Oct 31, 2009
Permohonan Bantuan Penerjemahaan Dalam Bahasa Daerah

CERITANYA KOMUNITAS
ASLI ORANG INDONESIA
Jln. Nusa Indah Gg: 9 No: 4 Sumerta - Denpasar timur 80235. Bali – Indonesia
e-mail: ck_ceritanyakomunitas@yahoo.co.id atau radenpewe@yahoo.com 
Phone: (0361) 9993677,  08170006922

Denpasar, 28 Oktober 2009
No    :   /BOOK3/2009/CK
Lamp     : 1 Lembar Puisi
Hal    : Permohonan Bantuan Penerjemahaan
      Dalam Bahasa Daerah
     

Kepada_Yth: Saudara setanah air
              Bangsa Indonesia

               Di tempat


    Dengan hormat
    Sehubungan dengan niat menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa dari segi negatif eraglobalisasi yang akan merugikan bangsa, kami sebagai bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia mencoba mengambil sikap yang tegas dan dewasa dengan ikut serta menjaga dan melestarikan dari hal kecil yang kami bisa.
“KATAKANLAH SAYA SUKA SASTRA”
Dari sebuah teks kecil ini kami bermaksud membentuk sebuah buku kumpulan puisi karya saudara Raden Prakiyul Wahono Noto Susanto yang nantinya satu dari kumpulan puisi-puisinya yang berjudul Katakanlah Saya Suka Sastra diterjemahkan dalam berbagai macam bahasa daerah yang begitu kaya dimiliki bangsa kita.
    Dari hal kecil yang kami bisa ini mudah-mudahan nantinya dapat bermanfaat untuk menjaga dan melestarikan keanekaragaman kekayaan budaya bangsa, mematenkan dan mempromosikan agar tidak terjadi lagi kesalahaan-kesalahaan yang memalukan atas pengakuan kebudayaan bangsa Indonesia oleh bangsa-bangsa lain. Oleh karena itu kami mohon kesediaan bantuan Saudara/i Bapak/Ibu untuk membantu menerjemahkan sebuah puisi ini kedalam berbagai macam bahasa daerah yang berada didaerah lingkungan Provinsi yang Saudara/i Bapak/Ibu tinggali saat ini.
    Demikian permohonaan ini kami buat, besar harapan kami dapat dikabulkan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

CERITANYA KOMUNITAS
ASLI ORANG INDONESIA




NB : Dengan berharap rasa hormat kami menunggu balasannya, agar segera masuk dalam tahap        selanjutnya.
Kami akan memberikan 1 buah buku yang akan kami terbitkan, atas rasa terima kasih kami.
(tolong lampirkan alamat lengkap saudara/I Bapak/Ibu)


Bahasa        :
Nama Daerah        :
Provinsi         :
Transleter        :



“KATAKANLAH SAYA SUKA SASTRA”

Saya
Suka sastra

Saya suka sastra merangkai kata
Membuat orang tertawa,
Saya suka sastra mengumpulkan kata
Menceritakan ceritra,
Saya suka sastra menulis kata
Mengabadikan era,
Saya suka sastra mencari kata
Menghasilkan makna,
Saya suka sastra menciptakan kata
Menghujankan air mata,
Saya suka sastra juga karena sebab air mata
Dan saya suka sastra hingga memikirkan beberapa kata
Saya benci sastra.

Andai dunia ini semua orang cinta sastra
Mungkin negri ini disebut negri kata
Bukan karena banyak bicara
Karena terlalu banyak mengeluarkan air mata.

Dengan kata-kata aku berdoa
Dengan kata-kata pula mereka berbicara

Hidup.

Posted at 10:36 am by satrio_welang
Make a comment  

Oct 12, 2009
MOCH SATRIO WELANG WITH SAM CUTLER , TOUR MANAGER OF ROLLING STONES

Moch Satrio Welang hosted in conversation with Sam Curtler on the main program of Ubud Writers and Readers Festival 2009 in Indus Restaurant October 11, 2009 with the moderator by Annie Gastin, an Australia Jazz Singer. Sam Cutler was Tour Manager for the Rolling Stones on their infamous American Tour in 1969. He then went on to work with the legendary Grateful Dead. He also worked with Janis Joplin, Jimi Hendrix, The Band, Pink Floyd and Eric Clapton. He has lived "the ultimate rock and roll dream" survived the experience and written an exhilarating, access-all-areas rock memoir from the point of view of someone who has seen – and done – it all. On the panel discussion, the audience also asked questions related to his book, You Cant Always Get What You Want.  It's Cutler's voice that we hear introducing the Rolling Stones at the beginning of the Maysles brothers' brilliant rockumentary Gimme Shelter. Cutler's 12-month tour of duty in the service of the greatest rock'n'roll band in the world took him on a strange trip, through riot police, people of questionable morals, groupies, dealers, hangers-on, the FBI and the CIA, film makers and aggressive management - all on about three hours sleep a night. "I've read so many books about the 1960s and the Stones," says Cutler with discernible weariness. "So many of them were shit. So I just tried to write something that people would understand how it really was - a real, genuine, no bullshit feeling."

Posted at 01:45 am by satrio_welang
Make a comment  

Oct 1, 2009
BLABAR ON SEARCH, LOMBA BACA PUISI SMP SE-BALI 2009

Teater Blabar menggelar Lomba Baca Puisi tingkat SMP seBali yang diadakan di SMUN 4 Denpasar 2 Oktober 2009 pukul 10.00 wita, dalam rangkaian program apresiasi sastra terhadap murid – murid SMP se Bali, utamanya pembacaan Puisi. Tampil sebagai dewan juri yakni Sastrawan Senior Tan Liou Ie , Sastrawan Muda Moch Satrio Welang dan juga salah seorang guru pengajar sastra dan bahasa indonesia SMUN 4, Kartika Dewi. Jumlah peserta yang mengikuti perlombaan ini lumayan banyak hingga mencapai 64 orang. Ketua panitia , Ratna Aristiya menerangkan ," Melalui program teater Blabar ini, kami ingin menunjukkan bahwa SMUN 4 Denpasar juga berupaya mendukung dunia sastra di Bali terutama pencarian bakat – bakat muda yang nantinya pemenang selain mendapatkan hadiah uang tunai, piala dan sertifikat, juga akan mendapatkan sebuah buku puisi Keranda Emas , Antologi 21 Penulis Bali ." Moch Satrio Welang sebagai salah seorang juri menyampaikan , " Seandainya sejak dini setiap orang sudah mengenal sastra, ini akan baik untuk kepribadian mereka kedepannya, karena sastra memperhalus rasa dan kepekaan kita pada lingkungan juga kehidupan ini." Selain dicari 3 juara, dalam lomba ini juga akan ditentukan 3 pemenang dengan kategori berbakat.

Contact Person :
Gloria : 08573700 6878

SMUN 4 Denpasar
JL.Gunung Rinjani, Denpasar, Bali - Indonesia Telp./Fax: (0361) 481 216, 485 363.

Posted at 12:07 am by satrio_welang
Make a comment  

Sep 26, 2009
MOCH SATRIO WELANG PENTASKAN CERPEN ‘RAHIM’ KARYA COK SAWITRI

Sebuah cerpen berjudul Rahim karya sastrawan Bali, Cok Sawitri, akan dipentaskan oleh Moch Satrio Welang dalam gelaran Fringe Event Ubud Writers and Readers Festival oleh Komunitas Sahaja pada 27 September 2009 pukul 20.30 wita di Toko Buku Toga Mas - Museum Sidik Jari Jl. Hayam Wuruk Denpasar. Cerpen ini dipilih Moch Satrio Welang untuk dipentaskan dalam bentuk fragmen mengingat pesan mendalam yang tersirat mengenai perjuangan perempuan bernama Nagari usia 30 tahun yang menjadi korban penculikan, akibatkan pengangkatan Rahim yang dilakukannya. Pemerintah khawatir Rahim Nagari yang diangkat memberikan provokasi terhadap ribuan wanita lain untuk melakukan hal yang sama dan terputusnya generasi tak terelakkan. Saksikan Bagaimana kesaksian Nagari dalam menghadapi kaki kaki besi pemerintah yang ingin menghentikan ruang geraknya, mungkin juga nafasnya…

Posted at 01:25 am by satrio_welang
Make a comment  

Sep 24, 2009
NO STRESS, JAWARA KERANDA EMAS MUSIC POETRY AWARD 2009

Terjawab sudah siapa yang berhak menjadi jawara dalam gelaran Festival Band Buku Puisi Keranda Emas Kuta Karnival 22 -23 September 2009. Mereka adalah tiga musisi muda yang tampil memukau secara akustik, mereka adalah No Stress. No Stress terbentuk oleh Dewan juri yang terdiri dari Moch Satrio Welang, Ijum Greenville dan Dadi Reza Pujiadi sepakat bahwa band jebolan Yayasan One Dollar For Music ini mampu unggul dalam persaingan mengintrepetasi puisi Keranda Emas karya Moch Satrio Welang dalam sebuah penampilan musik di panggung kuta Karnival. Salah seorang dewan juri, Ijum Greenville menyampaikan, "Mereka mampu membuat sebuah tampilan aransement yang kaya dan begitu dinamis, mereka betul – betul menguasai materi." Hal senada juga disampaikan oleh Dadi Reza Pujiadi, " No Stress tampil begitu santai tapi kualitas dan keseriusan mereka dalam mengintrepetasi puisi tersebut begitu terasa. Mereka tampil sangat prima." No Stress yang digawangi oleh Kupit, Cok dan Angga ini terbentuk ditahun 2007, mereka dipertemukan akan sebuah keinginan untuk membentuk band yang akustik saja, karena kebosanan dengan band – band elektrik. Penampilan – penampilan mereka pun biasa untuk memeriahkan acara – acara di Hotel termasuk seminar dan pernikahan. Kini mereka juga aktif tampil dalam acara – acara sosial dan telah menciptakan dua belas lagu yang syarat dengan kritik – kritik sosial di masyarakat hingga akhirnya berhasil meraih juara pertama Keranda Emas Music Poetry Award 2009. Festival yang digelar selama 2 hari dalam rangkaian Kuta Karnival ini memiliki konsep yang sungguh unik, yakni memadukan seni sastra dan musik format band, dimana setiap peserta yang tampil membawakan tiga buah lagu yang di ambil dari puisi wajib berjudul Keranda Emas karya Moch Satrio Welang, puisi pilihan dari 21 penulis di Buku Keranda Emas, dan satu lagu karya band peserta sebagai upaya untuk menumbuhkan kreatifitas dan kepercayaan diri akan karya - karya sendiri. Tercatat 22 band yang mengikuti festival tersebut dari bermacam aliran musik, berikut ini daftar pemenangnya  

Juara 1 : No Stress ( Akustik )
Juara 2 : D'Explode ( Pop Rock )
Juara 3 : Oblivious Insanity (Harmonic Metal Core )

Juara Harapan 1: The Rolic (Alternatif Melodic )
Juara Harapan 2 : 2 Sisi (Rock Alternative )
Juara Harapan 3 : Judicial Review (Nu Metal/ Nu Skull )

Sepuluh Besar : Away From the Sun ( Melodicemoattack )
Sepuluh Besar : Hanamura (Emo )
Sepuluh Besar : Ice Cream Attack (Pop Techno )
Sepuluh Besar : Tower of Snake (Hardcore Melodic)

Posted at 07:31 pm by satrio_welang
Make a comment  

Sep 19, 2009
FRINGE EVENT UBUD WRITERS AND READERS FESTIVAL 2009

WORKSHOP MENULIS PUISI DAN CERITA MINI

 

Untuk keenam kalinya, Ubud Writers and Readers Festival  kembali diselenggarakan mulai  Rabu, 7 hingga Minggu, 11 Oktober 2009. Dengan mengambil tema Suka Duka : Compassion and Solidarity, agenda sastra yang masuk dalam enam festival sastra terbaik di dunia versi Harper’s Bazaar UK ini, akan menghadirkan penulis-penulis nasional dan  internasional. Tidak sebagaimana biasanya, pada kesempatan ini, Panitia Ubud Writers and Readers Festival 2009 bekerja sama dengan Komunitas Sahaja akan menyelenggarakan Fringe Event, sebuah program yang khusus ditujukan untuk penulis-penulis muda.  

 

Pelaksanaan Fringe Event yang bertajuk “Membangun Generasi Muda yang Kreatif: Sebuah Upaya Memasyarakatkan Sastra”  ini bertujuan untuk turut memberikan pengalaman kreatif sekaligus mendorong sikap kritis dan empati remaja dengan mengedepankan semangat pembelajaran bersama. Acara yang dijadwalkan berlangsung dari 26 September hingga 11 Oktober 2009 mendatang ini meliputi Workshop Menulis Puisi, Cerita Mini, Talkshow, Diskusi serta Pertunjukan Apresiasi Sastra.

 

Workshop Menulis Puisi akan mengawali program Fringe Event pada Sabtu, 26 September 2009, pukul 17.00 WITA bertempat di Museum Sidik Jari, Jalan Hayam Wuruk 175 Denpasar. Diskusi kreatif ini akan menghadirkan penyair Indonesia, yakni A Muttaqin dan Warih Wisatsana. Di samping dialog dua arah antara narasumber dan peserta, acara juga akan diselingi dengan penulisan puisi bersama, di mana para peserta diharapkan dapat mencipta puisi dengan mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti workshop.

 

“Rencananya, 20 puisi terpilih hasil karya peserta workshop akan diterjemahkan dalam bahasa Inggris serta dipublikasikan selama acara Ubud Writers and Readers Festival 2009 berlangsung. Tak hanya itu, peserta dengan puisi terbaik akan diundang secara khusus untuk membacakan karyanya dalam Pertunjukan Apresiasi Sastra An Evening of Words and Sound of Poem” pada Jumat, 9 Oktober 2009 di Wantilan Taman Budaya Denpasar”, jelas Ni Ketut Sudiani, koordinator program Fringe Event.  

 

Keesokan harinya, Minggu, 27 September 2009, pada waktu dan tempat yang sama, akan diselenggarakan pula Workshop Menulis Cerita Mini. Hadir sebagai narasumber, Mona Sylviana dan Komang Adnyana, penulis yang karya-karyanya kerap dimuat di media massa nasional, juga penampilan Moch Satrio Welang dalam dramatisasi cerpen Rahim karya  Cok  Sawitri.  Seluruh kegiatan Fringe Event ini tidak dipungut biaya dan terbuka untuk umum. Selain itu, setiap peserta yang mengikuti workshop akan mendapat sertifikat berskala internasional.

 

Posted at 11:41 am by satrio_welang
Make a comment  

Sep 17, 2009
FESTIVAL BAND BUKU PUISI KERANDA EMAS KUTA KARNIVAL 2009

Poetry and Music Are Married!

Puisi sebagai salah satu karya sastra tulis menjelma dalam segala penjuru ruang ruang kreatifitas, salah satunya sebuah ajang festival band bertajuk Festival Band Buku Puisi Keranda Emas Kuta Karnival 2009. Sebuah gelaran yang diprakarsai Moch Satrio Welang salah seorang pegiat sastra dan teater di Bali melalui kerja sama Youth Corner Publisher, Sastra Welang Publisher dan Panitia Kuta Karnival 2009. Festival Band ini cenderung unik dan kreatif karena pertama kali digelar di Indonesia dimana sebuah ajang musik dengan format band lengkap dengan beragam aliran musik mengaransemen puisi untuk dijadikan lagu dan dinyanyikan di atas panggung utama Kuta Karnival 2009 yang berkekuatan sound system hingga 60.000 watt.

Acara yang merupakan rangkaian Kuta Karnival ini rencananya digelar pada tanggal 22 dan 23 September 2009 dari pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore. Dalam sebuah kesempatan Ketua Panitia Festival ini , Moch Satrio Welang menyampaikan,” Ini merupakan kerja bersama, dimana upaya mempopulerkan karya sastra puisi dikalangan anak muda yang lebih luas, yakni Komunitas Musik Bali. Terimakasih kepada semua pihak yang membantu, terutama peserta penampil yang menuangkan kreatifitas mereka dalam merespon puisi – puisi kami dalam buku puisi Keranda Emas yang baru saja di luncurkan bulan Mei lalu.”

Tercatat dua puluh dua band dari bermacam aliran musik berpartisipasi dalam peristiwa seni sastra dan musik tersebut diantaranya, dihari pertama (22/9) akan tampi Hybrid Stigmata, Blood of Revenge , Marlynd and the Fallen Angel, Away from the Sun, 2 Sisi, d’xplode, Savereign, The Rolic , Nama”Qu, Praying of Heal, Oblivious Insanity dengan bintang tamu Orkes Taman Ria dan d’Kantin. Kemudian di hari kedua (23/9) akan tampil No Stress, Hanamura, Tower of Snake, Between Hurt And Alone, Between Hurt And Alone, The Joei, Atlantic Syndrome, My Candy Bars, Patrick The Bastard, The Rooster Crows, Judicial Review, Ice Cream Attack dan menampilkan bintang tamu Two Ice Queen dan Tissue.

Carlos Santana salah seorang peserta mengaku antusias dalam penyelenggaraan event ini, “ Kami merasa ini sebuah tantangan menarik, mengaransemen puisi menjadi lagu. Sebelumnya kami jarang membaca puisi dan kini sedikit mengenalnya.” tandasnya. Hal senada diungkapkan Ketua Umum Panitia Kuta Karnival 2009 Bapak I Ketut Nugra, “ Saya pribadi mendukung adanya kegiatan yang sarat akan kreatifitas ini dimana karya susastra dan musik berpadu dengan indah.” Dewan juri yang terdiri dari Moch Satrio Welang, Hendra Utay dan Ijum Greenville rupanya harus bekerja keras dalam menentukan penerima Keranda Emas Award kategori Music Poetry ini.


Details Peserta
1. Nama Band : Hybrid Stigmata
Aliran : Rock
Puisi Pilihan : ‘Bayang Luka’ karya Joan Ro
Lagu Ciptaan Band : Forever with You

2. Nama Band : Patrick The Bastard
Aliran : Punk Rock
Puisi Pilihan : ‘Mengumpat’ karya Raden Prakiyul Wahono
Lagu Ciptaan Band : East Bay

3. Nama Band : Nama”Qu
Aliran : Pop Rock
Puisi Pilihan : ‘Bayang Bayang’ karya Moch Satrio Welang
Lagu Ciptaan Band : My Dream

4. Nama Band : The Rolic
Aliran : Alternatif Melodictz
Puisi Pilihan : ‘Tak Ada Yang Tahu’ karya A.A.Putu Santiasa Putra
Lagu Ciptaan Band : Melodicoria

5. Nama Band : Tower of Snake
Aliran : Hardcore Melodic
Puisi Pilihan : ‘Mengumpat’ karya Raden Prakiyul Wahono
Lagu Ciptaan Band : Ereksi Jiwa

6. Nama Band : Oblivious Insanity
Aliran : Harmonic Metal Core
Puisi Pilihan : ‘Sebuah Akhir’ karya Joan Ro
Lagu Ciptaan Band : Dying and Famous

7. Nama Band : The Rooster Crows
Aliran : Punk Rock
Puisi Pilihan : ‘Bayang Luka’ karya Joan Ro
Lagu Ciptaan Band : Don’t Think Twice

8. Nama Band : My Candy Bars
Aliran : Post Hard Core
Puisi Pilihan : ‘Lumatan Itu’ karya Hendra Utay
Lagu Ciptaan Band : God Never Say Sorry

9. Nama Band : d’xplode
Aliran : Pop Rock
Puisi Pilihan : ‘Kisah di Balik Malam’ karya Joan Ro
Lagu Ciptaan Band : Musnahkan

10. Nama Band : Judicial Review
Aliran : (Nu Metal/ Nu Skull )
Puisi Pilihan : ‘Dalam Gelap’ karya Muda Wijaya
Lagu Ciptaan Band : Jalan Malam

11. Nama Band : Blood of Revenge
Aliran : New Metal Progressive
Puisi Pilihan : ‘Mengumpat’ karya Raden Prakiyul Wahono
Lagu Ciptaan Band :Senyum Kehampaan

12. Nama Band : Side Job
Aliran : Pop Rock )
Puisi Pilihan : ‘Kisah di Balik Malam’ karya Joan Ro
Lagu Ciptaan Band : Kemenangan Jiwa

13. Nama Band : Ice Cream Attack
Aliran : Pop
Puisi Pilihan : ‘Suara – Suara Schizophrenia’ karya Dwitra J Ariana
Lagu Ciptaan Band : Ice Cream

14. Nama Band : 2 Sisi
Aliran : Rock Alternative
Puisi Pilihan : ‘Bayang Luka’ karya Joan Ro
Lagu Ciptaan Band : Hanya Nafsu

15. Nama Band : Marlynd The Fallen Angel
Aliran : Emo
Puisi Pilihan : ‘ Sajak Untuk Ibuku’ karya A.A. Putu Santiasa Putra
Lagu Ciptaan Band : Fly Away

16. Nama Band : Away From The Sun
Aliran : Melodicemoattack
Puisi Pilihan : ‘Yang Terbuang’ karya Joan Ro
Lagu Ciptaan Band : Hapuslah Luka

17. Nama Band : Savereign
Aliran : Metal, Punk, Rock
Puisi Pilihan : ‘Engkaukah Itu? ‘karya Ida Ayu Dewi Arini
Lagu Ciptaan Band : 4 the Earth

18. Nama Band : Between Hurt and Alone
Aliran : Post Hard Core
Puisi Pilihan : ‘Bocah di Sudut Sekolah’ karya Putu Rastiti
Lagu Ciptaan Band : Jiwa yang Terluka

19. Nama Band : No Stress
Aliran : Acoustic
Puisi Pilihan : ‘Sketsa Kota’ karya Achmad Obe Marzuki
Lagu Ciptaan Band : Hiruk Pikuk Denpasar

20. Nama Band : Hanamura
Aliran : Emo
Puisi Pilihan : Seusai Sunyi karya Made Purnamasari
Lagu Ciptaan Band : Jatuhkan Air Mata

21. Nama Band : Atlantic Syndrome
Aliran : Rock Disco Alternatif
Puisi Pilihan : Menunggu Laut Surut karya Hendra Utay
Lagu Ciptaan Band : So Far Away

22. Nama Band : The Joei
Aliran : Pop Rock
Puisi Pilihan : ‘Bayang Luka’ karya Joan Ro
Lagu Ciptaan Band : Benci Bangun Pagi

Rancang Acara FESTIVAL BAND BUKU PUISI KERANDA EMAS KUTA KARNIVAL 2009

Hari PERTAMA 22 September 2009
09.00 – 10.00 : Sound Check Guest Star ( Orkes Taman Ria dan d’Kantin)
10.00 – 11.00 : Pendaftaran Ulang SEMUA PESERTA DI HARI PERTAMA ( Manager/ Perwakilan )
11.00 - 11.20 Hybrid Stigmata Jam Kedatangan Hybrid Stigmata : 10.30
11.20 – 11.40 Blood of Revenge Jam Kedatangan Blood of Revenge : 10.50
11.40 – 12.00 Marlynd and the Fallen Angel Jam Kdtangan Marlynd and the Fallen Angel: 11.10
12.00 – 12.20 Away from the Sun Jam Kedatangan Away from the Sun : 11.30
12.20 – 12. 40 2 Sisi Jam Kedatangan 2 Sisi : 11.50
12.40 – 13.00 d’xplode Jam Kedatangan d’xplode : 12.10
13.00 – 13.20 Savereign Jam Kedatangan Savereign : 12.30
13.20 – 13.40 The Rolic Jam Kedatangan The Rolic : 12.50
13.40 – 14.00 Nama”Qu Jam Kedatangan Nama”Qu : 13.10
14.00 – 14.20 Praying of Heal Jam Kedatangan Praying of Heal : 13.30
14.20 – 14.40 Oblivious Insanity Jam Kedatangan Oblivious Insanity : 13.50
14.40 – 15.10 Orkes Taman Ria (Gst Star) 4 song Jam Kedatangan Orkes Taman Ria : 14.10
15.10 – 15.35 d’Kantin (Guest Star) 3 songs Jam Kedatangan d’Kantin : 14.40
15.35 – 15.40 The first day best 5 winners
15.40 – 15.45 d’Kantin (Guest Star) 1 song
15.45 Closing

Hari Kedua (23 September 2009)
09.00 – 10.00: Sound Check Guest Star (Two Ice Queen dan Tissue)
10.00 – 11.00: Pendaftaran Ulang SEMUA PESERTA DI HARI KEDUA ( Manager/ Perwakilan )
11.00 – 11.20 No Stress Jam Kedatangan No Stress : 10.30
11.20 – 11.40 Hanamura Jam Kedatangan Hanamura : 10.50
11.40 – 12.00 Tower of Snake Jam Kedatangan Tower of Snake : 11.10
12.00 – 12.20 Between Hurt And Alone Jam Kedatangan Between Hurt And Alone : 11.30
12.20 – 12.40 The Joei Jam Kedatangan The Joei : 11.50
12.40 – 13.00 Atlantic Syndrome Jam Kedatangan Atlantic Syndrome : 12.10
13.00 – 13.20 My Candy Bars Jam Kedatangan My Candy Bars : 12.30
13.20 – 13.40 Patrick The Bastard Jam Kedatangan Patrick The Bastard : 12.50
13.40 – 14.00 The Rooster Crows Jam Kedatangan The Rooster Crows : 13.10
14.00 – 14.20 Judicial Review Jam Kedatangan Judicial Review : 13.30
14.20 - 14.40 Ice Cream Attack Jam Kedatangan Ice Cream Attack : 13.50
14.40 – 15.10 Two Ice Queen (Guest Star) 4 songs Jam Kedatangan Two Ice Queen : 14.10
15.10 – 15.35 Tissue ( Guest Star) 3 Songs Jam Kedatangan Tissue : 14.40
15.35 – 15.40 Winning Announcement
THE BEST TEN = The first day best 5 winners + The Second day best 5 Winners
THE BIG SIX : 1,2,3, Hope 1,2,3
15.40 – 15.45 Tissue ( Guest Star) 1 Songs and CLOSING

Keranda Emas
Antologi Puisi 21 Penulis Bali

Sebuah Buku Kumpulan Puisi Keranda Emas, 21 Penulis Bali, telah dilepas di pasaran. Buku terbitan perdana Youth Corner Publisher ini telah begitu lama dinanti kelahirannya. Buku ini dapat diibaratkan sebagai wajah segar di dunia kesusastraan di Bali. Bagaimana refleksi kepenulisan puisi generasi muda di Bali saat ini mungkin sedikitnya dapat di wakili oleh kumpulan buku puisi yang memiliki konsep sedikit unik. Yakni menampilkan kumpulan karya penulis – penulis muda Bali yang berasal dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda beda. Dari dunia panggung/teater (sutradara dan aktor), dunia lukis, dunia film (filmmaker), dari dunia akademis (kedokteran hewan, communication massa), bidang jurnalistik dan tentunya dari kalangan penyair itu sendiri. Diantaranya memuat karya - karya : A.A. Putu Santiasa Putra, Arya Lesmana, Moch Satrio Welang, Pranita Dewi, Muda Wijaya, Wayan Sunarta, Made Purnama Sari , Kadek Surya Kencana, Dwi Putri Rejeki, Noviana Kusumawardhani, Joan Ro, Ahmad Obe Marzuki, Hendra Utay, Giri Ratomo, Raden Prakiyul Wahono, Ketut Sunia Sudiani, Putu Rastiti, Ida Ayu Dewi Arini, Dwitra J Ariana, Haris Lawera, dan Sarawita Laksmi

Kami mencoba menjadi ruang. Ruang untuk bertegur sapa. Bagi yang bermimpi, bagi yang bertekad, bagi mereka yang bersemangat, bagi mereka yang tiada pernah berhenti untuk mencoba. Kami tidak butuh bakat, sebab ilmu bukan tanda tubuh. Hanya dengan keringat, sebab kami butuh mereka yang tiada pernah merasa lelah. Menyapa waktu. Dengan salut kami akan menukarnya.

Follow Us on
www.kerandaemas.blogspot.com
www.theyouthcorner-bali.blogspot.com
www.satriowelang.com
www.kutakarnival.com
Salam Sastra ,
Ketua Panitia


Moch Satrio Welang
081 916 384 162

Posted at 06:12 pm by satrio_welang
Make a comment  

Sep 3, 2009
TM: Festival Band Buku Puisi Keranda Emas KUTA KARNIVAL 2009

Terimakasih kepada teman – teman dari Industri Musik Bali yang telah berpartisipasi dalam Festival Band Buku Puisi Keranda Emas Kuta Karnival 2009. Adapun teknikal meeting akan digelar pada:

Hari        : Minggu, 6 September 2009
Pukul     : 15.00 (Jam 3 Sore)
Tempat  : Wantilan Dalam Museum Sidik Jari – Toko Buku Toga Mas
                Jl. Hayam Wuruk Denpasar

Mohon kehadiran para peserta Festival Band Buku Puisi Keranda Emas KUTA KARNIVAL 2009 untuk datang dengan membawa berkas :

1.       Foto Band ( personil lengkap) ukuran 4 R

2.       Biografi Band ( Data Personil, Awal Mula Band,  Pengalaman Pentas, dll.)

3.       Menyetorkan 3 lembar Lirik Lagu (  termasuk lagu dari 2 puisi ( puisi wajib:  Keranda Emas karya Moch Satrio Welang dan puisi pilihan dalam Buku Keranda Emas) dan 1 lagu ciptaan band peserta ) yang akan di bawakan dalam Festival Band Buku Puisi Keranda Emas Kuta Karnival 2009

Adapun Peserta Band yang sudah terdaftar dan WAJIB mengikuti technical Meeting adalah sebagai berikut (HARI DAN URUTAN MAIN DITENTUKAN SAAT TEKNIKAL MEETING, PESERTA YANG TIDAK HADIR DINYATAKAN MENGUNDURKAN DIRI):

1.       Nama Band               : Hybrid Stigmata  

Aliran                          : Rock             

Puisi Pilihan              : ‘Bayang Luka’ karya Joan Ro

Lagu Ciptaan Band : Forever with You

 

2.       Nama Band              : Patrick The Bastard

Aliran                         : Punk Rock

Puisi Pilihan             : ‘Mengumpat’ karya Raden Prakiyul Wahono              

Lagu Ciptaan Band : East Bay

 

3.       Nama Band              : Nama”Qu

Aliran                         : Pop Rock

Puisi Pilihan             : ‘Bayang Bayang’ karya Moch Satrio Welang

Lagu Ciptaan Band : My Dream

 

4.       Nama Band              : Liquid

Aliran                         : Alternatif )

Puisi Pilihan             : ‘Tak Ada Yang Tahu’ karya A.A.Putu Santiasa Putra

Lagu Ciptaan Band : Kenangan Indah

 

5.       Nama Band              : Tower of Snake
Aliran                         : Hardcore Melodic

Puisi Pilihan             : ‘Mengumpat’ karya Raden Prakiyul Wahono              

Lagu Ciptaan Band : Ereksi Jiwa

 

6.       Nama Band              : Oblivious Insanity    
Aliran                         : Harmonic Metal Core

Puisi Pilihan             : ‘Sebuah Akhir’ karya Joan Ro

Lagu Ciptaan Band : Dying and Famous

 

7.       Nama Band             : The Rooster Crows
Aliran                        : Punk Rock

Puisi Pilihan            : ‘Bayang Luka’ karya Joan Ro

Lagu Ciptaan Band : Don’t Think Twice

 

8.       Nama Band            : My Candy Bars                            
Aliran                       : Post Hard Core

Puisi Pilihan           : ‘Lumatan Itu’ karya Hendra Utay

Lagu Ciptaan Band : God Never Say Sorry

 

9.       Nama Band           : d’xplode         

Aliran                      : Pop Rock

Puisi Pilihan          : ‘Kisah di Balik Malam’ karya Joan Ro

Lagu Ciptaan Band : Musnahkan

 

10.   Nama Band          : Judicial Review             
Aliran                     :  (Nu Metal/ Nu Skull )

Puisi Pilihan         : ‘Dalam Gelap’ karya Muda Wijaya

Lagu Ciptaan Band : Jalan Malam

 

11.   Nama Band         : Blood of Revenge         
Aliran                    : New Metal Progressive

Puisi Pilihan        : ‘Mengumpat’ karya Raden Prakiyul Wahono

Lagu Ciptaan Band :Senyum Kehampaan

 

12.   Nama Band         : Side Job            
Aliran                    : Pop Rock )

Puisi Pilihan        : ‘Kisah di Balik Malam’ karya Joan Ro

Lagu Ciptaan Band : Kemenangan Jiwa

 

13.   Nama Band         : Ice Cream Attack          
Aliran                    : Pop

Puisi Pilihan        : ‘Suara – Suara Schizophrenia’ karya Dwitra J Ariana

Lagu Ciptaan Band : Ice Cream

 

14.   Nama Band         : 2 Sisi

Aliran                    : Rock Alternative

Puisi Pilihan        : ‘Bayang Luka’ karya Joan Ro

Lagu Ciptaan Band : Hanya Nafsu

 

15.   Nama Band         : Marlynd The Fallen Angel

Aliran                    : Emo

Puisi Pilihan        : ‘ Sajak Untuk Ibuku’ karya A.A. Putu Santiasa Putra

Lagu Ciptaan Band : Fly Away

 

16.   Nama Band         : Away From The Sun    

Aliran                    : Melodicemoattack

Puisi Pilihan        : ‘Yang Terbuang’ karya Joan Ro  

Lagu Ciptaan Band : Hapuslah Luka

 

17.   Nama Band         : Savereign                         

Aliran                    : Metal, Punk, Rock

Puisi Pilihan        : ‘Engkaukah Itu? ‘karya Ida Ayu Dewi Arini

Lagu Ciptaan Band : 4 the Earth

 

18.   Nama Band         : Between Hurt and Alone

Aliran                    : Post Hard Core

Puisi Pilihan        :  ‘Bocah di Sudut Sekolah’ karya Putu Rastiti  

Lagu Ciptaan Band : Jiwa yang Terluka

 

       19.   Nama Band         : No Stress                         

Aliran                    : Acoustic

Puisi Pilihan        : ‘Sketsa Kota’ karya Achmad Obe Marzuki  

Lagu Ciptaan Band : Hiruk Pikuk Denpasar

 

       20.  Nama Band          : Hanamura        

Aliran                    : Emo

Puisi Pilihan        : Seusai Sunyi karya Made Purnamasari

Lagu Ciptaan Band : Jatuhkan Air Mata

 

       21.  Nama Band          : Belog Personal                               

Aliran                    : Jazz

Puisi Pilihan        : ‘Apa Kabar Hatiku ?’ karya Noviana Kusumawardhani

Lagu Ciptaan Band : Pesona Cantikmu

 

       22. Nama Band           : The Kill                              

                Aliran                    : Pop Rock

Puisi Pilihan        : ‘Bayang Luka’ karya Joan Ro

Lagu Ciptaan Band : Benci Bangun Pagi

 

Menampilkan GUEST STAR
Hari Pertama  22 September : ORKES TAMAN RIA
Hari Kedua 23 September      : TWO ICE QUEEN  

Kunjungi

www.kerandaemas.blogspot.com
www.theyouthcorner-bali.blogspot.com
www.kutakarnival.com

Posted at 01:13 am by satrio_welang
Make a comment  

Aug 31, 2009
MAMA, I AM SORRY! NABI BARU TELAH DATANG! BY KELOMPOK 108

Datang dan saksikan Pertunjukan Teater yang digelar oleh kelompok Satu Kosong Delapan, Berjudul Mama, I am Sorry yang ditulis dan disutradarai oleh Giri Ratomo. Tanggal Pertunjukan 4 – 5 September 2009 Di open stage depan gedung Kriya Art Center Denpasar. Pukul 07.00 malam

Lihat Bagaimana Moch Satrio Welang bergelut dalam kebimbangannya memasukkan roh Hamlet, sorang Pangeran Denmark yang ayahnya dibunuh, ditambah pertarungan batinnya akan gelombang pertentangan Fenomena Facebook Exsistensialisnya, yakni fenomena Moch Satrio Welang.

Bagaimana pula kegelisahan sang penyair cantik Pranita Dewi bergelut dalam dunia Seks Maya, sebuah pembuktian akan keindahan tubuh wanita yang diciptakan Tuhan dengan Payudara ranum selaksa buah apel .

Juga Bagaimana perang Batin seorang lelaki ( Yoseph Maulana) yang menghabiskan berhari-hari di depan Komputer untuk mempeributkan Filsafat Bulan, antara Perawan atau Janda.

Lalu bagaimana pula para manusia masa kini ( Anna Ulfa dan Inne Meryanti) mengcounter narsisme akan aktualisasi diri, dan Bagaimana ekspresi terkejut dan maha bahagia tatkala Sang Nabi Baru, Sang Pembawa Pesan, datang! Dia telah datang, Yang Mulia Google ( Saichu Anwar) yang kata – katanya bak Sabda. Altar musti di siapkan!

Mama, I’m Sorry
Pemeran : Saichu Anwar
Yosep “nCep” Maulana
Moch Satrio Welang
Pranita Dewi
Anna Ulfa
Inne Meriyanti

Pemusik : Bintang Riyadi (Tilbringa Somaren)
Oris Orista (Tilbringa Somaren)
Qting Zulham (Tilbringa Somaren)
Devi Larasati (Layanglayang)
Renald Renaldi (Layanglayang)
Panggung : Didit Maniasa Sonapasma
Penata Cahaya : Curex
Dokumentasi : Jauhar Mubarok (Rumah Dokumen)
Stage Manager : Dedi Dwiyanto
Produser : Kurniawan “Curex” Adiputra
Sutradara : Giri Ratomo

CATATAN SUTRADARA

“Teater; I’m Sorry”

Saya berkali-kali ditanya oleh diri saya sendiri: mungkin ngga sih? Saya jawab: Apa sih yang ngga mungkin. Tapi ternyata tak sesederhana itu. Sebab?

Realitanya, membikin sebuah pertunjukan teater (di Denpasar) makin hari makin megap-megap. Susah napas. Makin sedikit orang-orang yang demen berproses, latihan produksi atau mau mentas. Barangkali anda menyangkal. Lalu anda bilang: tuh nyatanya anak-anak SMA giat berlatih!

Aw aw aw tentu saya akan bilang: Maap, saya lagi ngomongin orang-orang yang sudah berumur. Orang-orang yang dianggap anak-anak SMA sebagai penggiat teater.

Seniman teater! Saya akan terpingkal-pingkal. Kenapa? Sebab realitanya di Denpasar sampai hari ini yang konsisten di dunia panggung ada atau tidak?
Coba lah tengok, ada berapa banyak pementasan teater selama satu tahun terakhir?

Bila, teater remaja lebih bergairah dibandingkan dengan teater umum adalah sesuatu yang pantas disyukuri. Setidaknya masih ada pertunjukan teater dari para remaja. Dan setidaknya – selama pihak sekolah belum membubarkan teater sekolahnya – tentu mereka masih akan terus berpentas.

Yang menjadi pertanyaan berikutnya: para alumnus teater remaja Denpasar sekarang nyungsep dimana? Adakah yang bisa melacak para alumnus teater remaja era 90’an atau 2000’an yang akhirnya menjadi penggiat teater di Denpasar? Yang kemudian konsisten membangun komunitas teater?

Tolong bantu saya mencarinya. Bila belum ada, tolong kabarkan kepada dia bahwa teater Denpasar rindu proses latihan untuk produksi pementasan. Kabarkan juga bila panggung teater Denpasar sudah kangen dipeluk dan dicium.

Lalu muncul pertanyaan dari salah satu tokoh seni pertunjukan Indonesia yang tinggal di Jakarta: Trus, kalo sudah berteater, mau ngapaiiin?

“Mama; I’m Sorry”
Aku berhari-hari sibuk bercinta dengan internet. Sebuah percintaan yang paling memabukkan akhir-akhir ini. Aku membiarkan tubuhku membeku di private room, menjelajahi semesta raya. Aku merasa lebih dekat saat menyapa selingkuhan-selingkuhanku lewat bahasa chatt. Aku lebih merasa di anggap “ada” saat aku bisa menunjukkan diri lewat statusku di facebook, twitter atau friendster.
Ya! Bahkan, aku menemukan agamaku. Aku menemukan nabi baruku. Aku berjumpa dengan tuhanku.

“Sahabat; I’m Sorry”
Bahwa pertunjukan ini mesti tetap terjadi adalah sebuah kesepakatan. Mesti pentas! Saya berharap bahwa ini adalah kesepakatan karena ketulusan. Dan saya melihat betapa tulusnya para sahabat yang terlibat dalam produksi ini. Saya ucapkan terima kasih yang tulus untuk para aktor (Saichu Anwar, nCep Maulana, Satrio Welang, Anna Ulfa, Inne Meriyanti, Eka Pranita Dewi) yang selalu meluangkan waktu di sela-sela kepadatan bekerja mencari rejeki, pak stage manager (Dedi Dwiyanto) dan pak produser (Kurniawan Adiputra) yang selalu menyempatkan hadir menyaksikan dan mengikuti proses kreatif “Mama, I’m Sorry”. Juga terima kasih saya kepada para supporter yang selalu hadir saat latihan; Devi Larasati, Dion, Laura, Dwitra J Ariana, Andika Ananda serta sahabat-sahabat yang belum saya tuliskan di sini.
Saya ucapkan terimakasih kepada Taman Budaya Bali yang telah mengijinkan penggunaan panggung halaman Gedung Kriya sebagai tempat pentas, kepada Satu Garis Community untuk support stage, Rumah Dokumen untuk dokumentasi dan sahabat-sahabat jurnalis.
Mohon maaf yang tulus bila banyak hal yang kurang berkenan.

Denpasar, 010909
drhgiriratomo@gmail.com


Kelompok SatuKosongDelapan
Adalah sebuah kelompok independent yang melakukan studi di wilayah teater, penulisan dan lukis. Embrio kelompok ini digulirkan tahun 2002 dengan nama SatuKanTong Komunitas. Kemudian Giri Ratomo, Dedi Dwiyanto dan Kurniawan Adiputra mengubahnya menjadi Kelompok Satu Kosong Delapan pada 26 Oktober 2003.

Nomor Pementasan:
Monolog : Stt Diam! (2003)
Sutradara : Giri Ratomo
Pemain : Giri Ratomo
Aula Santo Yoseph Denpasar

Death Of A Salesman (2004)
Sutradara : Giri Ratomo
Pemain : Kurniawan “Curex” Adiputra
Ratna Aryanti
Nur Setyanto
Fafan Fauzan Nadjir
Moch Satrio Welang
I Wayan Surana
Muda Wijaya
Isnah Nur Bintari
Mireki Jasmine Okubo
Anjar Tunjung Sari
Kurnia Dwi Adi Sasongko
Dalam ‘ Panggung Teater Realis Indonesia’ Taman Ismail Marzuki Jakarta

Monolog: Wawancara Ecin (2005)
Sutradara : Giri Ratomo
Pemain : Isnah Nur Bintari
- Aula DEPAG Jembrana
- Gedung Nari Graha Denpasar

Monolog: Amuk (2006)
Sutradara : Giri Ratomo
Pemain Fafan Nadjir
Taman Budaya Denpasar

Monolog: Penislilin (2006)
Sutradara : Giri Ratomo
Pemain Moch Satrio Welang
Aula Santo Yoseph Denpasar

Waktu Antara Kau dan Aku (2007)
Sutradara : Giri Ratomo
Pemain :
Rika Puspa Sari
Andika Ananda
Moch Satrio Welang
Haris Lawera
Didit Maniasa Sonapasma
Febrian Niko Widjonarko
Oriental Theatre Kuta

Posted at 11:51 pm by satrio_welang
Make a comment  

Aug 22, 2009
Festival Band Antologi Puisi Keranda Emas KUTA KARNIVAL 2009

Sebagai salah satu upaya lebih mempopulerkan seni sastra puisi dikalangan anak muda,
Youth Corner Publisher bekerja sama dengan Sastra Welang Publisher menggelar Festival Band Antologi Puisi Keranda Emas dalam rangkaian Kuta Karnival 2009, the celebration of Life. Dibuka Kesempatan emas bagi band – band indie (semua aliran musik) untuk menyalurkan kreatifitas membuat lagu dari materi Puisi dalam Buku Antologi Puisi 21 Penulis Muda Bali, Keranda Emas.

Persyaratan Peserta :
1. Mendaftarkan band dengan biaya pendaftaran Rp. 50.000 ( Setiap band akan mendapatkan Buku Antologi Puisi Keranda Emas disaat pendaftaran)
2. Mengikuti Teknical Meeting ( info tempat dan waktu teknikal meeting menyusul)
3. Melakukan pendaftaran ulang pada saat hari H perlombaan ( Pada pukul 9 pagi )
4. Tiap band peserta diwajibkan hadir dengan formasi lengkap minimal 30 menit sebelum Jadwal urutan main yang ditentukan disaat teknikal meeting.
5. Peserta band yang dipanggil tiga kali berturut-turut dan tidak tampil dianggap gugur.
6. Memainkan 3 buah lagu yang diambil dari
        1. Puisi Keranda Emas
        2. Salah satu puisi dalam Antologi Keranda Emas
        3. Lagu bebas ciptaan band peserta
7. Aliran musik bebas
8. Jadwal perlombaan yakni 22 – 23 September 2009
Tempat perlombaan : Panggung Utama Kuta Karnival 2009 , Pantai Kuta
Waktu perlombaan : Jam 9 Pagi – Jam 3 Sore
9. Pendaftaran ditutup pada tanggal 30 Agustus 2009 ( Alokasi Peserta terbatas untuk 20 band. (Pendaftaran akan ditutup, apabila kuota peserta telah terpenuhi)

Hadiah
1. Uang Tunai
2. Keranda Emas Award untuk Juara 1, 2 dan 3
3. Sertifikat
4. Hadiah hiburan

Dewan Juri
1. Ijum ( Greenville)
2. Hendra Utay
3. Moch Satrio Welang

Pendaftaran bisa menghubungi

Moch Satrio Welang 081 916 384 162
info@satriowelang.com
Add Facebook : Moch Satrio Welang

Tertanda, Ketua Panitia
Festival Band Antologi Puisi Keranda Emas
Moch Satrio Welang

Big thanks are delivered to

Tuhan Yang Maha Esa

21 Penulis Keranda Emas
www.kerandaemas.blogspot.com

Youth Corner Publisher
www.theyouthcorner-bali.blogspot.com

Sastra Welang Publisher
www.satriowelang.com

Panitia Kuta Karnival 2009
www.kutakarnival.com

Insan Sastra Bali
Insan Musik Bali

Posted at 12:25 am by satrio_welang
Make a comment  

Next Page

BALI ART ETALASE merupakan jaringan seni yang memuat kabar terkini dunia seni di Bali, termasuk dunia seni teater, tari, kesusastraan, lukis, musik dan film. Dukung dengan mengirimkan berita seputar seni ke email : baliartetalase@yahoo.com BALI ART ETALASE is creatively created as the Art Network for any current news and information of theater show, dance, painting, literature, music and movie event in Bali.Support this network by dropping any news on those circuit, to baliartetalase@yahoo.com
   

<< October 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31

Internet Sehat

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed