peserta Parade Teater 2011 :
1. Bali Experimental Teater, Jembrana.
2. Sanggar Seni Banyuning, Singaraja.
3. Teater 1000 Jendela, Singaraja.
4. Teater Jineng, Tabanan.
5. Teater Kini Berseri, Denpasar.
6. Teater Sastra Welang, Denpasar.
7. Teater LAH, Denpasar.
8. Bendrat An Art Assistance, Denpasar.
Berkaitan
dengan hal tersebut, kami mohon konfirmasi atas kesediaannya untuk
berpatisipasi dan juga melampirkan Profil Kelompok Teater masing-masing.
Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
Denpasar, 7 Mei 2011
Panitia Parade Teater 2011
Sekretaris, Ketua,
Ketut Syahruwardi Abas I Dewa Gde Palguna, SH. M.Hum
Sentimental Trip #1: Bali merupakan suatu perjalanan untuk eksplorasi dan pertunjukan
pada beberapa situs di Bali, yang diproyeksikan untuk melatih kepekaan rasa terhadap ruang natural, ruang arsitektural, ruang sosial,
ruang budaya serta ruang narasidari suatu situs. Eksplorasi di
bawah arahan Ibed Surgana Yuga ini diharapkan dapat menautkan kedirian para
pelaku artistik (performer, penata panggung, penata cahaya dan sutradara) yang terlibat dengan
aspek multidimensional ruang darisitus-situs yang didatangi. Setiap eksplorasi akan
diakhiri dengan sebuah presentasi pertunjukan di masing-masing situs.
Selain di Bali, Sentimental Trip akan berlanjut ke tempat-tempat lain, untuk
menjelajahi situs-situs yang berbeda. Sentimental Trip
merupakan salah satu kegiatan bagian dari program penciptaan teater oleh Seni Teku dalam jangka 18 bulan (2011-2012), di bawah konsep utama yang dinamai mengakrabi ruang.
Jadwal di Bali
Studio Pelukis Made Budhiana, Ubung,
Denpasar
-Eksplorasi: Jumat,
15 April 2011, 11.00-18.00 WITA
-Pertunjukan: Jumat, 15 April 2011, 20.00 WITA
Puri Pejeng, Gianyar
-Eksplorasi: Sabtu,
16 April 2011, 11.00-18.00 WITA
-Pertunjukan: Sabtu, 16 April 2011, 20.00 WITA
Pura Rambutsiwi, Jembrana
-Eksplorasi: Senin,
18 April 2011, 08.00-15.00 WITA
-Pertunjukan: Senin, 18 April 2011, 16.00 WITA
Twin Tower, Jembrana
-Eksplorasi: Jumat,
22 April 2011, 08.00-18.00 WITA
-Pertunjukan: Jumat, 22 April 2011, 20.00 WITA
Personil
Marya Yulita Sari (performer),
Andika Ananda (performer), Riski P. Sari (performer), A. Satrio Pringgodani
(performer), Miftakul Efendi (penata panggung), Mochalmad Jibna (penata
cahaya), Dina Triastuti (pimpinan produksi), Ibed Surgana Yuga (sutradara)
Indonesia tengah terengah-engah, demikian dapat disimpukkan dengan banyaknya kejadian yang sedang dihadapi di negeri Bhinneka Tunggal Ika ini. Sebagian besar kejadiannya justru marak oleh masalah kesenjangan: Persamaan dikaburkan, perbedaan dijurangkan. Semua orang berteriak saling ejek dan menyalahkan. Lebih gila lagi menjajah sesama dengan kebrutalan berujung kematian. Hanya segelintir yang tunjukan dengan sedikit cakap dan banyak kerja. Jika ada, kita patut terketuk olehnya.
Karena pentingnya makna berbagi kali ini sampai Mebase Genep-nya Adgi dan Obral-nya Bali Creative Community harus di tandem. Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (Adgi) Bali Chapter dan Bali Creative Community berkolaborasi dalam menyambut tamu istimewa dari Bandung: Jeffrey Polnaja alias Kang JJ, seorang biker yang keliling dunia sendiri dengan misinya: Ride for Peace.
Kehadirannya untuk sharing di Bali jauh dari unjuk gigi. Selain kisahkan perjalanan keliling dunia, ia ingin berbagi tentang makna dan rasa kebesaran sebuah bangsa lewat prestasi yang dapat dicetak anak-anak bangsa, semangat, simpati serta rasa setia kawan.
Selain berkisah, Kang JJ akan memutar cuplikan film dan foto perjalanan. Kita dapat langsung ngobrol dengan santai bersama sang pemberani ini. Berikut cuplikan kisahnya:
ONE MAN, ONE BIKE, ONE PLANET !!!
"Kamu tidak akan sanggup. Saya yakin baru beberapa negara saja kamu sudah menyerah dan pulang ke Indonesia."
Begitulah seorang biker dunia memberiku peringatan ketika tahu niatku bermotor keliling dunia. Dan benar saja ... motorku ditabrak mobil hingga rusak parah di Balukistan, Pakistan; aku dipukuli sorang pemabuk di Rusia; akupun berhadapan 1 lawan1 dengan seekor beruang di Bhutan, dirampok habis-habisan di Jalalabad, Afghanistan, dan ditembaki penduduk yang mengiraku anggota pasukan keamanan PBB saat hendak melintasi perbatasan Pakistan.
Namun tidak hanya lolos dari semua itu, aku pun berhasil mengunjungi 72 negara di 3 benua selama 2 tahun 7 bulan dan kembali ke Indonesia dengan selamat. Hanya satu tujuanku... membuang semua egoisme, mengesampingkan perbedaan, dan mengedepankan perdamaian.
Dengan kisahku ini, ingin kubagikan semangat perjuangan, simpati, kekaguman, dan solidaritas pada sesama... inilah upayaku sebagai rider berkontribusi pada perdamaian dunia.
Ride For Peace the Wind Rider Jeffrey Polnaja aka JJ
MERCHANDISE SAWMA 2011 ( Sastra Welang Monologue Awards )
Dalam rangka penggalian dana untuk Program SAWMA 2011 di bulan Mei nanti, Teater Sastra Welang meluncurkan kaos resmi untuk event tersebut. Bagi rekan rekan yang ingin mendukung program kami dengan cara mengoleksi kaos tersebut, silahkan melakukan pemesanan dengan cara sms ke no 081 916 384 162 ( Satrio Welang)
Harga kaos Rp. 50.000, Warna kaos : Hitam Warna desain : Emas Bahan Katun Combat Pemesanan paling lambat tanggal 10 April 2011.
Untuk pemesanan di luar pulau bali , ditambah biaya pengiriman sebesar Rp. 15.000,
BALI ART ETALASE merupakan jaringan seni yang memuat kabar terkini dunia seni di Bali, termasuk dunia seni teater, tari, kesusastraan, lukis, musik dan film. Dukung dengan mengirimkan berita seputar seni ke email : baliartetalase@yahoo.com
BALI ART ETALASE is creatively created as the Art Network for any current news and information of theater show, dance, painting, literature, music and movie event in Bali.Support this network by dropping any news on those circuit, to baliartetalase@yahoo.com